
Xiao Tan menduga kalau ini pasti karena dinding lubang ini terlalu licin. Kalau dipikir-pikir, para atlet Olimpiade biasanya harus menjaga tangan mereka tetap kering agar mereka bisa menyelesaikan aksi mereka.
Maka Xiao Tan pun berinisiatif menggosokkan tangan ke tanah dinding lubang sambil memberikan penjelasan ilmiah pada Lian Cheng bahwa dengan menggosok tanah pada tangan, bisa meningkatkan geskan.
Dia akan lagi, kali ini Lian Cheng tidak perlu membantu mengangkatnya. Tapi belum juga sempat dia melakukan apapun, Lian Cheng membpong Xiao Tan.
"Aku tidak boleh membiarkanmu melakukan itu," ucap Lian Cheng dengan nada menggda... lalu membawa Xiao Tan terbang dari lubang itu. Wkwkwk! Dasar Lian Cheng.
Xiao Tan terpesona. "Kungfu Anti-gravitasi benar-benar bisa membuat wanita merasa romntis. Rasanya sangat menyenangkan dan menggetarkan."
Yu Hao datang saat itu dan memberi Xiao Tan air untuk cuci tangan. Xiao Tan heran, Yu Hao berada tak jauh dari mereka, lalu mengapa Yu Hao tidak bisa menyelamatkan mereka saat mereka jatuh ke lubang tadi?
__ADS_1
Yu Hao santai memberitahu kalau lubang jebakan binatang seperti ini cukup umum di area ini. Lian Cheng punya kungfu anti-gravitasi, jadi mudah baginya untuk naik dari lubang ini. Tapi berhubung Xiao Tan tidak akrab dengan daerah ini, jadi Yu Hao menyarankannya untuk tetap berada di dekat Lian Cheng.
Wah, Xiao Tan merasa ditipu. "Dasar kau serigala bristle domba. Kau bahkan bertanya bagaimana kalau kita terperangkap selamanya selamanya aku mencoba segala cara untuk keluar dari lubang ini. Lubang perangkap binatang. Ini kutukan yang selalu membodohiku!"
Sementara itu, Lian Cheng modern tengah latihan pedang di kamarnya saat tiba-tiba dia merasakan seseorang yang sedang mengalami. Lian Cheng menegurnya dan Kakek Liu pun keluar dari persembunyiannya.
Kakek Liu heran melihatnya tanpa topengnya. Saat latihan pedang barusan, sepertinya Lian Cheng penuh dengan amarah. Ada apa? Apa identitas Lian Cheng sudah terbongkar? Lian Cheng menyangkal.
Jadi kalau Lian Cheng mau tetap tinggal di Dong Yue, sebaiknya segera pergi dari sisi Pangeran ke-8. Hanya dengan menjauh dari peperangan di istana-lah, dia bisa melindungi dirinya sendiri.
"Kata-kataku ini bukan sekadar menakutimu. Bisa mendengarkan setidaknya setengah dari kataku?"
__ADS_1
Jika Lian Cheng dapat sepenuhnya memahami pro dan kontra masalah ini lebih cepat dan menyerah dalam perubahan takdirnya, Kakek Liu dapat membantunya menemukan tempat persembunyian.
Tinggal saja di sini dan bantu Kakek mempelajari Mutiara Penekan Jiwa. Bagaimana? Tapi Lian Cheng menolak dengan sopan. Jelas saja Kakek Liu jadi kesal dan akhirnya memutuskan pulang saja.
Dalam batinnya, Lian Cheng berpikir kalau dia tinggal di sini demi melindungi dirinya sendiri, tapi juga melindungi Xiao Tan. Akan sangat berbahaya kalau sampai ketahuan bahwa Xiao Tan adalah pemilik Mutiara Penekan Jiwa.
Tapi yang paling dia khawatirkan saat ini adalah membeli Pangeran ke-8 pada Xiao Tan. Lian Cheng tahu betul arti dari itu.
"Karena sesungguhnya dia adalah aku. Entah bagaimana cinta bisa dimulai. Namun sekalinya kau jatuh, kau akan jatuh sangat dalam."
Saat tengah menyeduh teh, Xiao Tan Lian Cheng (kuno) tengah menggulung sebuah lukisan lalu melihatnya di dalam sebuah kotak. Tanpa dia bertanya-pun, Lian Cheng memberitahunya kalau besok adalah hari terakhir Kaisar, dan lukisan ini adalah hadiah yang akan dia berikan untuk Kaisar.
__ADS_1