
"Kami akan menikah. Namun karena aku saat itu sedang sakit, aku pergi meninggalkannya untuk berobat keluar negri. Tapi apa!! Saat aku kembali ternyata calon suami ku di rebut oleh seorang wanita yang sekarang ini ada di depan ku." ucap jesika menangis.
"Cukup Jes. Semua itu kesalahan mu sendiri karena pergi meninggalkan ku. Jadi jangan pernah kau salah kan istri ku di hadapan ku." ucap Aditya marah.
"Kau menuduh ku?" ucap Anita marah mendengar ucapan Jesika yang menuduhnya merebut salon suami darinya.
"Tentu saja. Bukan kah memang kamu telah merebut calon suami ku?" ucap Jesika. "Sungguh wanita yang tidak tahu diri." hina Jesika tidak memandang Aditya ada disana.
"Anda bilang apa Nona? Saya perebut calon suami orang?" ucap Anita marah. "Seharusnya anda itu mengaca dulu di cermin, sebelum anda mengatakan saya perebut calon suami orang." lanjutnya dengan suara meninggi.
Melihat Anita marah, Aditya mencoba untuk menenangkan nya.
"Sayang, jangan marah marah. Ingat kamu sekarang sedang hamil." ucap Aditya lembut.
"Apa kamu membelanya?" tanya Anita.
"Tidak, mana mungkin aku membela nya." ucap Aditya ,
"Jika kau tidak membelanya, lebih baik kau diam saja." ucap Anita bertambah kesal.
"Sayang." ucap Aditya pelan.
Anita yang sedang marah, membuat emosinya naik turun mendengar ucapan Jesika. Dan dengan cepat ia berdiri dan menampar pipi Jesika hingga merah
Plaak.....
Itu tamparan dari ku buat wanita yang menggoda suami ku." ucap Anita setelah itu pergi meninggalkan mereka berdua.
"Apakah sekarang kau puas sudah menyakiti istri ku dengan ucapan mu?" tanya Aditya
"Dia yang menyakiti ku Dit. Lihatlah, bahkan dia memapar ku seperti ini." ucap Jesika menunjukkan merah di pipinya akibat bekas tamparan
__ADS_1
"Itu memang pantas untuk mu." ucap Aditya. "Lebih baik menjauh lah dari ku, karena aku tidak ingin melihat diri mu dihadapan ku. Dan ingat Jesika, disini yang salah bukan diri ku namun diri mu sendiri. Jadi jangan pernah menyalahkan orang lain atas kesalahan yang kau perbuat. Dan untuk perasaan ku, aku lebih mencintai istri ku. Dan sampai kapan pun aku hanya akan mencintai istri ku. Cam kan itu...." ucap Aditya pergi meninggalkan Jesika yang mengepalkan tangan nya.
Tak jauh sana, Anita tersenyum melihat suami nya yang ternyata memang sangat sangat mencintai nya. Mungkin pada saat itu, saat dia melihatnya suami nya dan Jesika berpelukan, serta pergi kerumah sakit, Mungkin suami nya hanya merasa kasihan terhadap Jesika, sehingga dia berniat membantu nya dan tidak melibatkan perasaan.
.
.
Setelah berbicara dengan Jesika, Aditya berlari menyusul Anita. Sedangkan Jesika tersenyum licik sambil mengepalkan tangan.
"Heh......Aku tidak peduli kamu mencintai ku apa tidak. Yang terpenting saat ini aku harus bisa mendapatkan mu demi harta, persetan dengan yang nama nya cinta." ucap Jesika.
Sedangkan Anita.
Anita memesan sebuah taksi untuk kembali ke rumah nya. Aditya yang keluar mata nya melihat istrinya masuk kedalam taksi. Dengan cepat Aditya mengambil mobil nya dan mengendarai menyusul Anita
Beberapa menit kemudian.
"Sayang." panggil Aditya.
"Ada apa?" tanya Anita sedikit cuek.
"Sayang jangan marah ya! Aku mohon." pinta Aditya.
"........"Anita malas meladeni suaminya, ia diam dan masuk kedalam rumah setelah membayar supir taksi
"Sayang, dengarkan aku dulu." ucap Aditya memegang bahu Anita agar menghadap ke arah nya. "Kamu itu tidak seperti apa yang Jesika katakan. Kamu bukan perebut calon suami orang. Aku lah yang merebut mu diri mu dari diri mu. Jadi jangan marah ya sayang, fikir kan tentang bayi kita." ucap Aditya mengelus perut Anita..
"Lepas ah....." ucap Anita kesal menghempaskan tangan Aditya dan berjalan pergi menuju kamar nya
"Sayang." ucap Aditya memeluk tubuh Anita dari belakang saat melihat istri nya akan pergi meninggalkan nya.
__ADS_1
"Lepas kenapa sih. Dan pergi sana." usir Anita. Aku tidak ingin melihat mu. Jika perlu aku akan membuang mu dan mengembalikan mu padanya." ucap Anita.
"Tidak mau." tolak Aditya memeluk lebih erat. "Aku tidak mau dengan nya. Aku hanya ingin mersama mu, menjadi kan diri ku milik mu seutuhnya." ucap Aditya.
"Aku pinta kepada mu, jangan marah dengan ku." ucap Aditya memohon.
"........" Anita diam malas menjawab. Sebenar nya Anita tidak apa apa, dan dia juga tidak marah saat ini.
"Dia itu hanya masa laluku sayang, dan kamu adalah masa depan ku. Jadi percayalah aku hanya akan mencintai mu seorang." ucap Aditya menggombal.
"Berhentilah memeluk ku. Aku ingin pergi kekamar " ucap Anita.
"Aku tidak akan berhenti dan tidak akan melepas mu, aku tidak ingin kau membuang ku pada nya." ucap Aditya.
"Hei ....kau ini sudah tua. Bagaimana bisa aku bisa membuang mu, memangnya kau ini barang. walaupun aku membuang mu pastinya kau juga akan balik lagi nantinya." batin Anita sambil tertawa menikmati wajah lucu suami nya yang sedang memohon.
"Sekarang aku tahu suami ku memang sangat sangat mencintai ku. Jika tidak! Mana mungkin suami ku akan berperilaku seperti ini. Dan aku lebih percaya kepada suami ku dari pada wanita aneh itu." ucap Anita.
"Em.... Bagaimana kalau aku mengerjainya lagi ya, He... He... He....Pasti seru nih." lanjutnya.
"Benarkah kamu memang mencintaiku?" tanya Anita memasang wajah marahnya.
"Tentu aku sangat mencintai mu sayang." ucap Aditya.
"Buktikan." ucap Anita.
selamat membaca 🤗🤗🤗
jangan lupa like and komen 🙏🙏
.
__ADS_1