CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
65


__ADS_3

Pan Er menolak. "Di kehidupan ini, aku akan tetap tinggal menggoda. Jika tidak bisa tercapai, tidak ada artinya hidup dengan rasa hormat..."


"Akua telah mendesakmu berkali-kali, mengapa kau tidak mengerti?! Aku hanya mencintai Tan Er, aku tidak ingin mengecewakanmu. Menyerahlah, aku pergi."


Pan Er benar-benar kecewa dan patah hati. Tepat saat itu juga, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang mendatanginya dan sinis mengomentari Pan Er jadi lemah karena cinta.


Orang itu ternyata si pemburu jiwa dan dia datang untuk memberikan sebuah surat. Surat itu dari Tuan Qu. Dalam suratnya, Tuan Qu berkata bahwa selama ini, ia berusaha keras untuk keluarga mereka.


"Sekarang, aku sudah siap. Selama kau bertindak sesuai apa yang kukatakan dalam surat ini, maka semua kesulitan yang kita alami sekarang, akan terpecahkan."


Tak lama kemudian, Pelayannya Selir Dugu melapor bahwa Pan Er ingin bertemu dengan Selir Dugu. Selir Dugu nyinyir, buat apa? Pan Er kan sudah tidak berguna lagi untuknya?


"Yang Mulia benar. Yang Mulia bisa mendekatinya. Tapi..." Pelayan lalu membisikkannya sesuatu entah apa, tapi apapun yang dikatakannya itu kontan membuat Selir Dugu langsung pergi mendatangi Pan Er dinya.

__ADS_1


Selir Dugu langsung mengonfrontasinya, kenapa Pan Er bisa mengerti bahasa negara asalnya? Dan bagaimana Pan Er bisa mengetahui niatnya untuk negaranya?


Pan Er menolak menjawab, lagipula hal itu tidak penting. Asalkan Selir Dugu bisa mengeluarkannya dari sini, dia berjanji akan bekerja untuk Selir Dugu dan memberikan Mutiara Penekan Jiwa itu untuknya. Hmm, jelas itu tawaran yang menggoda bagi Selir Dugu.


Kepala Pelayan melapor bahwa Liu Shang setuju untuk pergi dengannya besok untuk melakukan inspeksi di daerah pinggiran. Lian kaget Cheng, dia langsung setuju begitu saja?


Tidak, malah sesuai perkiraan Lian Cheng, Liu Shang awalnya memang menolak. Tapi kemudian Kepala Pelayan mengutarakan ancaman Lian Cheng. Jika Liu Shang tidak akan ikut, maka Lian Cheng akan mengganti pelayan untuk mengurus Liu Shang. Soalnya Lian Cheng akan membawa Xiao Tan ikut bersamanya. Baru saat itulah Liu Shang mengubah pikiran dan mau ikut.


Mendengar itu, Lian Cheng yang sebenarnya tidak ada niatan untuk inspeksi, langsung memerintahkan Yu Hao untuk mempersiapkan keberangkatan mereka besok.


"Ke tempat yang ada airnya."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Saat itu, kita akan mendapatkan kebenarannya."


Jadilah keesokan harinya, mereka pergi jalan-jalan ke sungai. Xiao Tan antusias banget dan langsung main-main dengan air. Liu Shang langsung sadar jika inspeksi itu sebenarnya hanya alasan, Lian Cheng sebenarnya hanya ingin mengajak Xiao Tan jalan-jalan, kan?


"Bagaimana kalau iya?"


"Kalau memang begitu, kenapa Pangeran ingin saya ikut?"


"Tuan, kau sendiri yang menyetujuinya."


Melihat Xiao Tan tampak bahagia bermain air, Lian Cheng memetik setangkai bunga. Maksudnya buat dikasih ke Xiao Tan, tapi Liu Shang malah bilang terima kasih. Wkwkwk!


Terpaksalah Lian Cheng menyodorkan bunga itu ke Liu Shang dan dengan ketus menyuruh Liu Shang memetiknya sendiri kali.

__ADS_1


Tepat saat Liu Shang mengambil bunga dari tangan Lian Cheng, Xiao Tan melihatnya dan langsung salah paham, mengira kedua pria itu lagi pamer kemesraan di hadapannya. Dasar tidak tahu malu!


"Pangeran bilang kalau bunga ini cocok untukku. Yang Mulia, tolong bantu saya berbagi sedikit perhatian Anda."


__ADS_2