CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
43


__ADS_3

Liu Shang jelas tidak setuju. Tidak seharusnya Xiao Tan menjadi bidak dalam perebutan kekuasaan ini.


"Sepertinya kau sangat peduli pada Tan Er. Yang kau perlukan adalah keselamatan Tan Er dan kelemahan rencanaku ini. Kau pergi."


Tak lama kemudian Jing Xuan datang menemui Lian Cheng di suatu tempat, tapi dia tidak sadar kalau yang dia temui itu sebenarnya Lian Cheng modern dan keheranan saat melihat Lian Cheng pakai baju yang dulu tidak disukai karena baju itu kurang terlihat aristokrat.


Oh, Jing Xuan tahu. Lian Cheng sekarang berubah menyukai baju ini, pasti karena gadis itu kan? Gadis yang Lian Cheng suka dan membuat selera Lian Cheng berubah.


Lian Cheng modern, siapa gadis yang Jing Xuan maksud itu? Yah, mana Jing Xuan tahu, Lian Cheng sendiri tidak bilang-bilang kok.


"Menurutmu, apa lagi dalam diriku yang berubah?"


"Hmm... dulu Kakak benci pangsit kukus, sekarang Kakak memakannya setiap hari. Itu juga pasti berhubungan dengan gadis itu, kan?"

__ADS_1


Lian Cheng modern kontan cemas menyadari, Lian Cheng kuno sepertinya sudah mulai jatuh cinta pada Xiao Tan.


"Kakak, biarpun Kakak seorang Pangeran, tapi wajar saja kok kalau manusia jatuh cinta."


"Jing Xuan, jangan kaget siapapun tentang percakapan ini, jangan pula mengungkitnya di hadapanku."


Saat Lian Cheng modern kembali, dia melihat Xiao Tan sedang menumbuk sesuatu di tangga sambil ngedumel sebal karena dia tidak bisa berbelanja tas biarpun dia punya gaji. Apa gunanya punya uang kalau begitu? Saking kangennya dengan shopping, dia sampai membuat logo Chanel pakai kelopak-kelopak bunga.


Belum juga sempat beranjak, Lian Cheng tiba-tiba mengklaim kalau dia tidak terbiasa meminum teh buatan Xiao Tan, kali lain buatlah teh yang dingin, semakin dingin semakin bagus. Buat sedingin es.


Oke. Xiao Tan mengerti walaupun sebenarnya agak bingung, memangnya orang jaman kuno suka minum teh?


Tiba-tiba terdengar suara Jing Xin memanggil Xiao Tan karena Xiao Tan dipanggil Kepala Pelayan. Baru saja Xiao Tan mau pamit ke Lian Cheng, tapi Lian Cheng malah menghilang entah ke mana dan logo Chanel-nya sudah berubah menjadi simbol cinta. Hehe.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Xiao Tan datang membawakan teh ke ruang kerja Lian Cheng yang saat itu tengah berlatih dengan seorang menteri.


Tapi menteri itu terlihat jelas lebih mendukung Jenderal Wei dan menyarankan agar Lian Cheng mendukung Jenderal Wei mendamaikan situasi di perbatasan dengan lambang kerajaan.


Liu Shang diam saja, tapi dalam hatinya dia curiga kalau si menteri sudah berpindah haluan mendukung musuh mereka. Lian Cheng pasti ingin mengusirnya, tapi tidak bisa mengingat hubungan.


Tapi kemudian Jing Xuan dan Menteri Wu meminum teh buatan Xiao Tan, dan langsung kaget dengan rasanya.


"Teh macam apa ini? Mengapa rasanya sedingin es?" Protes Jing Xuan.


Tapi hal itu kontan membuat Lian Cheng bisa memanfaatkan situasi untuk menyindir Menteri Wu. Pepatah bilang, teh akan berubah dingin setelah seseorang pergi.


"Teh dingin ini sangat sesuai dengan situasi sekarang ini. Karena Menteri Wu tidak bisa melakukan apapun untuk membantuku, maka aku tidak akan menahanmu di sini. Antar tamu kita keluar!"

__ADS_1


__ADS_2