
Jing Xin agak bingung, tapi dia mengiyakannya saja. Lalu, Yi Huai juga ingin Xiao Tan menemuinya di tempat lama, Mu Xin Laotie di negeri ajaib.
Xiao Tan lucu dan akhirnya memutuskan kalau bahasa Inggrisnya Yi Huai juga pasti sama buruknya dengannya. Jing Xin sih senang-senang saja melihat nonanya tersenyum, diam-diam dalam hati dia berharap nonanya ini dan Yi Huai akan bisa menjadi suami-istri.
Senang karena surat itu, Xiao Tan mengajak Jing Xin untuk merayakannya dengan melahap kue-kue mereka sebagai pengganti arak.
Setelah itu, Xiao Tan keluar kamar dengan antusias menemui Yi Huai - sohib barunya yang tersayang untuk pergi selama-lamanya dari tempat ini.
Tapi baru saja dia menutup pintu, dia malah melihat Liu Shang berjalan ke arahnya. Dia berniat menghindar, tapi Liu Shang langsung memanggilnya. Xiao Tan mau pergi ke mana sampai buru-buru begitu?
"Tuan, kamu bilang setelah aku keluar dari Vila Salju adalah waktu pribadi saya."
"Tapi aku belum mengizinkanmu pergi sekarang."
"Apa lagi yang Tuan pesan?"
__ADS_1
"Siapkan air mandi."
Dasar cowok c***l! Mandi di siang bolong begini. Saat baju berganti saja Liu Shang menghindarinya. Awas saja! Xiao Tan bersumpah akan membuat Liu Shang menderita saat mandi nanti.
"Baiklah. Saya akan menyiapkan pemandian anda, Tuan." Ucap Xiao Tan.
Saat Xiao Tan menyiapkan air panasnya, Liu Shang diam-diam menatap dengan rasa bersalah. Tapi apa boleh buat, ini yang bisa dia lakukan hanya untuk menghentikan Xiao Tan menemui Yi Huai.
Dia lalu masuk ke balik tirai untuk mencopot bajunya dan topengnya. Xiao Tan masukkan kelopak-kelopak bunga mawar ke bak mandi sambil menggerutu sebal, kalau Liu Shang pakai tirai, mending sekalipun dia nutup pintu.
Xiao Tan heran, kalau Liu Shang semalu ini, lalu mengapa Liu Shang menyuruhnya untuk melayaninya di kamar mandi?
"Keluarlah dan tutup pintunya, atau tutup matamu. Pilih salah satu."
"Kalau begitu lebih baik aku keluar. Panggil saja aku kalau Tuan butuh apa-apa."
__ADS_1
"Bagaimana suhu airnya."
Xiao Tan mengklaim agak dingin lalu menambahkan lebih banyak air panas... sambil berputar mengitari bak mandi itu sampai dia berhenti di depan tirainya Liu Shang.
Diam-diam dia memberi aba-aba lalu bergerak kilat untuk membuka tirai itu. Tapi untung saja Lian Cheng juga cekatan menyadari aksi Xiao Tan dan dengan cepat mendekap Xiao Tan, bahkan sebelum Xiao Tan sempat melihat wajahnya.
Lian Cheng jadi keenakan memluknya makin erat. "Tan Er nakal sekali. Sifat ini harus diubah."
Dengan cepat dia mengikat kain untuk mata Xiao Tan dan mendorongnya keluar. Tapi tepat saat itu juga, tiba-tiba pintu kamar itu diketuk dan terdengar suara Lian Cheng kuno dari luar, memberitahu Liu Shang bahwa dia datang membawakan arak untuk merayakan kepindahakannya kemari.
Tapi alangkah terkejutnya dia saat pintu terbuka dan keluar ternyata Xiao Tan. Lian Cheng modern juga panik dan cepat memakai topengnya kembali.
Xiao Tan memberitahu Lian Cheng kalau Liu Shang sedang mandi sekarang. Lian Cheng kontan melotot kesal, apa Xiao Tan melanggar larangannya?
"Tidak! Tentu saja tidak. Saya meminta tiga perintah dan tiga larangan Pangeran. Saya tidak bermain kecapi dengan Tuan Liu Shang, saya juga tidak mengintipnya saat mengganti baju."
__ADS_1