CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
70


__ADS_3

"Pernahkah kau memahami, perasaan apa yang aku miliki saat aku menghadapimu? Menghadapi seseorang yang mencintaiku tapi tidak mempercayaiku sama sekali? Apa kau tahu sulitnya itu? tidak bisa tidak berdayanya aku?"


Xiao Tan tetap tak percaya. Waktu Lian Cheng menyelamatkannya, Lian Cheng memanggilnya Tan Er. Dia Qu Xiao Tan, bukan Qu Tan Er. Bahkan sekalipun apa yang Lian Cheng katakan tadi benar, dia sama saja seperti Yi Huai yang menganggapnya Tan Er.


"Seindah apapun kisah itu, tapi kau tidak mengalami cerita itu denganku. Satu-satunya yang ada dalam bisa selalu Qu Tan Er, kan?"


"Kalau kau benar-benar berpikir begitu, berarti kau meremehkan cintaku padamu, dan juga cinta kakakku pada Nona Qu."


"Bahkan dulu saat kalian berdua berbagi satu sama lain, aku bisa mengenalimu, apalagi sekarang."


Xiao Tan mulai pusing karena mabuk dan terus menggumam kalau kisah cinta Lian Cheng bukan dengannya, tapi dengan Tan Er.


"Dasar bodoh. Jadi kau cemburu dengan dirimu sendiri. Tapi bagaimanapun juga, aku sendiri juga bodoh. Baiklah, malam ini aku akan mabuk cinta."


Keesokan paginya, Xiao Tan masih setengah melihat saya tak lupa meletakkan tangan... dan langsung kaget melihat Lian Cheng di sampingnya. Pfft!

__ADS_1


Dia sontak berteriak sampai membuat Lian Cheng terbangun. Heran dia, mengapa Xiao Tan suka berteriak saat bangun tidur?


"Ada baj*ngan tidur di sampingku, jelas saja aku akan berteriak!"


"Pelankan suaramu!" Desis Lian Cheng sambil membungkam mulut Xiao Tan. "Apa kau khawatir kalau mereka tidak akan tahu kau tidur di sini?"


Lalu... apa mereka kemarin melakukan ' itu '? Panik Xiao Tan. Lian Cheng pura-pura bodo, dia tidur semalaman. Lupakan sajalah.


"Kau!"


"Ya, iyalah!"


"Kau marah karena sesuatu yang terjadi atau karena tidak terjadi?"


"Baj*ngan! Aku pergi!" Kesal Xiao Tan lalu pergi. Tapi Lian Cheng tiba-tiba menyadari sesuatu dan lebih cepat mengambil topeng Liu Shang-nya.

__ADS_1


Baru saja Xiao Tan melangkah keluar dari kamar itu, dia malah berpapasan dengan Pangeran ke-8 yang baru datang. Wah, gawat!


Lian Cheng awalnya mengira kalau Xiao Tan terlalu rajin datang kemari sepagi ini. Tapi kemudian Liu Shang dari dalam kamar sambil merapikan bajunya yang jelas saja langsung membuat Lian Cheng jadi curiga.


Apalagi kemudian dia memperhatikan Xiao Tan meremas sendiri dengan ayahnya. Dia juga memperhatikan baju yang Xiao Tan pakai masih sama dengan yang dia pakai kemarin.


"Semua baju saya sedang dilihat, tidak ada baju ganti." Alasan Xiao Tan.


Lian Cheng hanya menatap dalam diam, jelas tidak mempercayai alasan itu. Gugup, Xiao Tan buru-buru pamit dengan alasan mau mengambil sesuatu.


Liu Shang lalu mengundang Lian Cheng ke ruang belajarnya untuk berbicara. Lian Cheng menolak, mereka bicara di sini saja.


Lian Cheng berkata kalau kemarin dia mendapat kabar dari istana, Kaisar memang akan mengunjungi Ibu Suri di istana kediaman Ibu Suri. Lian Cheng langsung pergi ke sana begitu mendapat kabar itu. Tapi...


"Apa di sana ada mata-mata Selir Dugu?" Duga Liu Shang.

__ADS_1


Benar sekali. Saat Lian Cheng baru tiba di sana, Kaisar sudah pergi. Ibu Suri bilang, saat Lian Cheng hendak tiba di sana, ada seorang pelayan yang melapor kalau Selir Dugu tidak enak badan. Kaisar langsung pergi dengan terburu-buru.


__ADS_2