
Xiao Tan tak pikir pikir klien barunya yang super nyebelin itu. Mendadak dia punya ide lalu mengepos rutukan tentang klien barunya itu di medsos dan menasehati siapa pun untuk jangan mau berurusan dengan klien barunya itu.
Baru sedetik dia mengeposnya, ponselnya bunyi dari Lian Cheng. Waduh, jangan-jangan Lian Cheng membaca postingannya barusan? Tapi tidak mungkin, mereka tidak bisa berteman di medsos.
Dia buru-buru mengangkat telepon itu. Tapi bahkan sebelum dia selesai menyapa, Lian Cheng berkata kalau dia ada di bawah. Hah? Dari mana Lian Cheng tahu rumahnya? Tapi Liang Cheng langsung menutup teleponnya begitu saja dan membuat Xiao Tan tak qpunya pilihan lain selain dari turun untuk menemuinya.
Apa Lian Cheng datang karena dia sudah mau tanda tangan sekarang? Tapi alih-alih menjawabnya, Lian Cheng malah menggunakan Xiao Tan untuk masuk mobilnya.
Xiao Tan menurutinya. Tapi begitu dia duduk, Lian Cheng bergerak mendekatinya sampai membuat Xiao Tan dan ketakutan.
"Kau mau apa?"
"Menurutmu apa?" Goda Lian Cheng lalu dengan santainya membantu memakaikan sabuk pengamannya Xiao Tan.
"Kau mau membawaku ke mana?" Tanya Xiao Tan.
Lian Cheng tidak menjawabnya karena tak lama kemudian, Xiao Tan mendapatkan jawaban itu dengan sendirinya. Lian Cheng ternyata membawanya ke sebuah restoran yang mejanya panjaaaaang banget untuk makan malam romantis.
Xiao Tan sih senang-senang saja walaupun sebenarnya dia bisa menunggu di luar saja.
__ADS_1
"Makan sendiri itu rasanya kesepian."
"Kukira gadis kaya dan cantik itu ngebet ingin makan kamu."
"Apa dia tahu gusar?"
"Gak tuh." Sangkal Xiao Tan.
Makan mulai disajikan, Lian Cheng menyuruh Xiao Tan untuk makan banyak... biar tidak mubazir. Jelas-jelas dia perhatian, tapi sengaja memilih kata-kata biar makan malam ini terkesan romantis.
"Kau benar. Karena aku sudah datang, sayang kalau aku tidak makan. Terima kasih."
"Memangnya aku ini tong sampahmu." Kesal Xiao Tan.
Tapi tidak masalah juga sih. Xiao Tan justru berterima kasih pada Lian Cheng karena baru kali ini dia makan steak selezat ini.
"Kalau kau menikah denganku, kau bisa makan enak setiap hari."
Uhuk, uhuk! Xiao Tan sampai terbatuk-batuk saking kagetnya dan langsung melayangkan tajam ke Lian Cheng.
__ADS_1
"Aku kan cuma bilang kalau itu ."
"Kau menakutiku saja."
Ah, mumpung Lian Cheng belum menyentuh makanannya, Xiao Tan ingin memotretnya dan mempostingnya ke medsos.
Saat mereka kembali ke mobil tak lama kemudian, Xiao Tan kebingungan mencari ponselnya. ketinggalan, tapi kemudian Lian Cheng mengeluarkan ponsel itu dari sakunya lalu menyerahkannya ke Xiao Tan.
Dia juga menyerahkan ponselnya sendiri dan meminta Xiao Tan untuk meng-add-nya di wechat biar dia lebih mudah menghubungi Xiao Tan. Oke.
"Kata sandi-nya apa?" Tanya Xiao Tan.
"0529."
"Hah? Itu kan...?" (tanggal ultahnya mungkin)
"Kenapa?" Lian Cheng pura-pura bodoh.
"Tidak mengapa-kenapa." Xiao Tan lalu cepat-cepat meng-add Lian Cheng.
__ADS_1
Tapi senyum Lian Cheng musnah seketika saat dia mendapat penglihatan masa depan. Dia dua melihat itu mendatangi mobilnya. (Sekarang dia kemampuan melihat masa depan juga nih. Hmm, oke-oke. Mending sedari awal diperlihatkan tidak yakin keajaiban-nya kayak gini daripada musim pertama yang mereka mati lalu pindah ke dunia lain dan punya kekuatan super yang tidak terlalu nyambung dengan cerita awal)