
Aditya berdiri dan memeluk Jesika untuk menenangkan nya.
Aditya tidak mengetahui bahwa sepasang mata sedang menyaksikan di balik pintu dengan hati yang tidak bisa di jelaskan.
"Maafkan aku Jesika. Aku tidak mengetahui semua itu. Namun untuk saat ini aku tidak bisa kembali pada mu, aku sudah memiliki istri dan anak. Aku tidak bisa mengabaikan mereka dan aku sangat mencintai istri ku." ucap Aditya menepuk nepuk tangan Jesika.
"Tidak apa apa. Aku sadar karena ini memang salah ku." ucap Jesika mencoba tersenyum.
"Tapi bisakah kita menjadi teman?" ucap Jesika.
"Baiklah, kita bisa berteman mulai sekarang." ucap Aditya. " Tapi apakah sekarang kamu sudah sembuh total?" tanyanya lagi.
"Sudah. Tapi terkadang kepala ku masih terasa sakit." ucap Jesika.
"Jika kamu butuh sesuatu, kamu bisa menghubungi ku." ucap Aditya.
"Baiklah, tapi apakah istri mu nanti tidak akan marah dengan mu? Jika dia tahu kamu bersama dengan ku?" tanya Jesika.
"Aku akan menjelaskan nya jika dia mengetahui." ucap Aditya.
"Baiklah, aku akan pulang duluan. Maaf telah mengganggu waktu mu." ucap Jesika.
"Ya. Jangan lupa jika kamu butuh sesuatu hubungi aku." ucap Aditya.
"Em... Aku pergi dulu." ucap Jesika dan di angguki Aditya.
Setelah Jesika pergi, Aditya kembali ke kursi kebesaran nya dan melanjutkan kerjaan nya.
Aditya melihat jam di tangan nya.
"Kenapa belum sampai? Katanya mau kesini siang ini." ucap Aditya sendiri.
Aditya mengambil hp dan menghubungi Anita.
__ADS_1
Tut...Tut...Tut...
"Hallo." jawab Anita
"Sayang kamu dimana? Katanya kamu akan datang di kantor? Tapi kenapa tidak datang sampai sekarang." tanya Aditya.
Anita yang mendengar suara suami nya meneteskan air matanya.
"Sebenarnya aku sudah datang ke sana saat jam makan siang. Tapi apa yang aku lihat, kamu malah bersama dengan seorang wanita sambil berpelukan." ucap Anita dalam hati.
"Em...Maafkan aku sayang. Aku tidak bisa ke sana karena Vino tidak ingin di tinggal." ucap Anita mencari alasan.
"Baiklah, kalau begitu jaga diri mu baik baik. Aku mencintai mu." ucap Aditya setelah itu mematikan sambungan.
Anita yang mendengarnya ucapan cinta dari suami nya hanya diam. fikiran nya melayang melayang saat mengingat kejadian tadi.
"Mencintai ku? Jika kamu mencintai ku kenapa kamu berpelukan bersama wanita lain?" gumam Anita sendirian.
"Sayang." ucap Anita memeluk
"Mami!" ucap Vino. "Katanya tadi Mami mau kekantor Papi, Kenapa cepat sekali?" tanya Vino.
"Oh tadi..?" Anita berfikir. "Kepala Mami tadi tiba tiba sedikit pusing, jadi Mami balik lagi tidak jadi ke kantor Papi. ucap Anita mencari alasan.
"Apakah mau saya buatkan teh hangat nyonya?" tanya Bibi saat melihat wajah lesu Anita.
"Tidak usah Bi." tolak Anita. "Aku akan langsung istirahat saja di kamar. Ayo sayang temani Mami istirahat." ucap Anita mengajak putranya.
"Em." Vino mengangguk.
"Kami keatas dulu ya Bi." pamit Anita.
"Ya Nyonya " ucap Bibi.
__ADS_1
.
.
.
1 bulan setelah kejadian Anita melihat Aditya memeluk wanita yang tak lain adalah Jesika. Aditya hari hari selalu meluangkan waktunya untuk menemani Jesika kerumah sakit untuk Mengecek keadaan nya.
Pagi ini Aditya nampak sudah rapi dengan setelan jas nya.
"Sayang apakah kamu ada waktu pagi ini?" tanya Anita.
"Memang ada apa?" ucap Aditya memeluk pinggang istrinya.
"Bisakah temani aku cek kandungan sekitar jam 10 pagi nanti." ucap Anita.
"Em ..Lita lihat dulu ya sayang, apakah aku ada waktu atau tidak. Jika ada aku akan menghubungi mu." ucap Aditya mencium bibir Anita.
"Baiklah." ucap Anita tersenyum.
Setelah kejadian satu bulan lalu Anita mencoba untuk melupakan. ia berfikir mungkin itu adalah sahabat Aditya.
.
.
.
.
Selamat membaca 🤗🤗🤗
jangan lupa like and komen 🙏🙏🙏
__ADS_1