CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
8


__ADS_3

reaksi itu bereaksi dengan cepat. Dalam hitungan detik, Xiao Tan mulai dan akhirnya pingsan.


Lian Cheng tiba bersamaan dengan mereka Ah Yuan yang membawa Lian Cheng pergi. Mobil mereka berpapasan, tapi sayang, Lian Cheng tidak melihat Xiao Tan karena saat itu kepalanya menyender di bahu Ah Yuan.


Dari pelayan bar, Lian Cheng diberitahu kalau Xiao Tan baru pergi, mejanya bahkan belum dibersihkan. Lian Cheng memeriksa bekasnya Xiao Tan dan seketika itu pula dia bisa merasakan hawa sihir yang masih gelas gelas itu.


itu pula yang dia tonton dengan mobil yang berpapasan dengannya tadi dan langsung curiga. Lian Cheng pun pergi mencari Xiao Tan dengan cemas.


Ah Yuan membawa Xiao Tan ke gudang yang merupakan markasnya bersama teman-teman premannya. Untung saja mereka belum melakukan apapun pada Xiao Tan saat Lian Cheng datang (entah bagaimana dia bisa mengetahui keberadaan mereka).


Para preman sontak mengambil berbagai macam senjata lalu menyerang Lian Cheng keroyokan. Tapi tentu saja mereka berdiri Lian Cheng, dengan cepat dan mudah melumpuhkan para preman itu hingga tersisa Ah Yuan seorang.


Tapi dia bahkan jauh lebih buruk daripada teman-teman premannya, Lian Cheng cuma melayangkan tinjauan maut yang bahkan tidak sampai mengenai mukanya dan Ah Yuan langsung membeku seketika, sama sekali tak berani melakukan apapun saat Lian Cheng dengan santainya mengambil Xiao Tan lalu membopongnya pergi.

__ADS_1


Xiao Tan keesokan harinya di ranjangnya Lian Cheng lagi dengan kepala serasa mau pecah. Masih ngantuk, Lian Cheng langsung menarik Xiao Tan ke dalam dekapannya.


"Jangan bicara. Lebih baik kita tidur lebih lama."


Perlahan Xiao Tan mulai sadar dan menyadari dirinya tidur bersama Lian Cheng dan parahnya lagi, dalam dekapan Lian Cheng. Xiao Tan sontak sambil bangkit mencecar Lian Cheng. Dia sudah kelewatan!


"Aku kelewatan? Bangun kau suka meraba d*daku dan ngiler di atas tubuhku? Sekarang kau malah membuatnya seolah itu salahku."


"Kau tidak ingat?"


Iya sih, Xiao Tan memang tidak ingat apa yang terbangun. Tapi kemarin dia berada di bar? Apa jangan-jangan-jangan dia tidur tanpa berjalan sendiri ke pelukan Lian Cheng gara-gara belakangan ini terus menerus belajar Lian Cheng?


"Ya ampun! Memalukan sekali!" Rutuk Xiao Tan lalu menenggelamkan wajahnya di balik selimut saking malunya melihat hal itu.

__ADS_1


Lian Cheng melihatnya. Xiao Tan berlebihan berlebihan. Dia menyatakan bahwa jika seorang pria bernama Ah Yuan mengangkat teleponnya dan memberitahunya kalau Xiao Tan mabuk.


Dan berhubung Lian Cheng itu orang yang baik hati, dia tidak tega membiarkan Xiao Tan tidur di jalanan, makanya dia memungut Xiao Tan dan membawanya pulang.


"Kau itu tidak ada yang baik-baik! Mengapa tidak membangunkanku saja dan kau kan tahu rumahku?! Kau kan tahu rumahku!"


"Kau kencan dengan pria yang sengaja membuat mabuk. Seleramu akan benar-benar buruk!"


Tidak terima, Xiao Tan sontak mencekik leher Lian Cheng. Berani sekali dia mengucap itu!


"Jadi masih belum? Kau masih ingin melakukan hal cukup denganku hari ini?" Goda Lian Cheng.


Kesal, Xiao Tan akhirnya melepaskannya lalu mengecek ponselnya dan seketika itu pula dia menyadari ada yang aneh. Seseorang membobol akun wechat-nya. Wah, gawat! Lian Cheng buru-buru mencari ponselnya, tapi Xiao Tan menemukan duluan di bawah bantal. Ketahuan deh.

__ADS_1


__ADS_2