
"Tapi Ma." ucap Albert
"Kelamaan mikir, Ayo cepetan." Aditya menarik Albert membawanya ke altar pernikahan.
Albert hanya diam menuruti, Ia berjalan semakin mendekat ke arah Hanna. Jantung Albert berdetak tak karuan melihat Hanna yang akan menikah dengan Reno.
Setelah sampai di samping Hanna, Albert hanya diam menatap Hanna dengan perasaan tak menentu. Ingin rasanya Albert bersimpuh dan memohon agar Hanna membatalkan pernikahannya dengan Reno.
"Apakah sekarang siap?" tanya pendeta.
"Sudah." jawab Reno.
"Baiklah mari kita mulai. Silahkan mempelai saling berhadapan." ucap pendeta.
Reno berpindah posisi menghadap Hanna.
"Tuan Albert bisakah anda berdiri di dekat ku?" ucap Reno.
Aditya menarik tangan Albert agar mendekat ke arah Reno. Albert sungguh bingung kenapa hari ini tubuh nya di seret kesana kesini.
Reno memegang tangan Albert, Albert yang melihat tangannya di genggam oleh Reno menatap tajam.
"Mau apa kau?" ucap Albert.
"........." Reno tidak menjawab dia hanya tersenyum
"Em...Maaf pendeta nama mempelai prianya adalah David Alberto. Jadi silahkan lanjutkan, karena mempelainya sudah ada di sini." ucap Reno
"Apa!!!." ucap Albert bingung kenapa malah dirinya yang menjadi mempelai nya. Albert menatap Aditya meminta penjelasan. Namun Aditya tak memperdulikan tatapan Albert.
"Mohon segera di mulai pendeta." ucap Aditya.
Albert sungguh bingung dengan semua ini, kenapa jadi dia yang menikah bukanlah seharusnya Reno fikirnya.
Acara pun berlangsung dan akhirnya kini Hanna dan Albert resmi menjadi pasangan suami istri.
Acara pernikahan mereka akhirnya selesai. untuk resepsi pernikahan akan di lanjutkan esok harinya.
"Jelaskan?" tanya Albert meminta penjelasan.
"Santai bro. Maaf ya kami memang merencanakan semua ini." ucap Aditya.
"Brengs*k lo, kalian mengerjai ku. Kalian tahu rasanya aku seperti gila karena harus melepas wanita yang ku cintai. Kalian sungguh kejam." ucap Albert.
"Yang penting sekarang kan sudah sah. Nikmati waktu kalian. Kami pergi dulu." ucap Aditya
"Selamat ya Han, Semoga kalian bahagia." ucap Anita.
"Terimakasih ya Nit." ucap Hanna.
Setelah itu mereka semua meninggalkan gereja dan kembali ke kediaman mereka masing masing.
Keesokan malam harinya, Acara resepsi pernikahan mereka di laksanakan, Banyak tamu undangan yang hadir mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.
Tak jauh dari sana sepasang mata sedang memperhatikan Aditya dan Anita, ia menatap tajam penuh dendam.
Perempuan itu keluar dari ruangan itu berjalan sambil memegang pinggulnya. Wanita itu adalah Jesika yang telah kabur dari klub malam tempat di mana ayah nya menjual.
Jesika melarikan diri karena tidak kuat harus setiap hari melayani laki laki yang menyewanya.
"Aauh... Kenapa pinggang ku selalu sakit?" ucap Jesika.
Jesika terus berjalan pergi, saat di pinggir jalan tiba tiba ia pingsan. Ada beberapa orang yang melihat langsung membawa Jesika kerumah sakit.
Dokter memeriksa Jesika dan ternyata Jesika memiliki penyakit kanker serviks. Bos Jesika yang mengetahui Jesika berada di rumah sakit langsung datang menemui nya.
"Jadi kau ada di sini." ucap wanita pemilik klub.
"......." jesika hanya melihat.
"Heh... Kenapa tak sekalian mati saja, menyusahkan saja. Apa kau tahu? kKau itu sudah tidak berguna lagi dasar penyakitan." ucap wanita itu.
"Ayo pergi." wanita itu mengajak aja buah nya pergi.
"..,......." Jesika hanya diam melihat mereka pergi.
Dua bulan setelah pernikahan Albert dengan Hanna, keadaan Jesika semakin hari semakin memburuk. Walaupun sekarang ia sakit, dendam nya dengan Aditya masih belum sirna.
Ia berencana kabur dari rumah sakit dan memulai rencananya.
Jesika berhasil kabur dan kini sedang memantau di sekitar sekolah Vino.
Lama menunggu, akhirnya yang di tunggu menampakkan diri. Jesika tersenyum menyeringai.
Melihat keadaan sepi Jesika dengan pelan membius Vino dan membawa nya ke suatu tempat. Setelah itu menghubungi Anita agar datang sendiri menyelamatkan Vino.
"Datang lah ke gudang tua tak jauh dari sekolah anak mu. Bawa uang sebanyak 1 milyar dan jangan sekali kali kau memberitahukan kepada suami mu atau polisi. Jika sampai itu terjadi aku akan membunuh anak mu." pesan jesika yang di kirim Ke no Anita.
Anita yang mendapat pesan dan foto anak nya sedang di ikat menjadi panik.
"Siapa yang melakukan ini?" ucap Anita.
__ADS_1
Anita mencari Aditya memberitahukan apa yang terjadi. Aditya menghubungi pihak berwajib agar bisa membantu anak nya. Sedangkan Anita dan Aditya pergi bersama menemui Jesika.
Anita tak menghiraukan ancaman Jesika, Ia tetap memberitahukan kepada Aditya. Namun saat ini Aditya tidak langsung masuk bersama Anita, ia menunggu di luar gedung tua itu memantau ke adaan dari luar.
"Apa mau mu? Lepaskan anak ku." ucap Anita berada di depan Jesika.
"Serahkan uang mu dulu, setelah itu aku akan melepaskan anak mu." ucap Jesika.
"Kau ingin uang ini? Apakah saat ini hidup mu kekurangan uang, sampai kau menculik anak ku hanya untuk meminta uang." ucap Anita
"Diam kau, kau tidak perlu tahu apa alasan nya. Cepat berikan uang mu kalau tidak aku akan benar benar menembak kepala anak mu." ucap Jesika mengarahkan pistol di kepala vino.
"Mami." ucap vino
"Jangan, jangan sakiti anak ku. Baiklah aku akan menyerahkan uang ini. Tapi kamu janji jangan sakiti anak ku." ucap Anita.
"Em....cepat bawa sini." ucap Jesika.
Jesika mendekat tanpa melepas vino dan berniat mengambil koper yang di bawa Anita. Sebelum tangan Jesika meraih koper itu, suara tembakan terdengar di telinga mereka.
Dooor....
"Kau...kau membawa polisi?" ucap Jesika marah.
Aditya masuk beserta beberapa polisi
"Lepaskan anak ku Jes." ucap Aditya.
"Tidak, aku tidak akan melepaskan anak mu ini. Jika aku mati aku akan membawa anak mu ini mati bersama ku." ucap Jesika mengarahkan pistol.
"Lepaskan anak itu Nona. Jika anda berani menyakitinya kami tidak akan segan menembak anda." ucap Polisi.
"Ha..Ha..Ha...Apa kalian kira saya takut? Tidak. Saya tidak takut. Minggir kalian, dan serahkan uang nya. Jika tidak, saya benar benar akan membunuh anak mu ini Dit." ucap Jesika mengancam.
Dan.
Dooor....
Jesika menembak asal
"Aku tidak main main Dit. Aku hanya ingin uang mu, aku membutuhkannya." ucap Jesika.
"Dengan cara menculik anak ku." ucap Anita.
"Tentu saja, selain aku membutuhkan uang mu, aku juga membenci kalian, karena kalian hidup ku jadi seperti ini." ucap Jesika dan
Dooor...
Jesika mengarahkan tembakan ke arah Aditya.
Pekik Aditya kesakitan.
"Sayang." ucap Anita menghampiri Aditya.
"Ha..Ha..Ha.. Aku tidak main main, jadi jangan berani mendekat kalau tidak ingin anak mu mati." ucap Jesika.
"Ok Ok..aku akan menyerahkan uang nya tapi lepaskan anak ku." ucap Anita.
"Em..cepat bawa sini uang nya." ucap Jesika.
Anita berjalan mendekat ke arah jesika. Anita memberi kode kepada polisi untuk membantunya.
Saat Anita menyerahkan kopernya tangan jesika meraih sambil memegang pistol.
Dan..
Dooor ....
peluru mengenai tangan jesika dan .
Doooor....peluru jesika mengenai bahu Anita dan pistol yang di pegang jesika terjatuh
Aahh...
Anita kesakitan mendapat tembakan di bahu kanan nya.
Tak di sia-siakan oleh polisi. polisi menyelamatkan Vino dan membekuk Jesika. Aditya yang melihat Anita terluka menghampiri nya.
"Sayang, kamu tidak apa apa?" ucap Aditya khawatir
"Aku tidak apa apa sayang, Mana putra kita?." tanya Anita.
"Mami.." ucap vino mendekat.
"Sayang ayo kita kerumah sakit, kamu harus cepat di obati." ucap Aditya.
"Baiklah." ucap Anita pasrah karena memang ia merasakan sakit.
Aditya menagngkat Anita walaupun ia juga terluka di lengan nya. Saat berpapasan dengan polisi.
"Terimaksih pak sudah membantu kami." ucap Aditya.
__ADS_1
"Ini sudah tugas kami Tuan Aditya." ucap polisi
"Saya ingin dia mendapat hukuman yang sangat pantas " ucap Aditya.
Aditya juga melaporkan tentang kerjasama Jesika bersama Dion menculik Anita saat itu. Tak hanya itu ia juga melaporkan Jesika atas pencurian uang di kantornya.
Jesika akan di hukum berat, dan mungkin saja dia akan mati di penjara karena penyakitnya
Sedangkan Aditya pergi ke rumah sakit membawa Anita. Setelah sampai kini Anita dan dirinya berada di ruang operasi untuk pengangkatan peluru yang ada di bahu dan lengan mereka.
Sedangkan di luar ruangan, papa Antoni dan mama Laras serta vino sedang menunggu mereka.
Beberapa menit kemudian operasi telah selesai dan kini mereka berdua ada di satu ruangan.
"Bagaimana, apakah masih sakit nak?" tanya mama Laras.
"Sudah tidak ma, hanya merasa nyeri sedikit." ucap Anita.
Sedangkan Aditya tiba tiba perut nya merasa di aduk aduk merasa mual.
Hoek...Hoek...
"Ada dengan mu Dit?" tanya Mama la5ras melihat Aditya yang muntah.
"Entah, tiba tiba Aditya merasa mual." ucap Aditya. " m9ungkin efek karena habis operasi." ucapnya lagi.
"Apakah ada?" tanya Mama Laras.
"Entah.." ucap Aditya.
Satu hari di rumah sakit akhirnya mereka berdua di perbolehkan untuk pulang. Saat anita berjalan di halaman rumah sakit bersama Aditya tiba tiba ia merasa pusing dan akhirnya pingsan.
"Sayang.." ucap Aditya panik
"Sayang bangun ada apa dengan mu?" ucapnya lagi
Mama Laras yang melihat, memerintah Aditya agar membawa Anita kembali ke ke dalam. Aditya membopong tubuh Anita masuk ke rumah sakit lagi. Setelah itu meminta Dokter untuk memeriksa Anita.
Setelah Dokter memeriksa.
"Selamat Tuan istri anda sedang hamil." ucap Dokter wanita.
"Ha..hamil." ucap Aditya.
"Benar tuan, untuk lebih jelasnya silahkan anda memeriksa istri anda ke Dokter Obgyn." ucap Dokter wanita.
"Baik dok terimakasih." ucap Aditya.
Dokter itu pun pergi meninggalkan ruangan itu. Untuk memastikan benar tidak nya, Aditya membawa Anita ke Dokter Obgyn untuk pemeriksaan.
Setelah memeriksa dan hasil nya positif. Seluruh kelaurga sangat bahagia dengan berita kehamilan Anita.
Sedangkan Keyla mau tidak mau harus minum susu formula karena sebentar lagi ia akan mempunyai adik.
"Jadi vino bentar lagi mempunyai adik lagi?" ucap Vino.
"Benar sayang." ucap Aditya.
"Vino harus jadi abang yang baik dan harus bisa menjaga adik adik abang." ucap Vino.
"Baik papi." ucap Vino.
"Terimaksih sayang, terimakasih sudah bersedia hidup dengan ku."ucap aditya.
"Akulah yang berterimakasih karena kamu bersedia menikah dan menerimaku yang seorang janda ini" ucap Anita.
Aditya mencium kening Anita tanda ia sangat menyayangi dan mencintai Anita sepenuh hati.
TAMAT.
Keluarga Albert dan Hanna kini juga sedang bahagia karena kehamilan Hanna yang berusia 4 Minggu. Keluarga Antoni kini akan menerima cucu sekaligus dua, dan itu akan membuat rumah semakin ramai.
Papa Antoni dan Mama Laras tidak mengizinkan Albert berumah sendiri, oleh sebab itu Albert dan Hanna juga tinggal bersama Aditya dan Anita.
Untuk perusahaan A Triple Group kini di pimpin oleh Aditya sendiri. Aditya tidak mengizinkan Anita mengurus perusahaan milik nya, ia hanya ingin Anita mengurus nya dan juga anak anak nya.
Sedangkan perusahaan DG Group di serahkan oleh Albert selaku anak angkat Tuan Antoni. Aditya tidak mempermasalahkan semua itu, karena baginya Albert adalah kakak kandung nya sendiri.
.~~~
Sekian cerita tentang **Cinta CEO Untuk Sang Janda.
Cerita yang menceritakan kisah cinta mereka. walaupun penuh dengan rintangan Aditya tetap mencintai Anita sepenuh hati..
Aditya tidak merasa kecewa dengan Anita walaupun tubuhnya pernah di sentuh oleh Dion. jika dia memilih Sebenarnya aditya juga tidak menginginkan istrinya di sentuh oleh laki laki lain selain dirinya.
Tapi dia bisa apa jika tuhan sudah menghendaki, Dia hanya manusia biasa yang tidak bisa merubah takdir. maka dari itu Aditya harus tetap menerima Anita apa adanya.
Sekian, Terimakasih untuk semua pembaca yang setia, Mungkin ada beberapa chapter yang kalian tidak suka. Terutama bagian yang ANITA TERSENTUH.
Maaf jika mengecewakan. Tapi setiap kejadian Autor berfikir tidak selalu berjalan apa yang kita inginkan.
__ADS_1
Seperti beberapa hari lalu, Autor sebenarnya tidak ingin jatuh dan retak tulang. Eeeh..tapi apalah daya Autor tetap jatuh walaupun di dekat autor ada orang. Autor hanya manusia biasa yang tidak bisa merubah takdir.
Untuk jesika dia perlahan akan mati di dalam penjara karena penyakit kanker Serviks nya dan untuk Dion di sudah di makan buaya kali yaðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ™ˆðŸ™ˆðŸ™ˆðŸ™ˆðŸ™ˆ**