CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
16


__ADS_3

Malam harinya, Xiao Tan dihukum menyapu bersama Jing Xin. Tapi dia benar-benar dengan situasi ini dan langsung menyalahkan kesalahan untuk kesalahan.


Melihat itu, Jing Xin langsung duduk di sampingnya sambil menasehatinya untuk tidak melihat langsungsembrono lagi, tempat ini bukan rumahnya. Syukur-syukur dia cuma dihukum menyapu, tapi kalau Xiao Tan membuat Kepala Pelayan marah, maka mungkin dia akan dihukum cambuk.


"Jing Xin, apakah orang yang kita lihat siang tadi itu benar-benar Pangeran ke-8?"


"Tentu saja. Tidak mungkin kan dia peniru."


"Aneh sekali. Masa aku salah orang? Tidak mungkin, tidak mungkin ada seseorang yang mirip di dunia ini. Pangeran ke-8 itu sangat mirip dengan Mo Lian Cheng. Tidak, aku yakin kalau Mo Lian Cheng juga datang ke Dong Yue dan menjadi Pangeran ke-8. Aku harus tanya dia langsung!"


Jing Xin yang sedari tadi ketakutan, sontak menahannya dan mengingatkannya untuk tidak menyebut nama lengkap Pangeran ke-8 lagi atau dia akan dihukum lagi.

__ADS_1


"Aku tidak peduli. Mo Lian Cheng! Mo Lian Cheng! Mo Lian Cheng! Kalau bukan karena si pria si*lan itu, aku tidak akan dikejar-kejar dua orang aneh itu dan jatuh dari tebing lalu datang ke Dong Yue si*lan ini !Sekarang aku malah turun derajat jadi pelayan, semua ini karena dia! Aku harus mencarinya agar aku bisa menemukan jalan pulang."


Jing Xin prihatin. "Nona, jangan khawatir. Nona ini hanya untuk memainkan kecapi, menulis puisi, dan melukis. Jadi, Nona tidak boleh melakukan pekerjaan kotor dan kasar. Mulai sekarang, biarkan aku saja yang menyajikan teh, kayu, dan menyapu lantai untukmu."


"Sebanyak itu yang harus dikerjakan? Sungguh zui (sulit dipercaya)."


"Nona, Nona itu seorang nona. Bagaimana bisa Nona mabuk (zui)?"


"Jangan khawatir. Aku tidak akan mabuk! Jing Xin, terima kasih yah karena kau sudah membantu dan menjagaku selama ini. Aku bersyukur kau telah menemaniku di tanah asing ini. Kukasih tahu kau, aku ini sebenarnya sangat kuat. Aku tidak keberatan melakukan pekerjaan kasar. Mulai sekarang, mari kita saling menjaga satu sama lain. Mulai sekarang, kau adalah teman baikku. Dan juga, berhentilah memanggilku Nona Muda Kedua. Panggil saja aku Xiao Tan."


Lian Cheng modern mendatangi rumah Kakek Liu. Ia tahu ada yang datang, tapi tetap saja ia cuek merem sambil ngemil.

__ADS_1


"Kau tahu aku datang, tapi kenapa kau tidak mengatakan apapun?"


"Kenapa juga aku harus membiarkan anak kunyuk menggangguku?"


"Aku datang mencari... seorang tua bangka yang bernama Liu Qian Shui. Dia berasal dari Negeri Jiwa Mistis. Dia datang ke Dong Yue untuk menemukan pemilik Mutiara Penekan Jiwa. Dan juga, dia memiliki sebuah instrumen keramat bernama Seruling Penukar Jiwa."


Ucapan Lian Cheng itu kontan membuat Kakek bangkit Liu dengan kaget, dari mana Lian Cheng bisa mengetahui segala sesuatu tentang dirinya itu? Dia siapa? Dari mana dia berasal? Kenapa pakaiannya aneh banget? Apa jangan-jangan dia juga tahu siapa pemilik Mutiara Penekan Jiwa?


"Kalau kau ingin tahu, bantu aku menemukan cara untuk membantu," ujar Lian Cheng.


"Mengubah wajah itu bukan itu."

__ADS_1


"Kalau begitu, aku pergi saja."


Eh, tunggu dulu! Kakek Liu mengubah pikiran, hanya mengubah wajahkan? Tidak masalah. Tapi bukan hanya itu yang Lian Cheng inginkan, dia juga ingin tahu situasi politik terkini di negeri ini.


__ADS_2