CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
4


__ADS_3

Lian Cheng dengan cepat cerocosannya sambil mendekatkan wajanya. "Kalau kau menganggapku tampan, bagaimana kalau kau mempertimbangkannya?"


Xiao Tan mulai goyah. Kapan lagi dia bisa menikah dengan pria kaya raya, tampan lagi. Lagian dia cakep banget kalau lagi nggak ngomong. Memlihat Xiao Tan masih juga beluma memberikan jawaban, Lian Cheng menyerah. Dia mengerti, mungkin permintaannya ini terlalu tidak masuk akal. Lian Cheng lalu melangkah pergi, dia mau latihan kaligrafi. Senyum Xiao Tan sirna sirna. Pfft! Kecewa lamarannya ditarik kembali atau takut Lian Cheng nggak jadi beli bungalow? Apapun itu, Xiao Tan buru-buru aaamengejar Lian Cheng sambil berkata kalau dia bisa membantu menggilingkan tinta untuknya.


Jadilah Xiao Tan membantu menggiling tinta, sementara Lian Cheng membuat kaligrafi, tetap seperti saat mereka di Kerajaan Dong Yue dulu. Sudah setengah jam, tapi Lian Cheng masih saja belum ngomong apapun.


Xiao Tan jadi curiga, jangan-jangan Lian Cheng cuma memanfaatkannya untuk membantunya secara gratis. Terus bagaimana dengan rumah yang katanya mau dia beli?


Maka saat Lian Cheng menyerahkan tintanya untuk diisi ulang, Xiao Tan dengan sengaja pura-pura tak sengaja menggoreskan tinta itu ke bajunya Lian Cheng. Dia buru-buru mengelap baju itu pakai tinta, tapi malah tak sengaja menarik baju di dalamnya Lian Cheng dan melihat tato bunga di d*da Lian Cheng. (Sejak kapan dia punya tato?) "Sudah selesai melihatnya?" Xiao Tan buru-buru menarik perhatian dan menawarkan diri untuk mencucikan bajunya. Lian Cheng santai saja menyerahkan baju itu dan sebaliknya kalau Xiao Tan harus mencucinya pakai tangan.


Tak lama kemudian, Lian Cheng sudah ganti baju dan Xiao Tan melapor kalau dia sudah selesai mencuci.

__ADS_1


"Tadi itu..."


"Aku tadi mandi." Sela Lian Cheng.


"Hah?"


"Kenapa? Mau lihat?"


Tiba-tiba ada seorang wanita muda nan cantik datang dengan muka kecut melihat Lian Cheng bersama Xiao Tan. Mengira wanita ini kekasihnya Lian Cheng, Xiao Tan ingin menjelaskan biar wanita itu tidak salah paham.


Terus untuk apa dia datang kemari? Apa perusahaan butuh bantuannya? Mungkin sengaja ingin memanaskan-manasi Xiao Tan, wanita itu mengklaim kalau dia datang untuk mengajak Lian Cheng makan bareng di restoran yang baru buka.

__ADS_1


"Aku tidak lapar, pergilah." Tolak Lian Cheng.


"Kenapa?"


"Ini adalah tempat pribadiku. Mulai sekarang, jangan lagi datang kemari." Dingin Lian Cheng.


Sakit hati, wanita itu akhirnya pergi. Xiao Tan bingung melihat situasi ini, apa pria ini tanpa objek dengan pacarnya? Kejam seali dia!


Buru-buru topik topik kembali ke urusan utama mereka, Xiao Tan bertanya apakah Lian Cheng mau tanda tangan sekarang?


"Aku lapar. Kau pulang saja."

__ADS_1


Duh, nyebelin banget. Untung saja Xiao Tan berhasil menahan diri. Kalau begitu, kapan Lian Cheng tidak lapar dan bisa tanda tangan?


"Tergantung mood-ku. Akan kuhubungi kau nanti." Cuek Lian Cheng lalu pergi.


__ADS_2