CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
68


__ADS_3

"Jangan khawatir. Aku sudah bilang, aku tidak akan meninggalkanmu lagi." Lian Cheng langsung menarik Xiao Tan ke dalam dkapannya dan mengingatkan Xiao Tan untuk merahasiakan identitasnya dari orang lain, termasuk Jing Xin. Dia janji akan menjelaskan segalanya nanti.


"Kalau begitu kau harus ingat, nasibmu ada di tangan sekarang. Jadi jangan main-main denganku." Ancam Xiao Tan. Gregetan, Lian Cheng kontan menggelitiki Xiao Tan.


Malam harinya di rumah, Xiao Tan melihat Lian Cheng melepaskan topeng Liu Shang-nya. Menurut Xiao Tan, Liu Shang ini lumayan ganteng. Sayang, cuma topeng.


"Lihatlah kau. Kau menginginkan identitas palsu, tapi dapatkan wajah yang tampan. Berhati-hatilah, kurasakan Pangeran ke-8 mungkin."


Mendengar itu, Lian Cheng sontak mendorong Xiao Tan hingga dia berbaring di tempat tidur dan menguncinya. "Aku mau tanya. Apa kau menyukai topeng ini, makanya kau menggunakan Pangeran ke-8 untuk bertanya padaku?"


"Kau sakit, ya?"


"Iya, aku sakit. Sakit karena cinta... hanya kau yang bisa menyembuhkanku."


"Lepasin! Ini namanya pel*c*han di tempat kerja."

__ADS_1


"Tapi aku tidak pernah mengeluh saat kau mencoba beberapa kali mengintipku saat mandi."


"Itu pekerjaanku! Lagian, kau memang sengaja melepas bajumu."


Tiba-tiba terdengar suara Kepala Pelayan memanggil dari luar, memberitahu Liu Shang bahwa Pangeran sudah kembali dan Liu Shang diminta datang ke ruang belajar.


"Cepetan, pergi. Pangeran keajaibanmu." Sinis Xiao Tan dan kontan membuat Lian Cheng memelototinya.


"Kepala Pelayan Zhou, tolong bilang pada Pangeran, beri aku sedikit waktu... soalnya ada tikus kecil nakal di tempat tidurku."


"Aku dan tikus kecil itu sudah dekat sekarang. Aku harus mengurusnya sendiri."


Kepala Pelayan mempercayainya begitu saja lalu pamit. Lian Cheng pun akhirnya menjauh dari Xiao Tan, tapi wajah Xiao Tan malah tampak kecewa. Mengapa? Apa Xiao Tan mengharapkan sesuatu? Goda Lian Cheng.


Xiao Tan sontak beranjak bangkit dengan kesal. Tapi Lian Cheng terlebih dulu mengingatkannya untuk merahasiakan identitasnya dari semua orang, termasuk Jing Xin.

__ADS_1


"Aku tahu."


"Tunggu. Satu hal lagi. Ingatlah baik-baik, aku tidak akan meninggalkanmu lagi." Ucapkan Lian Cheng menonton hati Xiao Tan dan sukses membuat Xiao Tan kembali tersenyum.


Liu Shang datang tak lama kemudian. Lian Cheng memberitahunya bahwa tadi dia dan Yu Hao pergi tergesa-gesa untuk menangkap si peniru dirinya. Sayangnya, orang itu berhasil lolos.


Tapi biarpun orang itu mirip dengannya, Lian Cheng yakin orang itu pasti bangun dirinya di kediamannya ini. Liu Shang pura-pura tidak mengerti apa maksudnya, mohon dijelaskan secara rinci.


Lian Cheng menjelaskan. Pertama, si peniru yang menyusup di kediamannya ini memiliki sosok yang sama seperti dirinya. Tindakannya dan cara bicaranya sama seperti dirinya hingga Yu Hao dan Jing Xuan yang tumbuh besar bersamanya terkecoh. Sedangkan pria ***** yang tadi, bahkan tidak bisa melindungi penjaganya.


"Jadi, maksud Pangeran. Ada dua peniru?"


"Menurutmu bagaimana?"


Berdasarkan pendapat Lian Cheng tadi, Liu Shang menyimpulkan kalau ada kemungkinan ini adalah selingan untuk mencengangkan Lian Cheng.

__ADS_1


Jika Yu Hao dan Jing Xuan tidak dapat mengenali si peniru yang asli, itu berarti, topeng yang dikenakan si peniru bukan sebuah topeng biasa. Meskipun entah apa motif si peniru, tapi dilihat dari situasi di rumah ini, sepertinya si peniru itu bukan musuhnya Lian Cheng.


__ADS_2