CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
3


__ADS_3

Tapi Lian Cheng malah dingin dan tidak menerima uluran tangan. Dia beralasan kalau kunci rumahnya ketinggalan di kamarnya, bagaimana kalau Xiao Tan mengambilkannya untuknya?


"Loh, pintumu pakai kata sandi?" Heran Xiao Tan


"Aku lupa password-nya. Bisakah kau memanjat dinding di sana itu?"


Saat Xiao Tan cuma menatap dengan keheranan, Lian Cheng langsung mengancam akan pindah ke agen lain. Xiao Tan sontak panik dan akhirnya mau juga menurutinya.


"Cuma memanjat dinding, kan? Itu keahlianku."


Lian Cheng senang. "Aku tahu kau bisa melakukannya."


Tapi situasi ini membuat Xiao Tan jadi curiga. Apa dia sungguh-sungguh Tuan Mo yang asli? Ini beneran rumahnya? Lian Cheng mengangguk dengan yakin.


Xiao Tan akhirnya percaya, lalu mencopot sepatu heels-nya dan baik ke mobilnya Lian Cheng sebagai pijakan sambil berusaha menasehati dirinya sendiri untuk tidak marah, dia butuh uang, uang saja!


"Begitu aku mendapat komisi, akan kukutuk dia dan rumahnya!" Geram Xiao Tan. Lian Cheng adiam mendengarkan segalanya dengan senyum geli.

__ADS_1


Tapi begitu, Xiao Tan sudah naik ke atas tembok dan tersangkut setengah badan, Lian Cheng dengan santainya masuk lewat pintu depan. Wkwkwk! Xiao Tan melongo melihatnya.


"Maaf, aku barusan ingat password-nya." Kata Lian Cheng dengan muka tanpa dosanya.


Xiao Tan jelas kesal, tapi dia berusaha menahan diri untuk tidak mendamprat Lian Cheng. Sabar! Sabar!


"Apa yang kau tunggu? Turunlah."


"Tuan Mo. Turun itu lebih sulit dari memanjat. Bisakah kau bantu aku?"


"Tidak boleh ada kontak fisik antara pria dan wanita." ujar Lian Cheng mengulang kalimatnya yang dulu. "Kau bisa turun sendiri."


Karena sudah tidak mungkin turun kembali, Xiao Tan akhirnya tetap memanjat tembok itu. Tapi saat dia hendak terjatuh, Lian Cheng sigap menangkapnya. Xiao Tan pun cekatan Cheng sambil memegang lehernya Lian merem.


Lian Cheng terpesona memandangi Xiao Tan dalam dekapannya. Tapi saat Xiao Tan membuka mata, dia langsung melepaskan tangannya dan membiarkan Xiao Tan terjerembap di tanah.


"Apa-apaan sih kamu?!"

__ADS_1


"Aku tidak menangkapmu, kau sendiri yang jatuh."


"Kau...!"


Berusaha keras demi komisi, Xiao Tanburu-buru mengikuti Lian Cheng sambil nyerocos panjang penuh semangat untuk mempromosikan sebuah bungalow yang sesuai keinginan Lian Cheng.


Saking semangatnya, dia sampai tidak melihat saat Lian Cheng mengikat kontak dan otomatis membuat terbentur dada Lian Cheng, sementara mengalihkan tak sengaja ke bidangnya Lian Cheng.


"Menikahlah denganku." Lamar Lian Cheng tiba-tiba.


Saking kagetnya, Xiao Tan refleks meremas d*da Lian Cheng yang lagi dia pegang. Wkwkwk!


"Apa kau suka sentuhannya?"


apa yang sedang dia remas, Xiao Tan buru-buru melepaskan tangan dan mundur selangkah.


Lian Cheng mengaku kalau dia warga lokal, jadi dia tidak boleh membeli banyak properti. Tapi dia dengar, kalau dia menikah dengan wanita lokal, maka dia boleh membeli satu rumah lagi.

__ADS_1


Xiao Tan terheran-heran dalam hati, apa Lian Cheng bahkan tidak takut kalau dia bisa mencuri propertinya? Berusaha menolak lamarannya dengan sopan, Xiao Tan tergagap meminta Lian Cheng kalau dia pasti bisa menemukan wanita lain yang lebih kaya dan cantik. Kalaupun tidak pasti akan ada banyak wanita di luar sana yang mengejar Lian Cheng, dia kan tampan dan kaya.


__ADS_2