CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
17


__ADS_3

Kalau soal itu, mending Lian Cheng tebak sendiri saja. Kakek Liu sendiri cuma tahu sedikit. Ada kabar kalau Selir Dugu menggunakan sihir untuk melihat Kaisar. Dan kabarnya, belakangan ini kondisi kesehatan Paduk semakin memburuk.


Informasi itu membuat Lian Cheng Berpikir kalau Dong Yue sepertinya dalam bahaya besar dan nyawa Ayahanda-nya mungkin juga dalam bahaya. Kalau begini, dia tidak bisa meninggalkan segalanya begitu saja.


Satu-satunya yang bisa dia lakukan sekarang adalah menyembunyikan identitasnya dan membuat rencana dengan hati-hati.


"Aku harus melindungi Tan Er sekaligus mengancam ancaman Dong Yue. Kemunculanku menyebabkan banyak perubahan di Dong Yue, jadi aku punya kesempatan untuk mengubah situasi dan menyelamatkan Kakak Yi Huai dari kematiannya." Batin Lian Cheng.


"Anak muda, apa yang kau pikirkan? Apa kau berubah pikiran?"


"Tentu saja tidak."


Kakek Liu menawarkan menawarkan Lian Cheng untuk tinggal bersamanya. Dia beralasan karena Lian Cheng bisa hidup tenang di sini, tempat ini indah, Lian Cheng pasti tidak akan bosan tinggal di sini.

__ADS_1


Tapi jelas tujuan utamanya supaya Lian Cheng mau memberinya lebih banyak informasi tentang pemilik Mutiara Penekan Jiwa ini. Bagaimana?


"Oke!" Kata Lian Cheng sambil membuat tanda O. (Iih, kok mirip Kade sih? Masa iya Lian Cheng niru Kade? Wkwkwk)


"Apa artinya?"


"Err, maksudnya baiklah."


Kakek Liu senang. Ia berjanji akan segera mencari cara untuk mengubah penampilan Lian Cheng. Tapi ingat yah, Lian Cheng harus memenuhi janjinya dan memberitahunya tentang identitas si pemilik Mutiara Penekan Jiwa.


Xiao Tan masuk ke ruang kerja Lian Cheng sambil bawa kemoceng. Kepala Pelayan muncul dan langsung ke Xiao Tan untuk membersihkan tempat-tempat ini secepat mungkin.


"Baik, Kepala Pelayan Zhou."

__ADS_1


"Kepala Pelayan ZHONG!"


Baru, Lian Cheng kuno muncul saat Xiao Tan sedang membersihkan mejanya Dia langsung membaca dokumennya tanpa melirik Xiao Tan.


Tapi Xiao Tan senang banget melihatnya, mengira dia Lian Cheng yang dia kenal dan santai saja nyerocos memanggil namanya langsung. Sungguh tak disangka kalau Lian Cheng juga datang ke tempat ini.


Lian Cheng menatap kuno dengan aneh. Ingat kalau wanita ini adalah wanita gila yang cukup menarik yang ditemuinya waktu itu. Tak disangka kalau wanita ini akan berada di rumahnya, tapi dia lancang dan tidak sopan sekali.


Dia memutuskan acuh, tapi Xiao Tan malah semakin senang memegang sambil berusaha mengingatkan Lian Cheng tentang dirinya. "Aku Qu Xiao Tan."


BRAK! Lian Cheng membanting bukunya dengan kesal. "Kau itu cuma pelayan. Berani sekali kau memanggil nama lengkapku?! Apa kau tidak takut aku hukum?!"


Xiao Tan jelas tidak. Belum sempat mengatakan apapun, Yu Huo datang untuk melapor bahwa Ibu Suri menyuruh Lian Cheng pergi ke istana menemui Ibu Suri sekarang juga.

__ADS_1


Lian Cheng langsung beranjak pergi, Xiao Tan sontak bangkit mengejarnya tapi Yu Huo sigap menahannya sambil menatap Xiao Tan bahwa Lian Cheng bisa saja memerintahkannya untuk dipenggal setiap saat, jadi lebih baik Xao Tan jaga.


__ADS_2