CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
26


__ADS_3

Dialah orang lain yang menembakkan anak panah kedua setelah anak buahnya Jenderal Wei menembakkan panahnya Lian Cheng. Dia meminta maaaf karena waktu itu keadaannya mendesak, jadi dia terpaksa harus melukai Lian Cheng.


Lian Cheng berterima kasih kepada Anda. Berkat bantuan Liu Shang, dia selamat dari rencana politik Jenderal Wei. Menurut Jing Xuan, rencana kebijakan Jenderal Wei ini bisa mereka manfaatkan untuk menjatuhkan Selir Dugu.


Tapi Lian Cheng ragu, dia berpikir kalau dia tidak boleh bertindak gegabah di saat seperti ini, saat ayahnya masih mencurigainya. Lebih baik dia menunggu kesempatan bagus.


"Jenderal Wei dan Selir Dugu sekarang disukai dan dipercayai oleh Paduka. Jika Pangeran pasti lebih lanjut, maka Kaisar akan mencurigai niatan Pangeran dan beliau akan merasa terancam. Jadi harus menunggu kesempatan yang bagus." Ujar Liu Shang yang sepertinya bisa membaca pikiran Lian Cheng dan jelas saja membuat Lian Cheng keheranan.


Jing Xuan jadi malu, Liu Shang memang benar-benar orang yang sangat berhati-hati. Agar Lian Cheng bisa memenangkan posisi putra mahkota, mereka harus mengawasi korupsi yang dilakukan Selir Dugu dan Jenderal Wei.


"Tidak mudah mendapatkan posisi pewaris tahta. Saya juga harus mendapatkan dukungan para menteri," pikir Lian Cheng.


"Pangeran, lebih dari waspada terhadap Selir Dugu, Anda juga harus mendapatkan dukungan dari para menteri." Liu Shang yang lagi-lagi mengutarakan apa yang Lian Cheng ungkapkan dan membuat Lian Cheng semakin keheranan Anda.

__ADS_1


"Kita punya pikiran yang sama," heran Lian Cheng.


Liu Shang mengaku kalau dia juga mempelajari ilmu perbintangan dan dia meramalkan akan terjadi banjir bandang lagi.


Jika Lian Cheng melakukan tindakan pencegahan dan mengirimkan bantuan pangan ke tempat bencana yang terjadi, maka dia pasti akan mendapatkan dukungan pejabat tinggi di istana dan kesempatan untuk memenangkan posisi putra mahkota.


Liu Shang benar. Hanya saja, Lian Cheng masih ragu apakah banjir bandang itu akan benar-benar terjadi atau tidak. Liu Shang dannya untuk tidak mengkhawatirkan hal itu. Yang penting jangan melewatkan kesempatan ini.


"Yang Mulia, saya hanya rakyat jelata. Saya tidak membutuhkan kekayaan sebanyak itu. Bagaimana jika Yang Mulia meminjamkan tamu saja bagi saya untuk tinggal di sini, agar kita bisa berkreasi dengan lebih nyaman."


Lian Cheng jadi curiga curiga terhadap permintaannya, tapi dia tetap menuruti permintaan Liu Shang. Tapi ada satu hal yang tidak Lian Cheng mengerti...


"Kenapa kau memilihku?" Tanya Lian Cheng.

__ADS_1


"Yang Mulia, apa yang anda ingat sekitar satu dekade yang lalu, anda pernah menyelamatkan seorang anak yang tenggelam di kota bagian selatan?"


"Kau anak yang kuselamatkan?"


"Setelah Pangeran menyelamatkan saya, saya kebetulan bertemu dengan seorang guru tua yang terkemuka, saya cukup beruntung menerima bimbingan beliau."


Wah, Jing Xuan tak menyangka kalau ternyata Liu Shang dan Lian Cheng punya masa lalu bersama. Tapi Lian Cheng tampak masih belum sepenuhnya percaya.


Liu Shang memberitahu Lian Cheng bahwa di pinggiran Gunung Yumen ada sebuah pemandian air panas yang bisa membantu menyembuhkan luka di luar, sebaiknya Lian Cheng pakai. Dia lalu pamit pergi.


Setelah kepergiannya, Jing Xuan langsung memuji-muji kepintaran dan keberanian Liu Shang. Dia benar-benar berbakat seperti rumor yang beredar tentangnya.


Tapi Yi Huai merasa Liu Shang agak aneh. Lian Cheng berpikir sama, mengingat bagaimana Liu Shang tadi terus-menerus bisa membaca pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2