CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
21


__ADS_3

Tapi dia orang yang misterius. Hanya sedikit orang yang pernah benar-benar melihat wajahnya. Jika mereka bisa mendapatkan bantuannya, maka mereka tidak akan terpecahkan.


Lian Cheng senang, "sepertinya catur ini harus segera diselesaikan."


Yi Huai tengah memandangi lukisan Tan Er saat pengawalnya datang dan melapor bahwa Tan Er memang bunuh diri dengan melaporkan ke danau, tapi dia selamat dan sekarang dia baik-baik saja.


"Siapa dalang dibalik semua ini? Kalau aku menemukan dalangnya, akan kuhancurkan dia sampai berkeping-keping!" Geram Yi Huai.


Xiao Tan mendapati Lian Cheng sedang sibuk membaca buku. Bertekad mendapatkan jalan pulang ke dunia asalnya, Xiao Tan berpikir kalau dia harus merayu Lian Cheng. Ucapkan saja kata-kata gombal dan harga.


Maka dengan sengaja dia mengendap di belakang Lian Cheng lalu menutup kedua mata Lian Cheng sambil ngegombal.

__ADS_1


"Mo Lian Cheng, sebenarnya waktu kau terluka demi menyelamatkanku waktu itu, aku sudah mulai mencintaimu. Dan lagi, kau punya tubh s*ksi, suara rendah yang menggoda, dan juga harta yang melimpah. Sebenarnya, kau sudah menaklukkan hatiku. Hanya saja. , aku tidak mengerti cerita yang kau ceritakan setelahnya. Tapi, kita bisa menjalin cinta. Perasaan bisa tumbuh pelan-pelan."


Lian Cheng sontak melepaskannya dengan marah. "Sudah beberapa kali Anda melakukan tidak sopan padaku! Apa tahu kesalahan yang kau lakukan?!"


"Mo Lian Cheng! Kau itu pria, bisa tidak kau berhenti berhenti picik? Kita berdua sama-sama di tempat s*alan ini, untuk apa pura-pura? Karena kita berada dalam satu perahu yang sama, kita harus sama-sama memikirkaan jalan untuk kembali!"


Atau jangan-jangan Lin Cheng tidak mau melepaskan posisinya sebagai pangeran? Apa juga bagusnya jadi pangeran? Yang dia lakukan cuma membaca petisi-petisi dan berbagai hal dengan pejabat tua.


Kepala Pelayan Zhong muncul dengan panik Xiao Tan untuk menurunkan jarinya. Jangan nunjuk ke Pangeran!


Kepala Pelayan menyarankan Lian Cheng kalau dia akan menghukum berat si pengawas wanita yang tidak tahu tata krama ini. Karena itu, dia memerintahkan Xiao Tan untuk ayak 6 jam.

__ADS_1


Shock, Xiao Tan sontak protes nunjuk-nunjuk Lian Cheng lagi yang jelas saja Zhong membuat panik dan membuat Kepala pelayan menambah dari sana sambil menambah hukumannya: Berlutut 12 jam! (Beuh! Jadi apa tuh kaki ayak ayak 12 jam?)


Lian Cheng tak habis pikir, "sepertinya dia benar-benar sudah gila."


Hukuman Xiao Tan akhirnya selesai tengah malam, untung saja dia cukup cerdas dengan melindungi lututnya dengan bantalan pakai. Tapi tetap saja kaki pegal dan meminta Jing Xin untuk pemijatannya.


Dia benar-benar penasaran dengan Pangeran ke-8 itu, apa dia benar-benar Mo Lian Cheng? Tapi kalau iya, kenapa Lian Cheng tidak mengakuinya? Padahal dia sudah berusaha menggunakan segala cara untuk merayunya.


"Apa mungkin aku salah orang? Tapi apa mungkin dia orang lain padahal mukanya dan namanya sama persis? Tidak bisa, aku harus mencari kesempatan untuk mengetesnya."


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Saat Jing Xin membukanya, tak ada siapapun di luar, tapi orang itu meninggalkan sebuah kotak yang didalamnya berisi bantalan dan sebuah pesan yang bernada cemburu: Benda ini akan sangat berguna bagimu. Mulai sekarang, jangan merayu orang asing lagi. (Lian Cheng modern kah yang ngirim?)

__ADS_1


__ADS_2