CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
31


__ADS_3

"Kenapa dia memilih Qu Tan Er secara khusus? Apa tujuannya di balik semua ini?" Batin Lian Cheng.


"Yang Mulia, Walaupun Qu Jing Lian (Ayah Tan Er) telah diasingkan, tapi situasi politik sulit diprediksi. Pengwas wanita ini adalah putri kedua Qu Jiang Lin. Aku ingin menanyainya tentang masalah Qu Jiang Lin. Kita perlu membuat rencana di muka." Ujar Liu Shang usai membaca pikiran Lian Cheng.


"Kenapa dia selalu bisa membaca pikiranku?" Heran Lian Cheng (soalnya dia itu kamuuuuuu)


Lian Cheng terlalu sibuk melamun sampai Liu Shang harus mengeraskan nada suaranya dan menegur Lian Cheng. Apa Lian Cheng menyetujuinya? Lian Cheng setuju, nanti dia akana menginstruksikan Tan Er.


Liu Shang berterima kasih kepada Lian Cheng bahwa Selir Dugu dan Jenderal Wei tidak akan menyerah menyerah itu. Jadi setiap kali Lian Cheng keluar, dia harus melakukan tindakan pencegahan.


"Terima kasih. Kau luar biasa pintar. Tapi kuharap kau juga akan setia," ancam Lian Cheng.

__ADS_1


Lian Cheng memuji kejeniusan Liu Shang, tapi keanehan diri Liu Shang membuat curiga Liu Shang. Dan karenanya, secara halus dia Liu Shang untuk selalu setia kepada Anda.


mengutamakan hal itu, Liu Shang berharap Lian Cheng kalau dia akan selalu setia kepada... karena Lian Cheng adalah orang yang dia pilih. Lian Cheng adalah penyelamat hidup, dia juga orang yang baik. Jika Lian Cheng naik tahta, itu adalah hal yang baik bagi negara dan rakyat.


"Hanya saja, saya juga berharap Pangeran bisa menempatkan diri Pangeran di posisi saya."


"Menempatkan diriku di posisimu?" Lian Cheng langsung menghampirinya dan sengaja memegang tangan Liu Shang... yang kontan saja membuat Liu Shang gemetar seperti tersengat.


Yu Hao masuk tak lama kemudian untuk mengingatkan Lian Cheng bahwa dia harus pergi untuk mengunjungi Ibu Suri. Tapi kejadian barusan membuat curiga Lian Cheng pada Liu Shang semakin besar. Karena itulah dia memerintahkan Yu Hao untuk mengawasi segala gerak-gerik Liu Shang mulai hari ini.


Jing Xin tidak konsen menyapu halaman saking bingungnya memikirkan keanehan nonanya yang sekarang sering kali aneh. Bahkan dia sering mengucap hal-hal aneh karena pikirannya sedang tidak waras, tapi tidak mungkin dia melupakan semua masa lalunya.

__ADS_1


Lebih indah lagi, tulisan nonanya belakangan ini jadi jelek banget kayak cakar ayam, sangat berbeda dengan tulisan kaligrafinya dan rapi yang dulu. Bahkan dia hilang ingatan, tapi bagaimana tulisan bisa berubah?


"Apa ada sesuatu yang menarik di bawah?" Sapa Jing Xuan yang muncul di belakang.


Dia lalu memberikan sebuah kotak celak dari Persia untuk Jing Xin. Dia beralasan kalau dia tidak butuh barang ini soalnya dia kan pria.


Tapi Jing Xin ragu menerimanya, dia hanya seorang pelayan, dia tidak perlu pakai celak. Kalaupun dia pakai celak, percuma juga karena takkan ada seorangpun yang mengaguminya.


Jing Xuan sontak mengambil sapunya Jing Xin dan memaksa Jing Xin menerima celaknya. "Kau bisa menggambar alis untukku."


Tak nyaman dengan membeli Jing Xuan, Jing Xin buru-buru pamit, mengembalikan kotak celak itu, lalu pergi. Tapi sedetik kemudian dia kembali sambil tersenyum. Jing Xuan kontan sumringah menyodorkan kotak celaknya. Tapi tidak, Jing Xin justru kembali hanya untuk mengambil sapu yang Jing Xuan pegang lalu pergi lagi.

__ADS_1


Jing Xuan bingung melihat sikapnya. "Kenapa dia terlihat tidak senang?"


__ADS_2