CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
60


__ADS_3

Liu Shang juga sangat berhati-hati, saat mandi saja dia memakai tirai dan menyuruhnya menunggu di luar. Tapi aneh, Xiao Tan curiga kalau Liu Shang itu b*nci, bahkan saat mandi saja dia butuh dupa.


Mendengar itu, Lian Cheng kontan menatap tajam. Bagaimana Xiao Tan mengetahui itu kalau dia tidak masuk ke ruang pribadi Liu Shang?


Xiao Tan berharap jika Liu Shang sangat berhati-hati, dia bahkan menyuruhnya memakai penutup mata ini. Dia sama sekali tidak bisa melihat apapun.


Lian Cheng menarik untuk melepaskan kain itu dari leher Xiao Tan. Kecurigaannya terhadap Liu Shang semakin bertambah besar sekarang. Sikap Liu Shang yang terlalu berhati-hati ini tidak normal, mungkin dia menyimpan rahasia.


Maka Lian Cheng pun perlahan-lahan tanpa menimbulkan suara, melangkah mendekati kamar mandinya Liu Shang... lalu membuka pintunya.


Untung saja Lian Cheng modern bertindak cepat memakai topeng Liu Shang-nya kembali saat Pangeran ke-8 masuk dan pura-pura seolah sedang mengganti baju. Bajunya agak trbuka, sehingga Lian Cheng kuno bisa melihat tato mawar di dadanya.


"Ada apa Pangeran kemari?" Tanya Liu Shang

__ADS_1


"Aku membawakanmu arak, aku tidak tahu kalau kau sedang mandi."


"Pangeran kan sudah tahu..." Sela Xiao Tan sebelum akhirnya sadar dia keceplosan dan buru-buru diam. Lian Cheng pun langsung memagari Xiao Tan dengan mengarahkan, biar dia tidak semakin mendekat ke Liu Shang.


Tapi pikiran Xiao Tan malah memikirkan hal yang aneh-aneh tentang kedua pria itu. Mengira hobinya Lian Cheng itu suka ngintipin cowok mandi.


Liu Shang minta izin merapikan diri dulu, nanti mereka bisa bicara di ruang belajar. Lian Cheng mengizinkan, Liu Shang pun masuk kembali ke tirainya sambil mendesah lega.


Lian Cheng mendengar desahannya itu dan kontan curiga, mengapa Liu Shang mendesah? Liu Shang menyangkal dengan tegang, mungkin Lian Cheng salah dengar.


Liu Shang sudah pasrah saja, apalagi topengnya sebenarnya belum terpasang dengan benar. Lian Cheng pun tangan untuk menyibak tirai itu... tiba-tiba saja Xiao Tan berdehem dengan heboh.


Pfft! mengira kalau kedua pria itu akan melakukan sesuatu yang aneh-aneh, makanya dia cepat-cepat menyela dengan cerdas dan buru-buru pamit... soalnya dia tidak akan mengganggu momen bahagia mereka. Dia pergi dulu yah, bersenang-senang-senang.

__ADS_1


Tapi bahkan sebelum dia sempat mengambil langkah, Lian Cheng membentaknya dan mengajak Xiao Tan pergi bersamanya. Sementara untuk Liu Shang, dia tidak perlu terburu-buru, nikmati saja tehnya.


Lian Cheng pun langsung mendorong Xiao Tan keluar, dan seketika itu pula topengnya Liu Shang terjatuh.


Begitu bertemu Jing Xin, Xiao Tan langsung menceritakan kejadian tadi pada Xiao Tan. Menurutnya, Lian Cheng itu g*y, cuma mungkin dia punya kecenderungan yang aneh.


Tapi bodo amatlah, sekarang ini dia sedang menunggu Yi Huai untuk membawanya kembali. Tapi, mungkin Yi Huai masih ingin menjadi pangeran di Dong Yue.


"Tapi aku ingin pergi, dia boleh tinggal kalau dia mau."


Jing Xin benar-benar heran. "Nona, apa Nona sudah tidak peduli dengan cinta antara Nona dan Pangeran Yi Huai?"


"Kenapa kau memanggilku nona lagi? Rasanya terlalu formal."

__ADS_1


Jing Xin akhirnya memutuskan untuk bicara serius tentang masalah ini. Menurut pendapatnya, setelah Tan Er jatuh ke danau, dia bukan hanya hilang ingatan, tapi sikapnya juga berubah total.


__ADS_2