
Syukurlah orang-orang mendengar jeritannya dan datang untuk membantunya mengangkat benda itu dari mobil. Lian Cheng memang tertimpa mobil itu, tapi dia tidak terluka membuka. Dia justru terpana melihat kehisterisan Xiao Tan karena mencemaskannya dan membuat senyum Lian Cheng perlahan mengembang tanpa mempedulikan keadaannya.
"Tan Er, biarpun kau tidak mengenalku atau apapun yang akan terjadi pada kita di masa depan, karena aku sudah datang ke duniamu, aku harus menghargai kesempatan yang Tuhan berikan untuk memulai segalanya dari awal."
Lian Cheng janji dia akan selalu melindungi Xiao Tan dan hidup damai bersama Xiao Tan di dunia ini. Apapun akan dia lakukan untuk memastikan itu.
Keesokan paginya, Xiao Tan santai saja berguling ke samping sampai dia memeluk Lian Cheng tanpa sadar sambil meremas d*da Lian Cheng.
Lian Cheng sih senang-senang saja, malah dia mengambil tangan Xiao Tan lalu mengecup jari-jari Xiao Tan sampai membuat Xiao Tan terbangun karenanya dan langsung kaget.
"Mo Lian Cheng! Kenapa kau ada di ranjangku?! Kau sudah kelewatan! Kenapa kau ada di ranjangku?"
__ADS_1
"Aku ini terluka yang parah. Bagaimana bisa aku tahu kalau aku tidur di ranjangmu?" Alasan Lian Cheng dengan menggodanya.
Xiao Tan hampir saja marah, tapi lagi-lagi dia harus berusaha menahan diri.
Xiao Tan-lihat update-an orang-orang di wechat moment dengan keheranan, mengapa tidak melihat ada pria yang lumayan di wechat moment-nya? Ternyata para pria yang dikenalnya jelek semua (dibandingkan Lian Cheng, yah?).
Ada satu postingan yang menarik perhatiannya, postingan seorang pria bernama Ah Yuan. Ah, Xiao Tan ingat siapa pria ini. Dia si pria tampan semasa kuliah dulu.
Baru sedetik dia memencet like, ponselnya mengeluarkan bunyi dari Lian Cheng lagi. Aduh gimana nih? Xiao Tan galau, apa yang harus dia katakan pada Lian Cheng? Ah, sudahlah. Akhirnya memutuskan untuk mematikan nada deringnya dan membiarkan telepon tak terjawab.
Baru juga dikasih seperti, Ah Yuan mengirim mengirim chat pada Xiao Tan dan mengajaknya sekarang (cepet amat dia bertindak). Tapi berhubung Xiao Tan lagi empet dan ingin menghindari Lian Cheng, dia langsung setuju tanpa pikir panjang.
__ADS_1
Karena teleponnya tidak dijawab sedari tadi, Lian Cheng langsung pergi ke rumah Xiao Tan. Tapi ketukan pintunya juga sama tak terjawabnya, Lian Cheng jadi cemas.
Dia punya ide bagus lalu entah bagaimana dia berhasil mengakses akun wechat-nya Xiao Tan. Dari situlah akhirnya dia tahu tentang Ah Yuan dan pergi mencari Xiao Tan dengan cemas.
Xiao Tan dan Ah Yuan bertemu di bar, tapi Xiao Tan tampak tidak jelas menikmati kebersamaan mereka dan mendengarkan rayuan canggung Ah Yuan.
Saat Ah Yuan mengklaim kalau dulu sebenarnya dia naksir Xiao Tan, Xiao Tan tak nyaman dan buru-buru permisi ke toilet.
Tapi begitu Xiao Tan pergi, Ah Yuan mendapat telepon dari teman dan dari percakapan mereka, jelas dia tidak bermaksud baik pada Xiao Tan.
Dia lalu menuang alkohol ke gelasnya Xiao Tan, tapi tiba-tiba saja terjadi sesuatu Anda. Err... entah apakah dia dirasuki si pemburu jiwa itu atau bagaimana, tiba-tiba saja dia punya kekuatan sihir yang kemudian dia alirkan ke gelasnya Xiao Tan.
__ADS_1
Xiao Tan Kembali, dia langsung mengajak Xiao Tan bersulang untuk merayakan reuni mereka dan Xiao Tan asal saja menurutinya tanpa curiga lalu menenggak habis alkohol itu.