CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
64


__ADS_3

Lian Cheng nyinyir, dia tidak tahu atau dia punya hal lain untuk dilakukan? Dengan tampang polos, Liu Shang mengaku bahwa dia memang punya hal penting untuk dia lakukan. Mungkin dia terlalu berkonsentrasi sampai tidak memperhatikan hal lainnya.


"Hal penting apa itu?"


"Saya memperbaiki lukisan untuk Pangeran, yang dipercayakan oleh seseorang." Ucap Liu Shang sambil melirik Kepala Pelayan.


Dengan takut-takut, Kepala Pelayan ucapan ucapan Liu Shang. Waktu itu dia tak sengaja mencoreng salah satu lukisan Lian Cheng saat dia sedang bersih-bersih. tadi waktu Lian Cheng keluar, dia meminta bantuan Liu Shang untuk memperbaiki lukisan itu untuknya.


"Saya yakin Kepala Pelayan Zhou tidak berniat melakukannya. Saat saya memperbaiki lukisan ini, saya terkejut melihat semangat hidup dari lukisan Naga Terbang ini. Saya bahkan bermaksud untuk mengambilnya dan menghargainya, tapi tak disangka saya ketahuan oleh Pangeran. Mohon maaf maaf saya." Ucapkan Liu Shang lalu menyodorkan lukisan itu ke Lian Cheng.

__ADS_1


Entah apakah Lian Cheng tidak percaya atau tidak, tapi kemudian dia menerima lukisan itu dan memikirkan masalah ini sampai di sini. Mungkin dia hanya terlalu khawatir, terima kasih telah memperbaiki lukisannya.


Semua orang pun bubar dan kembali ke kediaman Lian Cheng. Tapi Lian Cheng masih ragu, apa dia benar-benar salah tuduh? Mungkinkah orang lain yang jadi dirinya?


Tapi menurut Jing Xuan, yang paling menarik memang Liu Shang. Lian Cheng sendiri kan yang bilang kalau orang itu mungkin tinggal di rumah ini dan sangat peduli terhadap Xiao Tan. Tapi Liu Shang memang punya alibi yang kuat, aneh sekali.


Yu Hao juga merasa kalau Liu Shang yang paling menarik. Si peniru itu tahu betul tentang kelemahan kungfunya Yu Hao. Dan waktu Liu Shang mereka membantu saat mereka dikepung waktu itu, kungfunya Liu Shang sangat mirip dengan kungfunya Lian Cheng.


Jing Xin dengan penuh perhatian memapah Xiao Tan balik ke kamar dan langsung mengecek kalau-kalau Xiao Tan terluka. Dia benar-benar cemas dan perhatiannya itu membuat Xiao Tan senang.

__ADS_1


"Kau ternyata sangat peduli. Kalau kalau itu bukan bohongan, aku pasti akan kehilangan satu-satunya di sini. Jing Xin, kau bukan hanya akan bertemu dengan teman. Setelah yang kita hari ini, aku menganggapmu sebagai keluargaku. Jing Xin, sudah menganggapmu sebagai keluargaku. marah padaku, ya?"


Biarpun dia bukan nonanya Jing Xin, menganggap Jing Xin juga menganggapnya sebagai keluarganya? Jing Xin menitikan air mata haru mendengarnya.


"Xiao Tan, baru hari ini aku menyadari. Di dalam hatiku, aku sudah menganggapmu sebagai teman berbagi suka dan suka."


Jing Xin sadar kalau apa yang terjadi pada nonanya itu bukan salah Xiao Tan. Biarpun Xiao Tan bukan nonanya, tapi dia berbagi tubuh dengan nonanya. Jadi melindungi Xiao Tan, sama artinya dengan melindungi nonanya. Kedua wanita itu kontan berplukan dengan penuh haru.


Yi Huai menjenguk Pan Er di penjaranya. Pan Er yang awalnya meringkuk jaringan, kontan sumringah melihat kehadiran Yi Huai. Ternyata Yi Huai masih peduli. Tapi kemudian, Yi Huai berkata...

__ADS_1


"Keluargamu tidak ada di sampingmu sekarang. Tan Er tidak bisa datang, jadi aku menjengukmu untuk mereka."


Pan Er kecewa, jadi Yi Huai menjenguknya hanya karena dia kakaknya Tan Er? Yi Huai meminjam akan mencoba sebaik mungkin untuk menyelamatkan Pan Er dari sini dan menyembunyikan identitas Pan Er. Lebih baik dia jangan melibatkan diri di saat genting seperti ini.


__ADS_2