Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
BAB 17


__ADS_3

Aditya membuka pintu kamar dimana Anita dan Vino berada.


Ckleek..


Mendengar pintu di buka, Anita melihat ke arah pintu. Dilihatnya Aditya lah yang masuk


"Boleh kah aku masuk?" tanya Aditya


"Silahkan." ucap Anita singkat.


Aditya melangkahkan kan kakinya mendekati ranjang, dimana Vino yang saat ini sedang berbaring.


"Bagaimana keadaan nya?" tanya Aditya basa basi.


"Kakinya mengalami retak, di rawat beberapa hari nanti kembali sembuh." ucap Anita tanpa menatap Aditya.


Mereka pun kembali diam, hingga suasana di tempat itu membuat mereka berdua menjadi canggung.


Aditya duduk di samping Vino. Sedangkan Vino yang melihat hanya menatap Aditya penuh tanda tanya.


"Apakah masih sakit boy?" tanya Aditya kepada Vino.


"Ya.." ucap Vino dengan mata sembab nya.


"Oh iya! Apa kau tidak menghubungi suami mu tentang kejadian ini?" tanya Aditya


Anita yang mendengar diam, entah kenapa ia tidak ingin menjawab pertanyaan Aditya yang satu ini. Merasa tidak ada jawaban, Aditya mengalihkan pembicaraan nya.


"Sepertinya tangan mu terluka." ucap Aditya melihat siku Anita yang tergores.

__ADS_1


Anita tidak menyadari jika siku nya terluka. Ia pun melihat, dan ternyata memang benar, saat ini sikunya terluka cukup ringan.


Menyadari Anita yang tidak mengetahui bahwa dirinya terluka, Aditya turun dari ranjang, pergi keluar untuk minta obat kepada suster.


Beberapa menit.


Ckleek ....


Pintu kembali di buka. Aditya membawa sebuah kotak obat ditangan nya.


Aditya menarik kursi dan di tempatkan nya di dekat Anita. Anita yang melihat hanya melirik saja.


"Sini aku obati tangan mu." ucap Aditya menarik tangan Anita


Sedangkan Anita yang di perlakukan seperti itu hanya menatap saja.


"Apakah aku terlihat sangat tampan, sampai kau melihat ku seperti itu?" ucap Aditya percaya diri.


"Apakah sakit?" tanya Aditya.


"Tidak." jawab Anita singkat, masih membuang muka.


"Kalau sakit katakan, aku akan pelan pelan." ucap Aditya lagi.


Sedangkan Vino hanya melihat mereka berdua dengan diam. Karena merasa mengantuk, vino akhirnya memejamkan matanya.


"Apakah kau tidak pulang?" tanya Anita.


"Aku akan pulang jika suami mu sudah datang." ucap Aditya sambil menatap wajah Anita.

__ADS_1


Aditya memperhatikan wajah Anita, saat matanya menatap bibir ranum itu, tiba tiba fikiran nakal nya berkeliaran di kepala nya. iramanya dia menyes*p dan melu**tnya.


Aditya menggeleng gelengkan kepala nya mengusir fikiran mesum di otak nya.


"Ingat Dit dia itu punya suami." batin Aditya.


"Pulang lah ini sudah sore. Orang tua mu pasti mencari mu." ucap Anita.


"Albert pasti sudah mengatakan kepada mereka jika aku disini. Jadi kamu tidak perlu khawatir, aku akan tetap menemani kalian sampai suami mu datang." ucap Aditya


Sedangkan Anita memijit pelipisnya, mendengar Aditya akan menunggu nya sampai suami nya datang.


Aku tidak punya suami. Aku ini janda. Sampai dunia terbalik pun kau menunggu, tidak akan ada yang datang kesini. Mungkin hanya nenek ku saja yang akan datang." batin Anita.


"Aku tidak punya suami." jawab Anita singkat namun pelan.


Mendengar Anita mengucapkan sesuatu, Aditya menatap nya. Apakah yang di dengar barusan itu tidak salah Fikirnya.


"Coba ulangi sekali lagi." pinta Aditya untuk mengulang apa yang barusan dia katakan.


"Aku tidak mempunyai suami." ucap Anita lagi sedikit keras.


Mendengar ucapan Anita yang tidak memiliki suami, Aditya merasa senang dan bahagia.


Sampai bahagianya Aditya........



💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞

__ADS_1


Selamat membaca 🤗


Jangan lupa like and komen 🙏🙏🙏 serta dukungan nya.


__ADS_2