CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
57


__ADS_3

Lalu kalimat terakhir, let's go yang terdengar seperti 'lai ci gou', itu artinya mereka pergi ke selokan kapan saja. Atau lebih tepatnya, yang dimaksud Xiao Tan adalah sungai.


Kediaman Pangeran ke-8 kan banyak orang, Xiao Tan tidak bisa dengan mudah pergi menemui Yi Huai. Karena itu, Xiao Tan ingin tempat pertemuan mereka diganti di tepi sungai tempat mereka biasanya bertemu.


Yi Huai senang, surat ini memang benar-benar ditulis oleh Tan Er. "Aku tidak akan mengecewakannya."


Di Vila Salju, Xiao Tan melihat Liu Shang sedang bermain kecapi yang terkagum-kagum. Dia baru menyapa Liu Shang setelah Liu Shang selesai bermain.


Dia menanyakan apa perintah Liu Shang untuknya hari ini, tapi Liu Shang hanya menjawabnya dengan gerakan tangan, mengunjungi Xiao Tan untuk mendekati Anda dan duduk di sampingnya.


Xiao Tan agak ragu awalnya, barulah dia memberlakukan Lian Cheng bahwa dia jaga jarak satu lengan dengan Liu Shang. Dia berniat menggunakan tangannya untuk mengukur jarak mereka, tapi Liu Shang menariknya hingga dia terduduk sangat dekat dengan Liu Shang.


Gawat! Tak disangka kalau dia akan melanggar aturan Pangeran ke-8 secepat ini. Lain kali dia harus lebih berhati-hati.


"Nona, apa kau tahu cara memainkan kecapi?" Tanya Liu Shang.

__ADS_1


"Tidak."


"Biarkan aku mendidikmu."


Liu Shang langsung saja menarik tangan Xiao Tan ke atas kecapinya dan mulai mengajar Xiao Tan... sambil memanfaatkan kesempatan untuk merangkl Xiao Tan. Hehe.


Mereka benar-benar menikmati kebersamaan dan kedekatan mereka... sampai saat Xiao Tan salah nada dan akhirnya sadar untuk berhasil mengembangkan Liu Shang.


"Maaf."


Sinopsis The Eternal Love Season 2 Episode 10 - 2


Saat mengikuti Liu Shang ke dalam kamar, Xiao Tan menyalakan peringatan Lian Cheng bahwa dia tidak boleh masuk melebihi tabir penyekat ruangan. Maka dia tetap tinggal di depan penyekat ruangan dan beri tahu kalau tehnya sudah siap. Bagaimana kalau Liu Shang meminumnya di ruang teh saja.


"Tidak mau."

__ADS_1


Xiao Tan jadi galau dirinya sendiri untuk tidak melanggar larangan kedua, dia tidak boleh masuk kamar Liu Shang atau hadiahnya akan lenyap.


Dia menggumamkan kata-kata itu dengan cukup keras hingga tentu saja bisa didengar oleh Liu Shang. Maka dengan sengaja dia meminta Xiao Tan untuk mengambilkan baju ganti untuknya.


Saat Xiao Tan kembali tak lama kemudian, dia mengungkapkan penyekat ruangan itu dengan galau, apalagi penyekat itu agak transparan dan dia bisa melihat Liu Shang mencopot bajunya.


Hmm, yang penting dia tidak melewati pembatas kan? Jadi ini tidak bisa dianggap pelanggaran. Mungkin dia tetap bisa mendapat keuntungan, Liu Shang kan cakep, dia jadi penasaran apakah body-nya juga cakep.


Liu Shang tersenyum tipis gumaman lantang Xiao Tan itu. Maka Xiao Tan sengaja tertarik untuk menawarkan baju ganti itu.


Tapi bahkan sebelum Liu Shang sempat menyentuhnya, Xiao Tan pura-pura tak sengaja menjatuhkannya biar dia bisa mengintip Liu Shang, tapi malah kecewa saat mendapatinya masih memakai baju di dalamnya.


"Karena Nona sudah masuk ke kamarku, jadi kau menghidangkan tehnya di sini saja?"


"Baik. Aku akan mengambilnya," canggung Xiao Tan lalu buru-buru pergi sambil ngedumel kesal. Udah melanggar aturan, gagal melihat sesuatu yang kehilangan, kehilangan kesempatan melihat body-nya lagi.

__ADS_1


__ADS_2