Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
BAB 65


__ADS_3

Setelah sampai di tempat tujuan. Dion menarik tangan Anita masuk kesebuah rumah yang jauh dari keramaian.


"Mau kemana anda membawa ku?" tanya Anita.


"Aku akan membawa mu ke rumah kita sayang." ucap Dion.


Mendengar kata rumah kita Anita sungguh sangat takut.


"Lepas, saya mau pulang. Dan ini juga bukan rumah saya. Lepaskan saya Tuan, saya tidak mengenal anda." ucap Anita.


"Pulang!!! ini rumah kita sayang. Apakah kamu tidak ingat jika ini rumah kita?" ucap Dion.


"Tuan mungkin anda benar benar salah orang, saya bukan istri anda, saya mempunyai suami. Jadi saya mohon lepaskan saya." ucap Anita mencoba melepas genggaman Dion.


"Kamu ini sungguh sangat berisik sekali. Aku bilang kau itu istri ku yang artinya kau itu adalah istri ku, apa kau sama sekali tidak paham dengan kata kata ku." ucap Dion menaikkan suaranya.


"Saya bukan istri Tuan, lepaskan saya." ucap Anita memberontak.


"Diam, ayo cepat masuk." Dion menyeret Anita masuk kedalam rumah.


Setelah mereka masuk kedalam rumah, Dion mengunci pintu rumah itu agar anita tidak kabur dari tempat itu.


Anita sungguh takut sekali, sekelebat bayangan tentang rumah itu masuk kedalam fikiran nya.


"Ingatan apa ini?" tanya Anita pada dirinya sendiri dalam hati.


Sedangkan di dalam ruangan itu seorang wanita cantik dengan santai nya duduk di sebuah sofa sambil memperhatikan mereka berdua.


"Kalian sudah datang?" ucap Jesika.


Anita mengarahkan pandangan nya ke arah suara itu, dilihatnya wanita yang selama ini mencoba mendekati suami nya.


"Kau." ucap Anita.


"Hai, kita bertemu lagi Anita. Apakah kau kaget aku juga berada di sini?" tanya Jesika.


"Apakah kalian bekerja sama untuk menculik ku?" tanya Anita balik bertanya.


"Tentu saja tidak jika kau tak keras kepala ." ucap Jesika.


"Maksud mu?" tanya Anita.


"Jika saja kau pergi meninggalkan Aditya aku juga tidak akan melakukan ini." ucap Jesika.


"Sebenarnya apa mau kalian?" tanya Anita.


"Tentu saja aku ingin kau meninggalkan Aditya dan kau kembali lagi dengan suami mu itu." ucap Jesika menunjuk Dion.


"Dia bukan suami ku." tolak Anita.

__ADS_1


"Oh ya." ucap Jesika.


"Kalau dia bukan suami mu kenapa kau memiliki anak dari nya." ucap Jesika melempar amplop berwarna coklat.


"Baca itu." ucap nya lagi.


Anita mengambil amplop berwarna coklat itu dan membuka nya, bibirnya membaca tulisan yang ada di kertas putih itu.


Mata Anita terbelalak melihat kecocokan DNA itu.


"Kalian pasti bohong. Kalian pasti memalsukan surat ini kan." ucap Anita tidak percaya.


"Bohong!!! Mana mungkin kami membohongi mu. Itu memang hasil nya, apa kau masih belum percaya, lihat ini." ucap Jesika melempar foto Dion dan Anita saat menikah.


Anita yang melihat foto itu bergetar, dilihatnya dalam foto itu memang benar benar fotonya. Tiba-tiba kepala Anita terasa sakit karena ia mencoba mengingat semua nya.


Aaaaa.....


Anita berteriak sambil memegang kepala nya.


"Kalian pembohong. Lepaskan saya, suami ku dan putra ku pasti mencari ku." ucap Anita sambil memegang kepala nya yang masih sakit.


"Dasar keras kepala. Dion urus wanita mu itu, aku tidak mau tau pokoknya jangan sampai Aditya mengetahui dia disini." ucap Jesika.


"Em.." ucap Dion mengangguk.


"Ayo ikut aku." ucap Dion menarik paksa tangan Anita yang masih merasakan sakit di kepala nya.


Dion tidak menghiraukan permohonan Anita. Dion terus menyeret Anita masuk kedalam sebuah kamar di lantai atas. Ya rumah Dion memiliki dua lantai dan saat ini Dion membawa Anita masuk kedalam kamarnya.


"Kenapa kau sangat berisik sekali, apa kau tidak bisa menurut sebentar saja." ucap Dion geram.


"Tidak aku tidak akan menurut dengan mu. Dasar laki laki bajin*@n." ucap Anita.


"Kau bilang apa tadi ?" ucap Dion mencekik leher Anita.


"Le..lepas kan a...aku..." ucap Anita


"Berani sekali kau mengatai ku bajin*@n. Apa kau pikir kau itu bukan wanita jala*g." ucap Dion.


"Cepat masuk." ucap Dion menyeret masuk kedalam kamarnya.


Setelah Anita masuk kedalam kamar itu. ANITA menjadi lebih was-was karena dioun ada di kamar itu dan mengunci pintu kamarnya.


*****


Di tempat lain.


"Tu..tuan maafkan saya tuan muda, Nyo... Nyonya muda...." ucap pak Aji.

__ADS_1


"Ada apa dengan Nyonya muda ?" ucap Aditya .


"Nyonya muda hi...hilang tuan muda." ucap pak Aji.


"Hilang bagaimana maksud mu ?" tanya Aditya.


"Saat tadi di Mall, Nyonya belanja sendiri dan menyuruhku menunggu nya di luar Tuan. Namun sampai satu jam saya menunggu Nyonya muda tidak kembali juga, hingga saya mencari Nyonya muda di dalam Mall itu, namun saya tetap tidak mememukan Nyonya muda." ucap pak Aji.


"Apa kau sudah melihat di ruang CCTV?" tanya Aditya.


"Su..sudah Tuan. Saat saya melihat ternyata Nyonya muda di ajak oleh seorang wanita paruh baya dan membawanya melewati pintu belakang." ucap pak Aji.


"Apa kau mengenal wanita itu?" tanya Aditya.


"Ti..tidak Tuan, saya tidak mengenalnya." ucap pak Aji.


"Siapa wanita itu?? Dan mau apa??? Al bisakah kau mencari Anita sekarang dimana, tolong lacak dia." ucap Aditya.


"Bagaimana cara melacak nya kalau hp nya saja tidak aktif." ucap Albert.


"Aku pernah memasang GPS di cincin pernikahan ku dengan nya. Dan saat ini pasti dia sedang memakainya. Jadi aku minta bantuan mu untuk melacak dimana Anita berada sekarang." ucap Aditya.


"Baiklah." ucap Albert.


Setelah itu Albert keluar dari ruangan Aditya dan menelevon teman nya untuk meminta bantuan melacak dimana Anita sekarang.


Aditya sungguh sangat gelisah karena mendengar kabar istrinya hilang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2