
Sudah lima hari ini Albert seperti orang gila saat memikirkan Hanna akan menikah dengan Reno.
Albert selalu minum minuman keras di Apartement, tidak pernah masuk ke kantor. fikirannya hanya ada Hanna Hanna dan Hanna.
Aditya yang mengetahui hanya diam saja tidak membantu atau apa..
Hari yang di tunggu tunggu pun akhirnya tiba.
Pernikahan Hanna dan Reno.
Aditya datang ke Apartement Albert, membujuk nya untuk menghadiri acara pernikahan Hanna.
Aditya masuk ke Apartement. Dilihatnya ruangan itu sangat berantakan, banyak botol minuman di atas meja. Sedangkan pemilik nya masih tidur di atas sofa.
"Al...." Aditya membangunkan Albert.
"......" tidak bergeming.
"Al bangun." Aditya menggoyang goyangkan kan tubuh Albert.
"Apaan sih." ucap Albert dengan suara serak.
"Kenapa kamu masih seperti ini, Cepat mandi kita berangkat bersama." ucap Aditya.
"Kemana?" ucap Albert duduk untuk mengumpulkan kesadarannya.
"Ke pernikahan Hanna." ucap Aditya enteng.
"Pernikahan Hanna? Tidak. Aku tidak akan datang." ucap Albert.
__ADS_1
"Kenapa?" ucap Aditya ingin tahu.
"Apa kamu gila? Apa kamu pikir aku akan datang melihat pernikahan mereka? Tidak. Aku tidak akan datang. Itu akan menyakiti hati ku Dit." ucap Albert mengusap wajahnya kasar.
"Sudah lah ayo kita pergi, jangan seperti anak kecil. Sekarang pergilah mandi, aku akan menunggu mu disini." ucap Aditya menyeret Albert membawanya masuk kedalam kamar mandi.
Albert berjalan sempoyongan masuk kedalam kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Albert menangis. Akan kah dia harus melupakan cinta nya. Sungguh Albert sangat tidak kuat jika harus melihat Hanna menikah dengan Reno.
"Kamu harus kuat Al, Harus bisa. Bukan kah kamu ingin dia bahagia? Mungkin kebahagiaan nya bukan dengan mu melainkan dengan Reno." ucap Albert berbicara sendiri di bawah guyuran air.
Setelah selesai Albert keluar dari kamar mandi. Di lihatnya Aditya duduk di ranjang nya sambil bermain HP.
"Kau benar benar menunggu ku?" ucap Albert.
"Tentu saja aku akan menunggumu. Aku tidak ingin melihat mu pingsan di sana nanti." ucap Aditya.
"Kau mau kemana?" tanya Aditya.
"Mau ganti baju, apa kau mau ikut?" tanya Albert.
"Tidak sudi, tidak ada yang bagus di pandang." ucap Aditya.
"Ada, pedang ku. Nanti kita bisa bertarung bersama." ucap Albert.
"Huueeek...Jijik aku. lebih baik aku mainkan bakpao istri ku dari pada main pedang pedangan dengan mu." ucap Aditya jijik
"Jangan bilang kau putus asa karena tidak bisa mendapatkan Hanna kau menjadi belok?" ucap Aditya.
__ADS_1
"Sialan kau...aku masih normal." ucap Albert kesal
"Nih...pakai ini. Itu istri ku yang membuatkan khusus untuk mu. Bukankah istri ku sangat baik." ucap Aditya menyerahkan pakaian kepada Albert
"Ya..ya...Jika aku bilang tidak kau pasti akan melempar sepatu mu ke wajah ku." ucap Albert mengambil pakaian yang di berikan Aditya.
Melihat Albert pergi untuk berganti pakaian Aditya tersenyum kecil.
Setelah selesai Albert keluar dari ruangan itu. Ia terlihat gagah dan tampan dengan balutan jas warna hitam..
"Sungguh cocok, istri ku memang yang terbaik." ucap Aditya.
"......" Albert memutar bola matanya malas.
"Cepatlah berdandan yang keren, pakai parfum mu agar wangi, bila perlu satu botol tuangkan ke tubuh mu." ucap Aditya.
"Tidak sudi." ucap Albert merapikan tampilan nya, mulai menyisir rambut memakai parfum dan memakai jam tangan mahal nya.
Sungguh Albert terlihat sangat tampan.
Setelah melihat Albert selesai.
"Ayo kita berangkat." ucap Aditya.
Albert hanya menurut saja, walau sebenarnya kakinya sangat lemah untuk berjalan karena tidak ingin menghadiri pernikahan Hanna.
Albert sungguh malas malas dan sangat malas. Ia menyeret kaki nya hingga ke sampai di mobil.
Selamat membaca
__ADS_1
Jangan lupa like and komen