
Lian Cheng tersenyum tipis melihat Xiao Tan tampak benar-benar ketakutan, Lian Cheng langsung mendekatinya dan memaksa kepala Xiao Tan menghadapnya.
Tapi Xiao Tan tetap tidak berani kontak mata dengannya. Lian Cheng jadi berpikir kalau mungkin membuat Xiao Tan ketakutan saat di dalam semalam.
Dia akhirnya berbaik hati membiarkan Xiao Tan pergi dan bertanya ke Yu Hao tentang pengamatannya terhadap Xiao Tan. Yu Hao melapor kalau Xiao Tan tidak pernah masuk ke ruang kerjanya Lian Cheng tanpa izin dan surat itu masih berada di tempatnya.
Tapi memang ada yang aneh dari Xiao Tan, sepertinya dia sengaja menghindari Lian Cheng. Setiap kali Lian Cheng lewat, Xiao Tan selalu menghindar.
Lian Cheng as. "Aku menyadarinya juga. Mulai hari ini dan seterusnya, kau tidak perlu lagi mengawasi Nona Tan Er lagi."
Dia lalu menyuruh Yu Hao untuk membawakannya sekeranjang pangsit kukus. Yu Hao heran mendengar perintahnya, tapi dia tidak berani mempertanyakannya lalu pergi melaksanakan perintahnya.
__ADS_1
Saat Jing Xuan datang tak lama kemudian, dia juga heran melihat Lian Cheng memesan sekeranjang pangsit kukus. Bukannya selama ini Lian Cheng tidak suka pangsit kukus?
Dia juga memperhatikan wajah Lian Cheng tampak bahagia sekali hari ini. Apa terjadi sesuatu yang baik? Lian Cheng cuma mesam-mesem gaje sambil memandangi pangsit kukus itu tanpa memberinya jawaban pasti. Tapi kemudian dia tanya.
"Adik, jika seorang wanita tiba-tiba takut melakukan kontak mata dengan menjaga jarak, apa artinya?"
Oh, Jing Xuan mengerti, jadi semua ini karena seorang wanita. Hmm, kalau dari deskripsinya Lian Cheng tadi sih, itu adalah gejala malu seorang wanita yang sedang jatuh cinta.
"Kurasa saat seseorang jatuh cinta, dia akan berbeda dari biasanya. Seperti bagaimana Kakak yang tiba-tiba menyukai pangsit kukus sekarang. Tapi, siapa wanita yang Kakak itu?"
Tapi Lian Cheng tetap bungkam, malah terpesona memandangi pangsit kukusnya. "Dulu aku sangat benci pangsit kukus, tapi sekarang, kupikir ini enak dan lezat. Aku bahkan tidak ingat mengapa aku membencinya."
__ADS_1
Balum juga dia sempat melahap pangsit kukus itu, Yu Hao datang dengan membawa sebuah surat yang dikirim mata-mata mereka di istana. ada masalah mendesak sampai mata-mata ingin bicara dengan Lian Cheng secara pribadi.
"Mungkin ada kaitannya dengan pertimbangan Putra Mahkota," duga Yu Hao.
Lian Cheng seketika melupakan pangsit kukusnya dan pergi, dia juga memerintahkan Jing Xuan untuk pergi ke istana dan menanyakan apa yang terjadi.
Tepat setelah Lian Cheng pergi, Liu Shang muncul dari balik semak. Ternyata surat yang Lian Cheng terima itu bukan dari mata-matanya, melainkan dari Liu Shang yang dia samarkan seolah-olah itu surat dari mata-mata mereka.
Dia berhasil melakukannya untuk membuat Lian Cheng kuno menyadari kalau mata-mata mereka sebenarnya sudah membelot.
Setelah dia mencopot topeng kulitnya dan diam-diam memperhatikan Xiao Tan yang tengah menyapu bersama Jing Xin.
__ADS_1
Tidak mengetahui kehadiran Lian Cheng modern, Xiao Tan santai saja ngedumel tentang Pangeran ke-8 yang dia yakini punya kepribadian ganda. Biasanya orang seperti ini pernah memiliki masa lalu yang traumatis sehingga menyebabkannya memiliki banyak kepribadian dan emosi yang sering berubah-ubah. Tapi... mungkin juga dia semacam drama queen yang suka akting lebay.