CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
62


__ADS_3

"Tapi orang itu bukan aku."


"Hah? Bagaimana bisa begitu?"


"Aku juga tidak percaya, tapi itu benar."


Yu Hao baru ingat sekarang. Malam itu saat mereka menangkap basah Xiao Tan mau kabur dari kediaman mereka, dia kan ngotot kalau dia oleh Lian Cheng. dia tidak bohong, Xiao Tan pasti pernah bertemu pria itu.


"Seseorang yang berpenampilan seperti Kakak?"


Betul sekali. Lian Cheng pernah mendengar tentang cara mengubah penampilan dan hanya orang yang tidak akrab dengannya yang akan mempercayai orang itu adalah dirinya. Tapi bahkan Jing Xuan pun tidak percaya kalau orang itu adalah dirinya.


"Sengaja meniru anda. Apa sebenarnya tujuan orang itu?" Yu Hao penasaran.


"Apapun tujuannya. Aku tidak akan melepaskannya. Hanya jika kita menangkapnya, kita akan mengetahui kebenarannya."


"Tapi kita tidak tahu cara menangkapnya."

__ADS_1


"Tidak. Kita punya petunjuk. Tentang saat kalian berdua bicara, dia peduli gadis itu?"


Xiao Tan baru selesai digunakan peralatan makan sambil ngedumel melihat Jing Xin. sungguh-sungguh marah kepada Jing Xin, sampai sekarang dia belum kembali juga.


Tiba-tiba Jing Xuan mendatanginya dengan antusias. Dia bertanya mengapa Xiao Tan menyiapkan peralatan makan sendiri, tapi jelas inti pertanyaannya adalah menanyakan Jing Xin. Ke mana Jing Xin pergi? Kapan dia kembali?


"Agak lama," jawab Xiao Tan.


Jing Xuan kecewa, tapi kemudian dia jadi semakin antusias menanyakan segala sesuatu tentang Jing Xin. Apakah Jing Xin sudah makan? Apa makanan favorit Jing Xin? dll.


"Pangeran ke-14. Sejak kapan Anda mulai sangat peduli tentang Jing Xin? Anda masih sangat muda. Ingin memulai hubungan?"


"Maksud saya. Kalian berdua masih terlalu muda untuk memulai suatu hubungan."


Jing Xuan. "Muda? Mananya? Aku bahkan bisa punya anak di usiaku ini."


Iya, deh. Iya, deh. Terus urusan negara apa yang ingin Jing Xuan diskusikan dengan Jing Xin?

__ADS_1


Asal Xiao Tan tahu saja, biarpun Xiao Tan berpikir kalau Jing Xuan masih muda dan cuma tahu bersenang-senang, tapi hari ini dia akan membantu Lian Cheng melakukan hal besar. Xiao Tan pasti akan terkejut kalau dia berhasil menemukan dan mendapatkan kebenarannya. (Pfft!! Nih pangeran ember bocor banget)


Xiao Tan jelas penasaran, masalah besar apa itu? Kasih tahu dong! Tapi belum sempat mereka melanjutkan lebih jauh, Lian Cheng sekarang muncul dan mengajak Jing Xuan pergi sekarang juga. Dengan lantang dia berkata kalau dia dan Jing Xuan mau menyaksikan pertunjukan.


"Pangeran ke-8 merencanakan hal besar. Kalau begitu, hari ini aku harus berhati-hati. Siapa tahu dia malah menyalahkanku."


Liu Shang mendatangi ruang belajar Lian Cheng dan hanya mendapati para pelayan yang sedang bersih-bersih. Dia pergi tanpa menunjukkan kedatangannya, tapi seorang pelayan sempat melihatnya sekilas.


Kesempatan itu dia manfaatkan untuk melepaskan topengnya dan mendatangi Xiao Tan. Saat mereka berpapasan, Xiao Tan jelas heran melihatnya ada di sana. keterangan tadi dia...


"Tadi apa?"


Tapi Xiao Tan tidak mengatakan apapun lebih lanjut, mengira Lian Cheng sedang memainkan trik anehnya lagi.


"Memainkan trik. Aku jadi penasaran. Katakan padaku, apa yang aku lakukan hingga trik berpikir kalau aku selalu bermain?"


"Pangeran, mengapa anda suka mengatakan itu hari ini. Terlalu banyak 'mengapa'."

__ADS_1


"Kalau, katakan padaku, yang mengatakan? Kalau tidak, berarti tidak serius ucapanku, dan aku tidak akan mengingat gajimu."


__ADS_2