Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
BAB 76.


__ADS_3

Aditya memegang sebuah pisau yang sangat tajam, ia tempel kan ke pipi Dion.


Sreeet....


Pisau menggores pipi Dion hingga darah segar menetes.


"Bajing*n kau Dit." ucap dion marah.


"Ha... Ha.. Ha..Kau bilang aku bajing*n? Bukankah diri mu yang lebih bajingan dari ku. Apakah kau kesakitan? Cih....begitu saja sudah merintih" ucap Aditya.


"Lepas. Jika kau laki laki hadapi aku, jangan seperti ini." ucap dion.


"Kau pikir aku ini bodoh hah...Tidak semudah itu kau membodohi ku." ucap Aditya menepuk nepuk pisau di pipi Dion dan...


Sreeet......


Aakkh... Dion kesakitan.


"Aku ingin sekali mencabik cabik mu setelah ku tahu apa yang kau lakukan pada istri ku." ucap Aditya.


Aditya memukul Dion membabi buta karena marah. kini Dion lemah tak berdaya dengan wajah bonyok nya.


"Apakah sakit? ltu belum seberapa. Aku masih akan menyiksa mu dengan mainan kecil ku ini." ucap Aditya.

__ADS_1


"Bu..bunuh saja aku." ucap Dion.


"Tidak semudah itu aku membunuh mu, kau harus merasakan sakit nya dulu. Aku ingin mendengar rintihan mu memohon ampun..Ha... Ha... Ha..." ucap Aditya.


Dion bergidik ngeri mendengar tawa Aditya.


"Lepaskan borgol nya." ucap Aditya memerintah anak buah.


Anak buah Albert melepaskan borgol Dion dan Dion terkapar tak berdaya, ia hanya pasrah dengan diri nya akan di siksa habis oleh Aditya.


Aditya mendekati Dion dan menarik tangan dion setelah itu mencabut kuku jari jari Dion.


"Aaakhhh...sakit..." Dion berteriak.


Darah segar bercucur di jari tangan Dion. Dion tak bisa merintih lagi karena rasa sakit yang luar biasa, tak berhenti di situ saja, Aditya malah memotong jari tangan dion.


"Ampun..." rintih Dion.


Aditya sama sekali tak menggubris rintihan Dion yang terus memohon ampun. Wajah yang di banggakan Dion kini telah rusak karena Aditya melukis wajah itu dengan sayatan sayatan pisau.


Suara jeritan Dion terdengar menyayat di ruangan itu. Albert yang melihat hanya diam saja, karena ia tahu saat ini Aditya sangat sangat marah dengan Dion.


Aditya terus menyiksa Dion dari mulai memotong beberapa anggota tubuh hingga mengelupasi kulit di bagian bagian tertentu.

__ADS_1


Bagai kesetanan Aditya melakukan tanpa belas kasih sedikit pun.


Setelah merasa puas menyiksa Dion, Aditya menyerahkan Dion kepada anak buah nya.


"Urus dia, terserah mau kalian apakan. Kalau perlu kasih saja tubuh nya ke buaya." ucap Aditya kesal.


"Baik Tuan." ucap anak buah.


Setelah itu anak buah Albert mengurus Dion, membuang nya ke hutan agar di makan hewan buas.


Albert dan Aditya kembali ke rumah sakit, namun sebelum itu Aditya pergi mencari pakaian untuk mengganti pakaian nya yang kotor karena darah Dion.


Setelah selesai.


"Bagaimana dengan wanita jala*g itu?" tanya Aditya.


"Mereka masih mencari, tunggu saja kabar dari anak buah ku." ucap Albert.


"Baik lah, aku sudah tidak sabar memberi pelajaran pada wanita ular itu." ucap Aditya geram kala mengingat apa yang di lakukan Jesika selama ini.


Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di rumah sakit. Aditya bergegas menuju ruang rawat Anita, karena saat ini ia sudah sangat merindukannya.


Selamat membaca

__ADS_1


Jangan lupa like and komen.


__ADS_2