
Xiao Tan jelas marah. "Kau mengawasiku? Dasar sinting!"
Lian Cheng berusaha menjelaskan kalau dia melakukan itu hanya ingin melindungi Xiao Tan. Tapi Xiao Tan terlalu marah untuk mendengarkannya apalagi mempercayai omongannya.
"Kau sangat menakutkan! Apa ini lucu bagimu?! Mengapa aku harus memikirkan segalanya? Apa aku tidak akan tahu segalanya? Apa aku tidak tahu apa yang sebenarnya!"
Tapi alih-alih berusaha berharapnya dengan cara baik-baik, Lian Cheng malah semakin menarik Xiao Tan dan menci*mnya paksa yang jelas saja membuat Xiao Tan marah dan marahnya.
"Mo Lian Cheng! Aku ingin mencari nafkah dan hidup damai. Kalau kau tidak berniat membeli rumah, jangan mendatangiku lagi!"
Xiao Tan langsung pergi tanpa mempedulikan teriakan Lian Cheng.
Sejak saat itu, Lian Chenga terus berusaha menghubunginya tapi Xiao Tan tidak pernah mengangkatnya.
__ADS_1
Lian Cheng jadi termenung sedih di ranjang antik-nya Xiao Tan, ranjang yang dulu membuat Xiao Tan time travel ke Kerajaan Dong Yue itu. Ranjang itu dia dapatkan dengan susah payah.
Padahal dia hanya ingin melindungi Xiao Tan dari para pembakar jiwa itu, tapi sekarang malah mengacaukan segalanya. Selama pemburu jiwa itu masih bermain, Xiao Tan masih berada dalam bahaya besar.
"Aku harus mempersiapkan si pemburu jiwa itu demi melindungi Tan Er dan memastikan dia tidak berada dalam bahaya lagi."
Tapi sekarang Xiao Tan bahkan tidak mempercayainya. Entah bagaimana reaksi Xiao Tan kalau dia terang-terangan memastikan kebenarannya.
Ponselnya Xiao Tan berbunyi lagi, tapi kali ini dari managernya. Tapi begitu Xiao Tan mengangkat teleponnya, dia langsung diomeli gara-gara Xiao Tan tidak mengangkat telepon dari klien. Pfft! Lian Cheng ternyata ngaduh ke managernya.
Manajer tak percaya. Lian Cheng mau menerima ketentuan dari mereka, jadi biarpun Xiao Tan sakit atau lumpuh sekalipun, pokoknya dia bisa mendapatkan tanda tangan Lian Cheng harus apapun caranya.
Kalau Xiao Tan tidak muncul dalam waktu 10 menit, dia tidak usah kembali lagi. Kesal, tapi terpaksalah Xiao Tan harus bangkit dan berangkat ke kantor sekarang juga.
__ADS_1
Lian Cheng sudah menunggu di mobilnya saat Xiao Tan keluar tak lama kemudian dengan membawa surat kontraknya. Silahkan Lian Cheng baca baik-baik sebeluam tanda tangan, tapi Lian Cheng langsung saja tanda tangan tanpa ragu.
Tapi saat Xiao Tan ingin mengambil dokumen itu dari tangan Lian Cheng, Lian Cheng malah sengaja mempereratnya/
"Apa yang anda memiliki permintaan lain, Tuan?" Tany Xiao Tan berusaha bersabar.
"Kau mau mendengar sebuah cerita?" Tawar Lian Cheng.
Lian Cheng mulai bercerita. Mungkin biar tidak menakuti Xiao Tan, dia menceritakan kisahnya ala-ala kisah dongeng.
Dahulu kala, ada sebuah kerajaan bernama Kerajaan Dong Yue. Di sana, hiduplah Pangeran ke-8 dan putrinya yang berasal dari dunia lain. Mereka saling mencintai satu sama lain dan melewati berbagai penderitaan bersama.
Tapi dalam sebuah kemelut, mereka terpisah. Sang entah bagaimana caranya masuk ke dunia menyanyikan lagu putri. Dia menemukan sang putri di dunia itu.
__ADS_1
"Tapi saat dia ingin kembali bersama sang putri, dia menyadari kalau orang yang dia temukan itu, diciptakan, wanita yang sama. Sang pangeran memutuskan untuk membuat sang putri jatuh cinta sekali lagi. Tapi ternyata dia jauh lebih buruk daripada yang dia duga. Membuat orang memutuskan untuk membuat sang putri jatuh cinta sekali lagi. Tapi ternyata dia jauh lebih buruk daripada yang dia duga. yang sama jatuh cinta lagi kamu, ternyata tidak mudah."