Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
BAB 64


__ADS_3

Seorang perempuan muda berjalan menghampiri Anita.


"Permisi Nona." ucap wanita itu.


"Ya ada apa?" tanya Anita


"Apakah ini dengan Nona Anita." ucap wanita itu.


"Ya, ada apa ya mbak?" tanya Anita lagi.


"Saya di beri pesan oleh seorang pria tampan di sana." tunjuk wanita itu. "Katanya sih dia suami Nona. Saya di suruh menyampaikan kepada anda untuk menemuinya." ucap wanita itu.


"suami? Apakah itu Aditya? Tapi kenapa dia tidak menghampiri ku saja disini dan malah menyuruh ku ke sana?" ucap anita dalam hati.


"Baiklah, bisakah anda menunjukkan nya jalan nya." ucap Anita.


"baik Nona, mari." ucap wanita itu


Kini mereka berdua berjalan menuju dimana Dion berada. Setelah sampai di lihatnya punggung seorang laki laki yang sedang membelakanginya


"Kalau begitu saya permisi dulu Nona." ucap wanita itu, dan pergi meninggalkan Anita bersama Dion.


"Sayang benarkah ini kamu?" tanya Anita.


"Benar sayang." ucap Dion membalikkan tubuhnya.


Kini Anita dengan jelas melihat siapa yang ada di hadapan nya. Dan ternyata itu bukanlah suaminya.


"Kau...siapa kau sebenarnya?" ucap Anita waspada.


"Jangan takut sayang, aku hanya ingin menemui istri ku." ucap Dion melangkah mendekati Anita.


"Berhenti..." Anita berteriak. " Jangan mendekat. Saya tidak kenal dengan Tuan, dan saya juga bukan istri Tuan." ucap Anita.

__ADS_1


"Kenapa kau melarang suami mu mendekat sayang?" ucap Dion tak memperdulikan ucapan Anita.


Greep..


Dion menggenggam tangan Anita.


"Lepas...Lepaskan tangan saya Tuan." ucap Anita mencoba melepas genggaman Dion


"Kenapa kau selalu menolak?" ucap Dion menarik tangan Anita menuju mobilnya.


"Lepaskan saya Tuan. Saya tidak mengenal anda." ucap Anita memberontak.


Anita mengingat suaminya dan tangan nya merogoh hp di dalam tasya untuk menghubungi Aditya.


Dion yang melihat Anita mencoba menghubungi seseorang langsung merampas hp yang ada digenggaman Anita.


"Jangan berani berani menghubungi suami mu, karena hanya akulah suami mu itu." ucap Dion dengan mata tajamnya.


Mendengar itu Dion marah dan menampar Anita.


Plaaak....


suara tamparan mengenai pipi Anita hingga merah.


Anita yang merasakan panas di pipinya menatap tajam Dion sambil memegang pipi kanannya.


"Kau tidak berhak menampar ku dasar laki laki gila." ucap Anita marah.


Tak menghiraukan ucapan Anita, Dion kembali menarik tangan Anita agar masuk kedalam mobil.


"Cepat masuk." perintah Dion.


"Tidak.. Aku tidak mau." tolak Anita dan mencoba memberontak

__ADS_1


"Masuuk." teriak Dion.


"Tidak mau." tolak Anita.


"Dasar keras kepala" ucap Dion memaksa Anita masuk dan setelah masuk Dion menutup pintu itu dengan keras.


Braaak.....


Dion bergegas masuk kedalam mobil takut Anita kabur dari nya. Dan setelah itu Dion mengemudikan mobilnya keluar dari tempat itu.


"Kau mau membawa ku kemana?" tanya Anita.


"Jangan banyak tanya, aku suka wanita yang penurut." ucap Dion fokus menyetir.


"Apa kau gila. Apa menurut mu aku harus diam di bawa oleh seorang penculik yang mengaku ngaku sebagai suami ku." ucap Anita dalam hati.


"Namun aku tidak suka pergi dengan mu." ucap Anita melawan.


"Diam...Apa kau sama sekali tidak bisa diam." bentak Dion menatap tajam Anita.


"Apa kamu ingin aku melempar mu dari mobil ini." ucapnya lagi.


Anita takut melihat Dion yang benar benar nampak marah. Anita takut jika Dion benar benar akan melemparkan nya dari mobil, apalagi sekarang ini ia sedang hamil. Anita tidak ingin terjadi sesuatu dengan anak dalam kandungannya.


.


.


.


.


Selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2