
Lian Cheng menatap dengan intens sembari terus melangkah maju, tapi kemudian dia melihat Xiao Tan terjegal dahan pohon dan oleng ke belakang karenanya. Lian Cheng sigap menariknya dan otomatis membuat mereka berdua terjatuh ke dalam lubang perangkap binatang.
Xiao Tan pun mendarat di atas tubh Lian Cheng dan kontan terpana oleh dekat mereka. Tapi dengan cepat beralih ke sebelah dan sontak scream heboh melihat tulang belulang di sana.
"Lubang apa ini?"
"Lubang apapun ini, yang pasti berbahaya begitu kita jatuh." Goda Lian Cheng.
"Yu Hao tidak bodoh, dia pasti akan menyelamatkan kita sebentar lagi. Apa anda terluka? Apa saya membuat anda terluka?" Cemas Xiao Tan.
Mendengar itu, Lian Cheng mengikat sambil mencengkeram dan mengerangnya. "Aku rasanya sesak napas." (kayaknya cuma akting deh)
Xiao Tan jadi merasa bersalah, maaf yah, belakangan ini memang berat tidak berkurang, sepertinya malah tambah gendut. Dengan santainya dia pemijatan d**a Lian Cheng... err... atau lebih tepatnya meraba-raba dan tampak jelas sangat menikmati sesi meraba-rabanya.
__ADS_1
"D**a yang kuat. Sama-lah dengan punyanya Mo Lian Cheng." Pikir Xiao Tan.
"Aku tidak merasa baikan, tapi kau sepertinya sangat suka meraba-raba di sana."
Xiao Tan kontan menarik diri dan perhatiannya kembali untuk merutuki lubang jebakan ini. Kalau orang jatuh kemari, mereka pasti sangat sangat ketakutan.
"Bagaimana kalau... kita terjebak di sini selamanya?" Tanya Lian Cheng yang terlihat cemas, tapi wajahnya tidak tampak cemas ketika melihat, sengaja melihat wajah tersenyum gelinya.
"Tapia aku hanya butuh waktu 5 menit (tapi jarinya menunjukkan angka 3) untuk menemukan jalan keluar. Aku memanjat lantai 8 (tapi jarinya menunjukkan angka 6) dan langsung menuju ke rumah klien." Ucapkan Xiao Tan dengan bangga bin lebay.
sekarang ini, mereka juga harus menemukan cara untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Begini saja, Lian Cheng jongkok terus Xiao Tan akan berpijak kamu untuk naik. Nanti kalau sampai di atas, dia akan meminta Yu Hao untuk menyelamatkan Lian Cheng.
Lian Cheng menarik menarik Xiao Tan ke dkapannya. "Aku punya cara yang lebih bagus."
__ADS_1
Xiao Tan sudah harap-harap cemas, mungkin mengira kalau Lian Cheng akan menc**mnya lagi. Tapi tidak, dia justru mengangkat Xiao Tan agar Xiao Tan bisa naik.
Tapi tetap saja Xiao Tan kesulitan, dan sementara dia berusaha keras berusaha mencapai permukaan, tampak sangat jelas menikmati saat-saat ini.
"Lebih tinggi lagi."
Lian Cheng mencoba mengangkatnya lebih tinggi, tapi malah membuat Xiao Tan terjatuh lagi... dan otomatis menyadari jarak di antara mereka dan itu datang.
Lian Cheng bergerak mendekatkan wajah mereka, tapi Xiao Tan dengan cepat melihat wajah sambil pura-pura menggerutui dirinya sendiri yang gagal memanjat lubang ini.
Lucu reaksi Xiao Tan, Lian Cheng mengangkat dagu Xiao Tan untuk memaksa mata Xiao Tan kembali melihat. "Tan Er, kau bilang kau pintar memanjat tapi gagal. Jadi kau hanya ingin bersamaku lebih lama?"
Lian Cheng langsung mendekat ke arah lagi, tapi lagi-lagi Xiao Tan dengan cepat menghindarinya. Beri dia satu kesempatan lagi, kali ini dia pasti bisa.
__ADS_1