
Anak buah Albert terus memantau keberadaan Dion. Dan saat ini sedang berada tak jauh dari kediaman dion.
Anak buah Albert memfoto rumah Dion dan mengirimkannya ke nomor Albert.
Ting.....
Pesan masuk di hp Albert.
"........" tersenyum melihat pesan masuk.
"Terus pantau, cari tahu di rumah itu ada siapa saja, jangan sampai lengah." bunyi pesan Albert.
"Baik Tuan." jawab anak buah Albert.
Di dalam kamar rawat Anita.
"Aku lapar!" ucap Anita dengan suara pelan.
"Lapar!! Ingin apa? Akan aku belikan." tanya Aditya berbicara lembut.
"Apa saja yang penting bisa di makan." ucap Anita.
"Baiklah akan aku belikan. Kamu tunggu disini, aku carikan makanan untuk mu. Ingat tunggu disini dan jangan kemana mana." ucap Aditya.
"......." Anita mengangguk dan menggeleng
Aditya yang melihat mengernyitkan alisnya tanda bingung.
"Ada apa?" tanya Aditya.
"Jangan pergi." ucap Anita.
Bukankah kau lapar? Kalau aku tidak pergi bagaimana aku mencarikan mu makanan?" Tanya Aditya.
......." Anita diam.
Melihat hal itu Aditya menghela nafas
"Baiklah, aku tidak akan meninggalkan mu. Aku akan menghubungi Albert kalau begitu." ucap Aditya mengambil hpnya dan menghubungi Albert.
Tut...Tut...Tut....
"Ada apa?" tanya Albert📞
"Belikan makanan untuk Anita." ucap Aditya.
"Apa kenapa kau menyuruhku?" tanya Albert.
"Karena dia tidak mau aku tinggal." ucap Aditya.
"Hah.....baiklah baiklah. Memang dia mau makan apa?" tanya Albert.
"Apa saja yang penting bisa di makan. Oya jangan lupa untuk ku juga." ucap Aditya.
"Baiklah." ucap Albert pasrah.
Setelah beberapa menit menunggu, Albert datang sambil membawa pesanan aditya
"Ini pesanan mu." ucap Albert meletakkan di meja.
"Terimakasih." ucap Aditya. Sedangkan Anita hanya diam.
"Hai Anita." sapa Albert.
"......." Anita tidak menjawab hanya menatap wajah Albert.
"Kau mengenalnya sayang?" tanya Aditya.
"Em...." ucap Anita mengangguk. " Albert."
Aditya tersenyum ternyata Anita masih mengenal Albert. Mungkin rasa takut itu hanya muncul pada orang yang tidak di kenal nya.
Setelah Albert menyerahkan pesanan Aditya, Albert memilih pergi meninggalkan mereka berdua. Rasa ingin ditemani seorang wanita pun terlintas di fikirannya.
__ADS_1
"Sedang apa dia sekarang? Kenapa aku jadi merindukannya." gumam Albert.
Saat masih memikirkan wanita yang di rindukan, bunyi hp membuyarkan lamunan nya.
"Ya.. Bagaimana?" tanya Albert.
"Tuan, di rumah laki laki ini ada seorang wanita paruh baya dan seorang bayi kecil Tuan." ucap anak buah.
"Apakah itu anak Anita?" fikir Albert.
"Pantau terus, jika perlu culik wanita itu dan bayi nya." perintah Albert.
"Baik Tuan." ucap anak buah.
"Jangan lupa juga tangkap Dion." ucap Albert lagi.
"Baik." ucap anak buah.
Setelah itu sambungan terputus.
"Pasti itu anak Aditya." gumam Albert.
"Baiklah, lebih baik aku tunggu kabar baik dari mereka. Untuk saat ini biarkan Aditya berduaan terlebih dahulu dengan Anita. Ah..lelahnya ingin sekali rasanya aku istirahat dan bobo ganteng di ranjang ku." ucapnya lagi.
Satu hari berlalu.
Anak buah yang di tugaskan Albert berhasil menangkap wanita paruh baya dan bayi perempuan yang ada di rumah Dion.
Sedangkan anak buah yang lainnya melakukan pengejaran terhadap Dion.
"Jangan lari kau." ucap anak buah Albert terus mengejar Dion.
Door...
Peluru melasat mengenai kaki Dion.
Aaaah....
Jerit Dion kesakitan saat kakinya terkena tembakan. Namun dia tidak berhenti, ia terus berlari sambil menahan sakit di kaki nya agar tidak tertangkap oleh anak buah Albert.
"Siapa kalian? kenapa kalian mengejar ku." ucap Dion
Tak ada yang menjawab pertanyaan Dion. Tanpa basa basi mereka langsung membawa Dion menuju ke mobil dan akan mereka bawa ke suatu tempat.
Beberapa jam kemudian mereka telah sampai ke tempat yang mereka tuju.
Anak buah Albert mengambil hp nya dan menghubungi Albert.
"Hallo bos, kami sudah berhasil menangkapnya." ucap anak buah albtert di seberang televon.
"Em bagus. Baik lah aku akan kesana nanti. Jaga baik baik jangan sampai dia kabur." ucap Albert.
"Baik bos." ucap anak buah.
Setelah itu panggilan mereka berakhir.
Albert memberitahukan kepada Aditya bahwa Dion sudah tertangkap dan anak buah nya juga berhasil membawa putrinya.
"Dimana putri ku?" tanya Aditya.
"Tunggu lah sebentar lag." ucap Albert.
Setelah beberapa jam akhirnya mereka datang dengan membawa seorang wanita dan seorang bayi mungil.
Ckleek....
Suara pintu dibuka.
"Bos...." panggil anak buah Albert.
"Masuklah." ucap Albert mempersilahkan 2 anak buahnya dan wanita yang bersama mereka.
Wanita yang membawa bayi itu melihat Aditya dan Albert secara bergantian. Matanya beralih ke seorang wanita yang duduk di atas ranjang pasien seperti ketakutan.
__ADS_1
"Nyo... Nyonya." ucap ibu An mengahampiri Anita sambil mengendong seorang bayi.
"Bibi An..." ucap Anita pelan.
"Nyonya, Apakah anda baik baik saja. Saya menghawatirkan anda Nyonya. Non Kayla selalu menangis setiap saat." ucap ibu An sambil menangis.
Aditya yang melihat bayi kecil dalam gendoangan An langsung meneteskan air mata nya. Tangan nya terulur menyentuh pipi gembul bayi kecil itu.
"Anak ku." ucap Aditya.
lbu An yang tidak mengenal Aditya langsung menangkis tangan Aditya.
"Jangan pegang pegang Tuan." ucap ibu An waspada takut Aditya menyakiti Kayla.
"Tidak apa apa Nyonya. Dia adalah ayah dari bayi yang sedang anda gendong." ucap Albert.
lbu An menatap Aditya dengan tatapan menyelidik, antara percaya dan tidak.
"Benarkah?" ucap ibu An masih tidak percaya.
"Benar Nyonya. Saya adalah ayah bayi ini dan suami dari nya." ucap Aditya melihat ke arah Anita.
......." ibu An diam, setengah percaya setengah tidak.
"Em... Bolehkah saya menggendong bayi ku?" ucap Aditya
........." ibu An tetap diam, ia beralih menatap Anita, beralih lagi melihat ke Aditya dan Albert.
"Hah...Baiklah lah Tuan. Silahkan jika Tuan ingin menggendongnya." ucap ibu An menyerahkan Kayla.
Aditya menerima dengan sangat senang. di lihatnya putri nya sungguh sangat cantik.
"Siapa namanya?" ucap Aditya.
"Nona Kayla Tuan." jawab ibu An.
"Kayla, nama yang bagus." Aditya tersenyum senang "Kayla sayang ini Papi." sapa Aditya
Anita tersenyum melihat Kayla.
"Dia Putri ku." ucap Anita.
"Ya sayang, dia putri kita. Cantik ya seperti diri mu" ucap Aditya memperlihatkan ke arah Anita.
"Em...." ucap Anita mengangguk.
"Apakah kamu ingin menggendongnya?" ucap Aditya.
"........." Anita mengangguk.
Bayi kecil itu menggeliat mencari sesuatu di dada Anita dengan mata terpejam.
"Sepertinya dia haus sayang." ucap Aditya.
"Ya." ucap Anita masih setia menatap Kayla.
"Nyonya, sepertinya Nona Kayla memang haus." ucap ibu Andan di angguki Anita.
Melihat Anita akan membuka kancing bajunya, Aditya melotot dan langsung menutup tubuh Anita dengan tubuhnya.
"Kalian keluar." ucap Aditya memerintahkan Albert dan 2 anak buahnya.
Albert dan kedua anak buahnya pun langsung keluar dari ruangan itu. karena ia tau apa yang akan di lakukan Anita.
.
.
.
.
Selamat membaca
__ADS_1
Jangan lupa like and komen.