CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
23


__ADS_3

Xiao Tan jelas tidak menerima dan langsung mengembangkan tangan ke bajunya Lian Cheng, tapi dengan cepat ditahan olehnya.


"Errr, maksudku, and kan seorang pangeran. Jadi bagaimana bisa mandi sendiri. Biarkan saya yang melayani anda."


"Sudah kubilang aku tidak butuh bantuan! Keluar!"


"Kenapa kau merasa malu sih? Kau punya banyak pelayan kamar, kau pasti sudah berpengalaman. Aku yakin ini bukan pertamamu kau membuka baju (di hadapan pelayan). Ah, jangan-jangan kau... masih perjaka?"


Mendengar itu, Liaan Cheng memastikan mendekat sampai mengunci Xiao Tan di antara dirinya dan bak mandi. "Katakan, kenapa kamu selalu berusaha mendekatiku?"


Waduh, gawat! Jangan-jangan dia benar-benar sudah membuat Lian Cheng marah dan dia mau menghukumku lagi. Ah, biarlah. Lagian situasinya sudah cukup buruk. Biarpun dia mati, dia tetap harus mencopot bajunya.

__ADS_1


Maka Xiao Tan pun nekat menyingkap sedikit bajunya Lian Cheng tapi malah kaget mendapati*da Lian Cheng mulus tanpa tato apapun. Kaget, Xiao Tan pergi dari sana sambil bingung bingung.


"Apa selamat ini aku salah orang? Dia benar-benar bukan Mo Lian Cheng." Dia pergi meninggalkan Lian Cheng yang masih berada di tempat. Hmm, mungkin perbuatan sedang ketar-ketir gara-gara Xiao Tan tadi. Hehe.


Di istana, Selir Dugu menemani Kaisar saat Jenderal Wei sedang mengompori Kaisar dengan cara mengaduh tentang Lian Cheng. Dia mengklaim bahwa banyak pejabat tinggi yang menuduh Lian Cheng melalaikan tugas-tugasnya.


Dia bahkan mengklaim bahwa kebakaran yang menyebabkan gudang pangan terbakar dan membunuh banyak rakyat adalah pasukan kota yang tidak bertindak tepat waktu.


Kaisar dengan mudahnya terpengaruh dan meminta Jenderal Wei untuk tidak membela Lian Cheng. Biarpun ini kelalaian para bwahannya Lian Cheng, tapi tetap saja Lian Cheng juga salah karena tidak mendisplinkan mereka.


Jenderal Wei melirik Selir Dugu sebelum kemudian mengompori Kaisar lagi dan mengklaim bahwa pasukan kota hanya tunduk pada Lian Cheng seorang. Dia juga mendengar kabar kalau Lian Cheng ingin merekrut seorang ahli strategi... entah apa yang rencanakan Lian Cheng.

__ADS_1


Informasi itu tentu saja membuat Kaisar cemas. Tepat saat itu juga, Lian Cheng datang untuk melapor tentang pasukan kota. Tapi Kaisar sontak ngamuk-ngamuk sambil melemparkan laporan itu ke Lian Cheng.


Dalam batinnya, Lian Cheng bisa langsung tahu kalau ini adalah ulah Selir Dugu. Pasti Selir Dugu yang membakar pangan itu menuduh tim kota.


Dengan begitu, otomatis Lian Cheng-lah yang akan disalahkan. Apalagi para pejabat yang menuduhnya adalah kroni-nya Selir Dugu.


Sekarang karena Kaisar mencurigainya, satu-satunya yang bisa dia lakukan hanyalah mengakui semua ini kesalahannya.


Membela diri hanya akan merugikan dirinya sendiri dan membuat Kaisar semakin merasa terancam olehnya. Lebih baik sekarang dia mundur dan mengulur waktu.


Maka terpaksalah Lian Cheng memohon maaf dan mengakui kalau ini adalah kelalaiannya. Karena Lian Cheng mengaku salah, maka Kaisar memutuskan untuk posisi Lian Cheng sebagai Komandan Pasukan Kota dan menyerahkan posisi itu pada Jenderal Wei.

__ADS_1


Ia bahkan menuntut Lian Cheng untuk mengembalikan lambang kerajaannya. Lian Cheng menurut saja, Selir Dugu dan Jenderal kontan saling melempar pandang dengan senang.


__ADS_2