CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
40


__ADS_3

Tapi karena Xiao Tan berhasil memecahkan rekor gaji yang tidak bisa dipecahkan oleh Kepala Pelayan, Lian Cheng memutuskan untuk menaikkan jabatan Xiao Tan tiga tingkat setara dengan Kepala Pelayan. Xiao Tan kurang senang dengan masalah gaji, tapi kenaikan pangkatnya kontan membuat kembali sumringah.


"Pemikiran yang unik, siapa sebenarnya Nona Qu ini?" Pikir Lian Cheng yang benar-benar menarik perhatian Xiao Tan.


Malam setiap hari, Selir Dugu datang biasanya, membawakan ramuan obat untuk Kaisar. Tapi kali ini Kaisar ogahan agak untuk meminumnya dan terang-terangan berkata bahwa setiap kali meminum obatnya Selir Dugu, sakitnya membaik, malah bertambah parah. Apa bukan Selir Dugu sendiri yang merebus obat ini?


Selir Dugu kontan ayak dengan panik dan menyangkal, mungkin itu karena pertimbangan bahan-bahannya salah, dia janji akan segera membahas masalah ini. Mungkin tak tega kepanikan Selir Dugu, Kaisar tidak mempermasalahkannya lebih jauh dan tetap menonton obat itu.


Tapi tentu saja keraguan Kaisar barusan membuat khawatir. Saat mereka pergi, Pelayannya Selir Dugu cemas kalau-kalau Kaisar curiga obat itu. Selir Dugu pun segera dan segera memerintahkan pelayan untuk memanggil Jenderal Wei. Sudah saatnya untuk menghancurkan masalah ini sampai ke akar-akarnya.

__ADS_1


Begitu Jenderal Wei datang, Selir Dugu lagi-lagi mengingatkan Jenderal Wei tentang Lian Cheng yang merupakan pembunuhnya. Kalau sampai Lian Cheng menjadi putra mahkota, maka Jenderal Wei tidak akan punya muka untuk menghadapi keluarganya di akhirat nanti.


"Apa Kaisar ingin menjadikan Pangeran ke-8 sebagai putra mahkota?" Kaget Jenderal Wei.


"Jika kau terus-terusan tidak mengambil tindakan apapun, aku khawatir, rumor itu akan segera terwujud."


Jenderal Wei dan Selir Dugu kalau sudah punya rencana, besok malam pasti akan ada berita. Jadi dia tidak perlu khawatir.


Awalnya dia meluncur dengan lancar. Tapi tiba-tiba ada dua pelayan yang muncul dengan membawa sebuah papan dan Xiao Tan meluncur tepat ke arah mereka. Xiao Tan sontak panik dan jejeritan heboh.

__ADS_1


Tepat saat itu juga, Lian Cheng dan Liu Shang melihatnya dan sama-sama cemas. Lian Cheng hampir saja bergerak untuk menyelamatkannya, tapi Liu Shang lebih cepat membawa Xiao Tan ke udara hingga mereka terjerembap di tanah dengan cukup keras dalam posisi Xiao Tan menindih Liu Shang.


Liu Shang jadi kesulitan bergerak gara-gara itu. Xiao Tan melihat tangan Liu Shang terkena. Dia berniat membantu Liu Shang bangkit, tapi Lian Cheng mendorongnya dan melarangnya untuk melarang Liu Shang.


"Biar aku yang membantunya."


Lian Cheng dengan sengaja menggenggam tangan Liu Shang dan kontak fisik saja yang membuat Liu Shang jadi nyaman. Tapi Lian Cheng sama sekali tidak berpikir jika dia benar-benar sedih, malahan mengira Liu Shang hanya mengira bahwa dia mungkin bertanya-tanya tentang bantuan Xiao Tan saja.


Dan dugaannya terbukti saat Liu Shang berusaha memohon agar Xiao Tan saja yang membantunya bangun. Lian Cheng menolak dan ingin membantunya. Dia bahkan tetap terhubung dengan hebat Liu Shang sampai bangkit dan menyentuhnya tak peduli biarpun Liu Shang sangat jelas gemetaran.

__ADS_1


Saat Liu Shaang tersadar dari pingsannya, dia mendapati Xiao Tan sedang menempelkan kepalanya di depan untuk mengukur jantungnya dan tentu saja dekat dengan mereka membuat Liu Shang bahagia.


__ADS_2