CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
58


__ADS_3

Saat Xiao Tan kembali dengan membawa tehnya, kali ini Liu Shang malah menuntutnya untuk penutup mata dengan alasan bahwa cara ini akan lebih nyaman bagi mereka berdua saat berada di kamar ini.


"Aku tidak merasa tidak nyaman. Anda berlebihan," tolak Xiao Tan.


Tapi Liu Shang tidak peduli dan tetap memakai penutup mata itu ke Xiao Tan. "Tan Er, seorang gadis harus bisa mengendalikan diri. Siapapun orangnya, kau tidak boleh mengintip tbuh pria."


Kedekatan ini membuat Xiao Tan heran, mengapa aroma tbuh Liu Shang terasa tidak asing?


Aman setelah penutup mata itu, Liu Shang pun melepaskan topengnya dan menjadi Lian Cheng modern lagi sambil Xiao Tan untuk tidak membuka penutup matanya.


"Tuan, apa kau percaya pada takdir? Kalau ada kesempatan, aku pasti akan mengenalkanmu pada seseorang. Kau dan orang yang pernah kukenal itu pasti bisa langsung akrab."


Orang itu juga suka berganti baju, sama seperti Liu Shang. Dia suka warna putih dan terobsesi dengan kebersihan. Dia juga suka memaksa orang lain untuk mencucikan pakaiannya.

__ADS_1


Dia juga suka alunan musik yang aneh, mirip alunan kecapimu tadi. Orang itu juga pintar, tapi dia menggunakan kepintarannya untuk memecah sandi orang lain.


"Dalam hal ini, anda lebih baik daripada dia. Walaupun aku tidak bisa menjelaskan situasiku saat ini, tapi ini berhubungan dengannya."


Lian Cheng senang mendengar Xiao Tan membicarakan dirinya. "Kau mengenal baik teman yang mirip denganku. Apa dia kekasihmu?"


"Tentu saja bukan!" Sangkal Xiao Tan... tapi kemudian dengan suara pelan dia berucap sedih. "Kalaupun benar, aku tidak bisa kembali."


Xiao Tan sudah antusias melihat tubh Lian Cheng, tapi saat dia membuka penutup matanya, kamar itu malah sudah kosong.


Saat Jing Xin kembali, Xiao Tan sudah menunggunya dengan berbagai kudapan. Semua ini dia siapkan untuk Jing Xin loh, makanlah. Terus... apa Yi Huai?


"Pangeran Pertama berkata kalau dia memahami kesulitan Nona dan dia merasa sangat senang. Ini surat balasan darinya."

__ADS_1


Xiao Tan antusias membukanya, tapi langsung melihat Yi Huai menulis suratnya pakai bahasa Cina tradisional dan dia benar-benar kesulitan memahaminya. Dia baru sadar kalau bukan hanya kemampuan bahasa Inggris saja yang buruk, kemampuan bahasa Cina tradisional juga sangat buruk.


"Bagaimana kalau kau membacakannya untukku?" Pinta Xiao Tan.


Jing Xin dengan senang hati membacakannya. "Setelah pertemuan kita, perpisahan menjadi. Siapa yang tahu seberapa besar keagunganku. Satu hari aku tidak mu, perasaa itu masih ada dibalik kerutan."


Sebentar! Xiao Tan bingung sendiri mendengar kata-kata puitis romantis bin gombal itu. Coba baca lagi dengan baik-baik, kata demi kata, apa ada konten khusus?


Tentu saja ada, Xiao Tan memang yang paling mengerti Yi Huai. Jing Xin lalu menunjukkan kalimat berikutnya: Sungai mengalir secara diam-diam dan berhati-hati, rembulan tampak di atas pohon willow.


Kalimat ini maksudnya, Yi Huai juga merasa bahwa ada banyak orang di kediaman Pangeran ke-8 ini. Jadi lebih baik tempat pertemuan mereka diganti di dekat sungai, waktunya adalah saat bulan muncul yaitu malam hari.


Oh, Xiao Tan mengerti. Dia memang datang ke tempat si*lan ini setelah dia jatuh ke air. Jadi untuk pergi dari tempat ini, pasti ada hubungannya dengan air juga. Iya, kan?

__ADS_1


__ADS_2