Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
panik


__ADS_3

mereka semua sudah berada dimana Anita berada. baik keluarga Aditya maupun Hanna sudah berada di rumah sakit dimana Anita di rawat.


"bagaimana keadaannya dok." tanya hanna kepada dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi.


"ya dok bagaimana keadaan putri saya dok." tanya papa Adi kepada dokter.


semua orang yang ada disana panik memikirkan Anita apakah dia baik baik saja atau tidak.


"keadaan nya sudah lebih baik. tapi dia mengalami benturan yang cukup keras di bagian kepala dan kakinya. kakinya mengalami patah tulang dan kepala nya terdapat gumpalan darah kami berharap pasien tidak mengalami amnesia, kami para dokter sudah melakukan yang terbaik untuk yang lainnya kita serahkan kepada yang di atas." ucap dokter menjelaskan.


mereka semua lemas mendengar penjelasan dokter. Hanna dan mamanya menangis mendengar ucapan dokter yang menangani Anita.


"sabar jeng kita doakan semoga Anita baik baik saja." ucap mama Aditya yang sebenarnya juga menghawatirkan Anita.


"tak lama Anita keluar dari ruangan operasi dan akan di tempatkan di ruang perawatan.


"Anita." ucap Hanna menangis


mereka semua mengikuti Anita yang di bawa suster menuju ruang rawatnya.


"maaf tuan nyonya pasien sekarang belum bisa di ganggu harap tunggu di luar saja." ucap suster memberi peringatan.


mereka semua duduk di kursi yang sudah di sediakan. mematuhi perintah suster itu


"mama Aditya menoleh kekanan kekiri seperti sedang mencari sesuatu.


"ada apa ma." tanya papa Antoni.


"kenapa mama tidak melihat Aditya dan Albert ya pa, dimana mereka." ucap mama Aditya.


"iya...ya..papa juga tidak melihat mereka." ucap papa Antoni.

__ADS_1


"pa....kita tidak memberitahu mereka kalau sekarang kita berada di rumah sakit." ucap mama Lisa.


sedangkan di kediaman Hanna Albert dan Aditya mencari kelurga mereka krena tidak menemukan mereka akhirnya mereka mengendarai mobil untuk pulang kerumah fikirnya mungkin mama dan papanya sudah pulang duluan.


belum sampai di rumahnya hp Aditya bergetar.


dilihatnya nama mamanya yang memanggil


"hallo ma. mama dimana." ucap Aditya.


"sayang segeralah kerumah sakit XX kita semua berada di sini." ucap mama di seberang televon.


"apa yang terjadi ma. kalian baik baik saja kan." ucap aditya khawatir.


Albert yang melihat dan mendengar Aditya sangat khawatir bertanya kepadanya.


"ada apa dit." tanya Albert.


"cepat lah kalian kemari mama tunggu kalian." ucap mama dan mematikan telvon nya.


"cepat .....kita pergi kerumah sakit XX. aku takut terjadi sesuatu kepada mereka." ucap Aditya panik.


Albert pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dia pun ikut panik mendengar mereka berada di rumah sakit.


sesampainya mereka berdua di rumah sakit aditya membuka pintu mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah sakit sedang kan Albert memarkirkan mobilnya.


Aditya berlari mencari dimana keluarga berada.setelah menemukannya .


"ma apa yang terjadi tidak terjadi sesuatu yang buruk kan." ucap Aditya memeriksa mamanya dengan nafas ngos ngosan Krena habis berlari.


"papa ..dimana papa." ucapnya lagi.

__ADS_1


"papa baik baik saja." ucap papa Antoni.


dari arah belakang Albert berjalan menghampiri mereka semua.


"kenapa kau meninggalkan ku " ucap Albert kesal kepada aditya.


"ah maafkan aku, aku sungguh panik jari meninggalkan. mi." ucap aditya merasa bersalah.


Albert terlihat tenang setelah melihat keluarga nya baik baik saja.


"apa yang terjadi ma pa kenapa kalian semua berada di rumah sakit." tanya Albert.. " dan om Adi juga ada disini sebenarnya apa yang terjadi." tanya nya lagi.


Hanna yang mendengar suara Albert melepas pelukannya dari mamanya dan berjalan menghampiri Albert dan memeluknya dengan erat sambil menangis.


Albert yang mendapat pelukan dadakan dari Hanna sungguh kaget apalagi disini ada kedua keluarga yang memperhatikan nya.


"Han lepaskan. kenapa kau malah memeluk ku." ucap Albert mencoba melepas pelukan Hanna Krena dia tidak nyaman dengan pandangan orang yang melihatnya.


"tidak aku tidak akan melepaskan." ucap Hanna memeluknya lebih erat.


sedang kan ke dua orang tua mereka yang ada di sana saling pandang satu sama lain melihat mereka berdua.


apakah ada sesuatu yang telah mereka lewatkan fikir keluarga aditya dan Hanna.


"Han lepaskan dulu aku sungguh tidak nyaman." ucap Albert.


"tidak.... aku bilang tidak ya tidak." ucap Hanna menolak..


Albert melihat kedua orang tua Hanna dan orang tua mengangguk menyuruh membiarkan Hanna memeluknya. Albert hanya mendesah pasrah dan membawa Hanna untuk duduk di kursi tanpa melepas pelukan mereka.


selamat membaca 🤗

__ADS_1


__ADS_2