CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
50


__ADS_3

Selir Dugu dan Jenderal Wei kontan tegang. Tapi tiba-tiba seorang penjaga menerjang Pan Er dan hampir saja membunuhnya jika saja Liu Shang tidak bertindak cepat dan melumpuhkan prajurit dengan cepat.


Lian Cheng langsung nyinyir menyindir Jenderal Wei. Anak buahnya ingin membungkam saksi di hadapan khalayak ramai, dia hebat sekali dalam melatih bawahannya.


Si prajurit setia itu dengan cepat melindungi Jenderal Wei dan mengklaim kalau Jenderal Wei tidak terlibat. Dia melakukan ini sendiri karena dia punya dendam kesumat terhadap Lian Cheng.


Tiga tahun yang lalu, Lian Cheng menghina kakaknya hingga kakaknya memutuskan untuk bunuh diri karena tidak berani membangun hinaan itu. Lian Cheng dengan tenang menyangkal ucapan si prajurit, kakaknya itu bunuh diri karena merasa bersalah. Itu adalah konsekuensi yang pantas atas kesalahannya.


Demi melindungi Jenderal Wei, si prajurit mengklaim kalau ini adalah kesalahannya sendiri dan menggorok lehernya sendiri.


Berpikir cepat, Jenderal Wei pura-pura menyalahkan dirinya sendiri karena gagal mendidik anak buahnya. Karena itulah, Jenderal Wei juga menyatakan kalau dia akan menebus kesalahannya dengan membunuh dirinya sendiri juga.

__ADS_1


Kaisar diam saja bahkan saat Jenderal Wei menghunus pedang ke lehernya sendiri, tapi Selir Dugu panik dan kontan berteriak menghentikannya.


Tak ingin membuat Kaisar curiga, dia beralasan kalau pelaku yang sebenarnya sudah membunuh dirinya sendiri, jadi tak perlu lagi ada pertumpahan darah di hari ultah Kaisar ini.


Kaisar setuju dengannya. Tapi Jenderal Wei tetap harus terjatuh di atas kelalaiannya. Mulai hari ini, gelar kebangsawanan Jenderal Wei dicabut dan pangkatnya diturunkan 3 tingkat.


Dan untuk kedua pangeran, Yi Huai dan Lian Cheng, atas jasa mereka berdua yang telah melindunginya dengan hati-hati, Kaisar memutuskan untuk memberi mereka berdua hadiah besar.


Yi Huai memberikan 10.000 tael emas. Sedangkan Lian Cheng, terutama karena dia memiliki Liu Shang yang telah berjasa menyelamatkannya, Kaisar memutuskan untuk menghadiahkan lencana komando kerajaan untuk Lian Cheng.


Alih-alih ribet menjelaskan kalau lencana itu bisa digunakan untuk memimpin tentara militer, Liu Shang mengiyakan saja gerutuan Xiao Tan.

__ADS_1


Begitu kembali ke kamarnya, Liu Shang cepat-cepat meminum obatnya. Dia hampir saja mau membuka topengnya saat tiba-tiba terdengar suara Lian Cheng dari luar.


Dia datang untuk mengucap terima kasih pada Liu Shang atas jasanya hari ini. Tapi hewan itu sangat langka sampai tabib istana sana tidak pernah melihatnya, lalu bagaimana Liu Shang bisa mengetahuinya.


Liu Shang mengaku bahwa beberapa tahun yang lalu dia pernah bepergian ke wilayah barat daya. Dia memiliki masa lalu yang rumit dan banyak pengalaman yang luar biasa.


"Mungkin saat ini Pangeran tidak bisa membayangkan semua itu. Namun kelak, Pangeran pasti akan memahaminya."


"Aku ingin memberimu penghargaan. Apa yang kau inginkan?"


"Qu Tan Er."

__ADS_1


Wajah Lian Cheng berubah mengeras mendengar permintaan itu. Liu Shang menegaskan bahwa dia ingin pindah ke villa salju dan dia ingin Tan Er mengurus kebutuhannya. Tapi Lian Cheng cuma diam sambil menatap tajam.


"Apa Pangeran akan berpikir ulang untuk menarik penghargaan anda?"


__ADS_2