
Tepat saat itu juga Kepala Pelayan datang sambil martah-marah karena melihat mereka. Pan Er langsung mengaduhkan Xiao Tan ke Kepala Pelayan dan menuduh Xiao Tan mematahkan gelangnya Selir Dugu.
Kepala Pelayan mempercayainya begitu saja dan langsung mengomeli Xiao Tan, dia harus dihukum.
Tidak terima, Xiao Tan mengingatkan kembali kejadian tadi dan sadar kalau Pan Er sengaja melepaskan gelang itu dari pegangannya. Qu Pan Er menjebaknya.
"Kau menjebakku!" Kesal Xiao Tan.
Pan Er ngotot menuduh Xiao Tan tidak mau mengakui kesalahannya. "Hari ini akan kuberi kau pelajaran!"
Pan Er sontak mengayunkan tangan untuk menurunkan Xiao Tan, tapi tiba-tiba seseorang menangkap tangan dan mendorongnya sampai dia tersungkur di tanah. Dan orang itu tak lain adalah Lian Cheng.
__ADS_1
Hmm, sepertinya dia Lian Cheng modern deh dilihat dari reaksinya yang tampak sangat murka. Dengan penuh amarah dia mengingatkan Pan Er bahwa ini adalah kediamannya, jadi Pan Er tidak punya hak menghukum siapapun di tempat ini.
"Qu Tan Er adalah pengawas wanita di kediamanku. Dia pelayanku. Jika kau berani menyentuhnya lagi, aku tidak akan mengampunimu dengan mudah."
Pan Er mengaduh kalau Xiao Tan mematahkan gelangnya Selir Dugu, jadi dia harus dihukum. Mendengar itu, Lian Cheng memperhatikan gelang patah itu dan langsung bisa menyadari kalau patahan gelang itu sangat rapi yang jelas menunjukkan kalau gelang ini tidak patah secara alami.
"ini dipatahkan dengan sengaja. Jika kau setuju, aku bisa memerintahkan ahlinya di istana untuk memeriksanya. Akan tetapi, begitu kebenarannya terungkap, kau tidak akan bersalah seperti tuduhan."
Pan Er yang sedari tadi gelisah mendengar ucapan Lian Cheng, sontak bersujud sambil mengklaim kalau dia hanya bercanda saja. Mungkin saja dia sendiri yang mematahkan gelang itu, bukan salah Tan Er kok.
Lian Cheng memutuskan untuk mengampuni Pan Er dan memutuskan masalah ini sampai di sini. Tapi jika lagi Pan Er datang dengan niat jahat dan menindas pelayannya lagi, Lian Cheng tidak akan memaafkannya dengan mudah.
__ADS_1
"Kuperingatkan kau. Jika kau memilih untuk membantu orang lain lebih daaripada adikmu sendiri, maka kau akan mendapat masalah besar di kemudian hari."
Dia lalu memilih omelannya ke Kepala Pelayan. Sebagai Kepala Pelayan, seharusnya dia menjaga penghinu rumah ini dengan baik. Jika dia menghukum pengawas wanita tanpa kebenarannya dulu, berarti dia tidak pantas menjadi seorang kepala pelayan.
"Sampaikan perintahku. Semua orang di kediaman ini harus menghormati Qu Tan Er dan memperlakukannya dengan baik," titah Lian Cheng lalu mengusir Pan Er.
Xiao Tan masih dendam dan hampir saja mengejarnya, tapi Lian Cheng dengan cepat menyuruh Xiao Tan untuk ikut dengannya.
Lian Cheng membawa Xiao Tan masuak ke kamarnya. Perhatian Lian Cheng langsung tertuju ke tempat tidur antik itu, ranjang penuh dengan Xiao Tan yang dulu dan kontan membuat senyumannya mengembangakan momen-momen indah mereka. Xiao Tan heran melihatnya senyam-senyum gaje, dia lagi jatuh cinta apa?
Lian Cheng lalu pindah ke tempat ganti baju dan menyuruh Xiao Tan untuk membantunya. Dia bahkan langsung merentangnya tangan (minta dipeluk?). Xiao Tan menatap bingung.
__ADS_1
"Lepaskan sabukku." Perintah Lian Cheng.
Xiao Tan mendekat dengan ragu-ragu dan agak sedikit tubuhnya pada ujungnya tidak terlalu nempel saat dia membiarkan lengannya di pinggang ke pinggang Lian Cheng dan berusaha meraba-raba sabuknya.