CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
25


__ADS_3

Jing Xin heran melihat perubahan sikap Xiao Tan hari ini. Baru semalam dia merutuki Pangeran ke-8, tapi sekarang Xiao Tan ingin menyenangkan Pangeran ke-8 dengan semangkok sup.


Yah, apa boleh buat. Xiao Tan tak punya pilihan selain menerima keadaan ini. Sekarang ini dia tidak bisa pergi dari tempat ini. Jadi demi bertahan hidup di sini, dia harus bergantung pada Pangeran ke-8.


Berhubung dia sudah sering membuat Pangeran ke-8 marah, sekarang saatnya menjilatnya. Dengan cara ini, dia tidak akan hidup di sini.


"Si pangeran ini baru saja kembali dari berburu dalam keadaan sempurna, jadi ini kesempatan yang saya tahu cara menilai situasi."


"Tapi yang bisa menyembuhkan luka kan sup ikan mas crucian. Mengapa kau memasak sup kaki babi dan kedelai?" Heran Jingxin.


Asal Jing Xin tahu saja, kaki babi itu kaya kandungan kolagen yang bisa menyembuhkan luka dengan cepat dan menyehatkan kulit.

__ADS_1


Lian Cheng sendiri masih ngeteh bersama Jing Xuan saat penjaga melaporkan kedatangan Ahli Strategi Liu Shang itu.


Seorang pria muda masuk ke sebuah ruangan dan membocorkan lambang Pangeran ke-8 yang terpampang di dinding. Dia adalah Liu Shang, si ahli strategi yang terkenal itaau. (Masih muda banget yah?)


Dia kemudian menoleh saat melihat kedatangan seseorang yang ternyata Xiao Tan. Mata mereka saling bertemu dan hmm... sepertinya pria itu terpesona pada Xiao Tan.


Lian Cheng tiba saat itu dan langsung memperhatikan interaksi mereka berdua yang sepertinya membuat kesal... atau cemburu, mungkin.


Lian Cheng berniat baik menyentuh tangan pria itu, tapi menyentuh mereka entah mengapa membuat tubuh pria itu tersengat dan kontan menarik tangan dari sentuhan Lian Cheng. (Kok dia bisa tersengat kayak yang dialami Lian Cheng modern saat dengan Yi Huai? Jangan-jangan...)


Lian Cheng jelas heran melihat reaksinya itu, tapi dia tidak mengatakan apapun dan tetap menyapa Liu Shang dengan ramah. Liu Shang pun memuji pujiannya dengan memuji-muji segala kelebihan Lian Cheng.

__ADS_1


"Aku sudah mendapatkan beberapa kali mencarimu untuk mendapat pencerahan, tapi kau selalu mencari dan sulit ditemukan. Apakah kau kemari hari ini karena kau sudah mendapatkan jawaban untukku?"


Liu Shang mengangguk. Berdasarkan fenomena alam baru-baru ini, Liu Shang meramalkan bahwa perubahan dadakan dalam situasi politik di Dong Yue akan menyebabkan pertumpahan darah.


"Walaupun saya kurang kompeten, tapi saya harap bisa melakukan bagian saya untuk membantu." Ucap Liu Shang.


Lian Cheng lalu mengajaknya masuk ke ruang kerjanya agar mereka bisa membicarakan masalah ini lebih lanjut. Saat dia lewat, Liu Shang melirik Xiao Tan dan tersenyum manis.


Xiao Tan juga tampak terpesona pada pria itu. Tapi Jing Xin dengan cepat lamunannya lalu mengajaknya pergi sekarang karena sepertinya Pangeran ada penting. Oke, ayo pergi.


Liu Shang terlebih dahulu menyerahkan anak panah yang memiliki lambang Pangeran ke-8 dan mengaku bahwa dia sudah cukup lama datang ke Dong Yue ini, hanya saja dia menyembunyikan identitasnya agar bisa diam-diam melihat situasi di Dong Yue.

__ADS_1


Saat dia tahu kalau Jenderal Wei mencuri anak panahnya Lian Cheng, dia bisa menduga kalau Jenderal Wei berencana menjebak Lian Cheng. waktu itu pergi ke tempat berburu sebelum mereka semua datang dan mengamati mata-matanya Jenderal Wei.


__ADS_2