
Lian Cheng mendengar kalimat terakhirnya dan langsung menghampiri Xiao Tan. Jing Xin duluan yang melihatnya, tapi Lian Cheng dengan cepat menggunakannya untuk diam.
Terpaksalah Jing Xin berusaha memberi Xiao Tan secara diam-diam, tapi Xiao Tan tidak nyambung, mengira Jing Xin hanya meniru ekspresinya Lian Cheng. Jing Xin pintar sekali menirunya.
"Kenapa bukan kau saja yang menirukanku biar aku bisa melihatnya?" Tegur Lian Cheng tepat dari belakang Xiao Tan.
Kaget, Xiao Tan jadi kehilangan keseimbangan dan hampir saja terjatuh. Untung saja Lian Cheng sigap menangkapnya dan kontan membuat jarak di antara mereka jadi sangat dekat dan intens.
Malu melihat dekat mereka, Jing Xin menanyakan diri dari sana. Xiao Tan buru-buru mengingatkan Lian Cheng bahwa Lian Cheng sendiri yang mendekatinya duluan, jadi dia tidak melanggar perjanjian mereka.
__ADS_1
"Sepertinya kau cukup patuh dengan perjanjian yang kita buat." Lian Cheng menatap mendekat padanya lalu berbisik menggoda. "Tentu saja, aku yang lebih dulu mendekatimu."
Larut dalam kedekatan mereka, Xiao Tan langsung memejamkan mata, menanti Lian Cheng menci*mnya. Tapi belum sempat melakukan apapun, terlihat terdengar suara ringkikan kuda yang Lian Cheng sudah terlihat pulang. Lian Cheng modern pun kabur yang jelas saja membuat Xiao Tan kesal karena merasa di PHPin.
itu surat palsu, Lian Cheng kuno jadi mengira kalau surat itu adalah perhatian dan langsung memanggil Kepala Pelayan untuk bertanya apakah terjadi sesuatu selama 2 jam terakhir. Tapi Kepala Pelayan menyangkal, semuanya normal seperti biasanya.
Yu Hao heran, kalau tidak terjadi apapun selama mereka pergi, lalu apa sebenarnya tujuan si pengirim pesan rahasia itu? mulai pula Lian Cheng kuno terhadap mata-mata mereka di istana dan langsung memerintahkan Yu Hao untuk pergi ke istana untuk memasang mata-mata mereka.
Xiao Tan balik ke kamarnya sambil ngedumel kesal, bisa-bisanya Jing Xin meninggalkannya sendiri saat seperti itu. Jing Xin penasaran, apakah Pangeran ke-8 melakukan sesuatu pada Xiao Tan?
__ADS_1
"Dia... kau pikir siapa aku? Siapa yang berani melakukan sesuatu padaku?" Sangkal Xiao Tan dengan harga diri.
Dia membuka beberapa kota yang ada di hadapannya. Kotak yang paling kecil berisi sikat gigi kayu dan yang besar berisi sandal rotan pita yang cantik. Barang-barang modern itu membuat Xiao Tan jadi berpikir kalau yang mengirimnya adalah Yi Huai.
Tapi Jing Xin menyangkal, justru semua itu mempersembahkan Pangeran ke-8. Xiao Tan jadi berpikir kalau Pangeran ke-8 sekarang jadi sok perhatian lagi.
"Dia selalu berubah-ubah untuk menyiksaku. Kali ini, aku juga harus berubah untuk membalasnya."
Dia punya usul, bagaimana kalau mereka bekerja 5 hari dalam seminggu dan setiap hari 8 jam kerja? Tentu saja itu bagus sekali, tapi Jing Xin mengingatkan bahwa tidak ada aturan kerja seperti di tempat ini.
__ADS_1
"Kalau kau tidak menghancurkan yang lama, kau tidak bisa membuat yang baru. Mari kita buat dari kediaman Pangeran ke-8 ini!"
Kepala Pelayan sudah terkantuk-kantuk saat dia menemani Lian Cheng yang masih sibuk membaca. Xiao Tan masuk tak lama kemudian untuk menyajikan teh, tapi kemudian, dengan sengaja dia ngulet seolah dia sudah sangat lelah untuk menarik perhatian Lian Cheng.