
Jing Xin sontak mewek sedih. "Tidak ada bahkan tidak diingat."
"Kenapa kau menangis? Seharusnya akulah yang menangis."
Seorang pelaya datang tak lama kemudian dengan membawa seekor ayam untuknya. Semangat Xiao Tan bangkit bangkit kembali sambil mencomot sepotong paha ayam. berita, dia tetap harus makan dan minum dengan baik agar dia tetap sehat dan bertahan hidup.
"Sebagai Ratu Properti, saya tidak akan takut pada masalah apapun!"
Jing Xin prihatin. Mengira nonanya jadi seperti ini karena hati, Jing Xin berusaha menghiburnya dan berharapnya bahwa biarpun dia dan Pangeran Yi Huai tidak bisa menikah sekarang, tapi ia sangat mencintai Tan Er.
"Seberapa keraspun usaha Qu Pan Er, dia tidak akan berhasil. Dan lagi, Nona baru saja sembuh. Jadi untuk sekarang ini, Nona Qu tidak akan sembuh Nona."
Dia tahu kalau selama ini Tan Er selalu dianiaya oleh Qu Pan Er dan Nyonya Qu, Tuan Qu juga selalu memihak mereka, sementara ibu kandung Tan Er tidak memiliki kekuasaan di rumah ini. Tapi biarpun dia selalu diperlakukan semena-mena, tetap saja dia tidak boleh membunuh dirinya sendiri.
__ADS_1
"Nona kan punya aku."
"Semua itu benar-benar hubungan yang rumit. Jadi maksudnya, si pak tua itu ayah? Lalu wanita yang kecantikannya bahkan tidak ada setengahnya dari kecantikanku... Ah, bukan, sepersepuluh dari kecantikanku itu adalah... si gendut (Qu Pang Er )?"
"Qu Pan Er, Nona."
Jadi kesimpulannya, ibu tirinya adalah istri resmi ayahnya dan dia juga punya kakak tiri. Dan sekarang dia terjebak dalam kisah cinta segitiga itu.
Tapi ngomong-ngomong, dia kan putri kedua keluarga Qu, berarti dia kaya dan punya banyak uang dan rumah dong. bisakah dia membeli barang-barang mewah sesuka hati?
"Aih! Mimpiku menjadi wanita muda kaya raya, pupus sudah. Eh, siapa pria tertampan di Dong Yue ini? Bisa tampang dia? Katakan padaku."
"Nona kan masih gadis, bagaimana bisa nona mengatakan pertanyaan semacam itu?"
__ADS_1
"Memangnya apa yang harus ditakuti? Ini rahasia kita berdua. Aku janji tidak akan bilang-bilang pada siapapun. Semua wanita juga suka pria tampan."
"Yang diakui paling tampan di seluruh negeri adalah Pangeran ke-8. Tapi saya rasa, Pangeran Pertama jauh lebih tampan. Selera Nona memanga yang terbaik. Tapi ucapan saya tadi, tolong jangan bilang pada Tuan dan Nyonya. Kalau tidak, saya bisa dipukuli. "
"Kenapa aku harus berakhir di Dong Yue sih? Mending mati saja (guo dai)."
"Guo dai (tali anjing)?" Jing Xin salah paham dan langsung pergi untuk mengambilkan tali anjing beneran. Pfft!
Bertekad tidak akan membiarkan siapa pun di rumah ini menindasnya, Xiao Tan ganti baju lalu pergi ke belakang untuk dibawakan diri yang sama seperti dulu, memanjat tembok dengan berpijak pada tumpukan keranjang.
Dan sama seperti dulu, Jing Xin nyerocos panjang lebar dengan panik sambil berusaha memohon-mohon agar Xiao Tan menghentikan aksinya, tapi tentu saja permohonannya masuk telinga kanan-keluar telinga kiri.
Xiao Tan malah nyerocos membangga-banggakan keahlian memanjat yang dipelajarinya selama berkarir jadi agen real estat. "Bahkan tetap aku pakai high heels, aku bisa keluar dari sini."
__ADS_1
"Nona, kumohon jangan pergi. Tuan pasti akan memukulku sampai mati."
"Biarin!" Xiao Tan langsung menendang tangan Jing Xin darinya. Tapi... "Kenapa percakapan ini terasa familier, yah?... Ah, sudahlah. Aku harus kabur dulu."