CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
44


__ADS_3

Setelah Menteri Wu pergi, Lian Cheng memuji tehnya Xiao Tan dan akan memberinya hadiah besar. Sekarang pergilah dan buat teh hangat. Jing Xuan kagum, bagaimana bisa Xiao Tan kepikiran membuat teh dingin dalam situasi seperti ini?


Xiao Tan cuma merasa canggung lalu buru-buru pergi. Tapi begitu di luar, dia langsung ngedumel kesal menggerutui Lian Cheng. Dasar pangeran gila, dia bahkan mengambil keuntungan dari teh buatannya. Tadi minta teh dingin, sekarang minta teh panas.


"Kalau aku terus tinggal di sini, aku pasti akan ikutan gila juga! Jing Xin, setelah menyajikan teh ini, mari kita pergi cari Mo Yi Huai untuk mengkonfirmasi kode rahasia itu." Ajak Xiao Tan.


Jing Xin setuju. Dia akan mengatur pertemuan mereka di tempat biasa, dua jam lagi. Tanpa mereka tahu, sebenarnya Liu Shang ada di belakang dan mendengarkan percakapan mereka.


Xiao Tan pergi menemui Yi Huai di jembatan danau tempat-tempat biasanya Yi Huai dan Tan Er ketemuan. Yi Huai sudah menunggu saat dia baru datang. Melihat Yi Huai membawa jam saku antik itu, Xiao Tan memutuskan kalau benda itu adalah kode rahasia mereka mulai sekarang, jadi Yi Huai harus membawanya setiap saat.

__ADS_1


"Sepertinya kau menyukai benda ini, jadi tentu saja aku akan selalu membawanya setiap saat." Ucap Yi Huai.


Xiao Tan penasaran, "apakah itu adalah mesin waktu?"


Yi Huai jelas nggak nyambung. Dia pernah mencoba membukanya dan ternyata di dalamnya sangat rumit. Apakah 'mesin waktu' yang Xiao Tan bilang itu adalah mekanisme di dalam benda ini?


Xiao Tan malah mengira kalau Yi Huai membenarkan pertanyaannya dan langsung memuji ilmu pengetahuannya Yi Huai. Terus bagaimana caranya agar jam saku ini bisa membawanya pergi dari tempat ini? Apa melalui medan magnet? Gaya gravitasi? Distorsi ruang dan waktu?


Tapi dia berharap Xiao Tan untuk tidak khawatir, dia pasti akan membawa Xiao Tan pergi dari sini, bahkan sekalipun dia harus mengorbankan tahtanya. Xiao Tan langsung saja memluknya sambil nyerocos senang.

__ADS_1


"Asalkan aku bisa pulang dan bertemu papa-mamaku, dan makan makanan pedas, siapa yang peduli kalau kau bisa Pangeran Dong Yue atau tidak. Bagaikan pepatah tiga danau air twar tidak sebanding dengan satu sendok semangat (banyak hal-hal indah, tapi kau) hanya perlu beberapa pelukan hangat) Aku akan meletakkanku di tanganmu."


Yi Huai yang tak menyangka dapat peukan, kontan membalas pelkannya dengan erat dan larut dalam momen itu.


Tapi kemudian Xiao Tan melihat Lian Cheng (modern) mendekati mereka dengan wajah gusar... dan sontak menc**m Xiao Tan saat dia masih dalam pelkan Yi Huai. (Pfft! Adegan macam apa ini, tapi lucu)


Kaget, Yi Huai kontan pasang badan melindungi Xiao Tan dari Lian Cheng.


"Tan Er adalah wanitaku, kumohon agar kakak bisa mengendalikan diri." Lian Cheng langsung merangkul Xiao Tan dan membawanya pergi dari sana tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

__ADS_1


Yi Huai kontan ngamuk-ngamuk dan menghancurkan barang-barang di rumahnya. Dia menghunus pedang saat Pan Er mendorong muncul dan berusaha menyadarkan Yi Huai agar dia tidak menyembuhkan dirinya sendiri hanya karena melihatnya.


__ADS_2