
"Kau datang di saat yang tidak tepat. Aku ingin sendiri."
"Kau menderita siang dan malam, Qu Tan Er hidup bahagia di kediaman Pangeran ke-8. Dia mempermainkan semua pria dalam genggaman tangannya"
Yi Huai kontan marah, ini karena Lian Cheng terus menerus memaksa Xiao Tan sedangkan Xiao Tan tidak bisa melakukan apapun karena statusnya yang lebih rendah. Tidak mudah bagi Xiao Tan menjaga keselamatannya, tapi Pan Er malah lebih mempercayai gosip bahkan memfitnah adiknya sendiri.
"Kau salah paham. Aku melakukan ini untuk...
"Diam! Seumur imajinasi, aku hanya akan mencintai Tan Er. Jangan pernah berpikir kalau kau akan punya kesempatan. Pergi!"
Jenderal Wei menemui Selir Dugu dan melapor bahwa Lian Cheng tidak melakukan tindakan apapun pasca pertemuannya dengan Huai tadi. Jenderal Wei merasa kalau Lian Cheng sudah tahu.
Selir Dugu cemas. "Kita harus bergerak lebih dulu sebelum melaporkan hal ini pada Kaisar, kita harus menghancurkan reputasinya lebih dulu!"
__ADS_1
Mendengar itu, Jenderal Wei langsung menunjukkan sebuah kotak berisi sebuah benda kecil. Tapi saat Selir Dugu ingin menyentuh benda itu, Jenderal Wei sontaknya.
Benda itu walaupun biasa, namun cairan di dalamnya mengandung telur serangga. "Sekarang saatnya bagi kita untuk menggunakan Qu Pan Er."
Xiao Tan mondar-mandir sambil giginya dengan kesal sampai Jing Xin, giginya bisa berdarah kalau dia terus-terusan.
"Aku baru akan berhenti kalau sudah begitu! Jika tidak, aku tidak akan bisa menghela napas baunya Pangeran ke-8!"
Si pangeran satu itu jiwanya benar-benar sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi. Kalau ada lomba menyiksa orang, dia pasti jadi juara pertama!
Betul, Yi Huai kan sohibnya. Yi Huai pasti tidak akan melanggar janjinya seperti yang dilakukan Lian Cheng.
"Sohib? Apa itu semacam panggilan sayang?" Jing Xin penasaran.
__ADS_1
Xiao Tan mempertanyakan pertanyaannya. Ngomong-ngomong tentang si pangeran sinting itu, sebenarnya dia mengingatkan Xiao Tan akan seorang pria lainnya... pria yang menc**mnya secara paksa di dunia modern.
"Si baj*ngan yang membeli rumah itu juga bernama Mo Lian Cheng! Aku datang kemari gara-gara dia!"
Jing Xin sontak menutup mulut Xiao Tan dengan panik, takut ada orang yang mendengar Xiao Tan menyebut nama Pangeran ke-8. Dia bisa bermasalah kalau sampai ketahuan.
"Mereka juga punya nama yang sama. Bahkan penampilan mereka juga sama. Dan dua-duanya sama-sama sakit jiwa! Bisa dibuat jadi karya fiksi tentang bagaimana mereka berdua bekerja sama untuk menghancurkan dunia. Pasti akan populer." Nyinyir Xiao Tan.
Tiba-tiba terdengar suara seseorang dari luar yang memberitahu Xiao Tan kalau Pangeran mau jalan-jalan dan Xiao Tan diminta menemaninya. Liu Shang tidak bisa ikut karena sedang tidak enak badan.
Xiao Tan hampir saja mau meneriakkan, tapi Jing Xin dengan cepat membungkamnya dan memberitahu orang di luar kalau Xiao Tan akan segera bersiap-siap. Kesal, tapi terpaksa Xiao Tan akhirnya harus ikut.
Tak lama kemudian, mereka tiba di sebuah hutan. Xiao berjalan Tan paling sambil ngedumel sampai saat Lian Cheng berteriak menegurnya dan kalau depan Xiao Tan tidak boleh lebih dari 3 meter darinya. Dan mengapa Xiao Tan tidak membuka matanya?
__ADS_1
"Aku bukan hanya bisa melihat langsung ke matamu, aku bahkan bisa berjalan sambil melihatmu." Sinis Xiao Tan sambil berjalan mundur dan membuka lurus ke Lian Cheng.