Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
BAB 84.


__ADS_3

Hanna yang di tarik oleh seseorang langsung memandang wajah siapa yang saat ini mendekapnya.


"Berani sekali kamu berpelukan dengan nya." ucap Albert kesal.


"Memang kenapa sih Al.. Aku kan hanya berdansa dengan kekasih ku. Apa aku salah?" ucap Hanna.


"Salah, Kau ini kekasih ku bukan kekasih nya." ucap Albert


"Maaf tuan, kenapa anda selalu mengganggu kami. Bisakah satu hari saja anda tidak menggangu hubungan kami." ucap Reno.


"Aku akan terus mengganggu mu sampai kau pergi dari Hanna ku." ucap Albert.


Kau tahu Hanna hanya mencintai ku." ucap nya lagi.


"Kau percaya diri sekali Tuan." ucap Reno.


"Maaf tuan, Anda silahkan pergi. Saya ingin melanjutkan dansa kami." ucap Reno berani.


"Tidak akan, Aku tidak akan pergi tanpa nya. Tapi aku akan membawa nya pergi dari mu." ucap Albert. " Ayo pergi sayang, aku malas melihat wajah ingusan itu." ucap nya lagi sambil menarik tangan Hanna.


"Eh..." Hanna bingung, ia menatap Reno dan Reno pun mengangguk tanda menyuruh nya untuk mengikuti Albert.


Dan sekarang ini Hanna sedang berada di dalam mobil Albert entah mau di bawa kemana dirinya.


Mobil terus berjalan hingga kini berada di depan rumah yang cukup besar. Hanna melihat ke arah Albert tanda ia bertanya kenapa kita disini.


"Ayo turun." ucap Albert.


"Kenapa kita disini." ucap Hanna.


"Nanti kamu juga akan tahu." ucap Albert menggenggam tangan Hanna.

__ADS_1


Hanna hanya menghela nafas tanda tidak mengerti dengan jalan fikiran Albert.


Ting...Tong...Albert memencet bel rumah.


Ckleek...pintu di buka


"Non.." ucap Bibi ningsih pembantu rumah.


"Em.. Papa ada bi?" tanya Hanna.


"Tuan ada non, Mari masuk." ucap Bibi ningsih.


Hanna dan Albert masuk kedalam rumah, dilihatnya kedua orang tua Hanna sedang duduk santai di ruang keluarga.


"Lo kok sudah pulang sayang." tanya Mama Reni.


"Ya Ma.." ucap Hanna sambil melirik Albert.


"Ada nak Albert juga, Ayo duduk sini." ucap Mama Reni.


Albert dan Hanna ikut gabung bersama mereka.


"Mau minum apa Al, biar tante bikinin?" ucap Mama Reni.


"Tidak usah tante, Al sudah minum tadi." ucap Albert.


"Oh..ya sudah." ucap Mama Reni.


"Apa kamu juga dari pesta Al. Kenapa bisa pulang bareng Hanna? Perasaan tadi Hanna bareng Reno?" tanya Papa Adi.


"Ya om. Al dari pesta dan menjemput Hanna. Sedangkan Reno masih di sana." ucap Albert.

__ADS_1


"Ooo.." Papa Adi hanya menjawab satu kata.


"Apa ada yang ingin kamu katakan dengan om?" ucap Papa Adi.


"Ya.." ucap Albert.


"Tentang?." ucap papa Adi.


"Tentang Hanna om, Al mencintai nya dan ingin Hanna menjadi pendamping Al." ucap Albert.


Hanna dan Mama Reni serta Papa Adi kaget dengan pernyataan Albert. mereka bertiga saling pandang dan saling tersenyum kecil.


"Apa kau mencintai putri ku." ucap Papa Adi.


"Ya om. Al mencintai Hanna." ucap Albert.


"Tapi maaf Al, bukannya om tidak menyukai mu namun om sudah memutuskan Hanna akan menikah dengan Reno satu minggu lagi." ucap Papa Reno.


"Apa!!!!, Tidak..Al mencintai Hanna om, Al mohon jangan nikahkan Hanna dengan Reno." ucap Albert.


"Tidak bisa Al, kami sudah memutuskan akan menikahkan Hanna dengan Reno dalam seminggu lagi." ucap Papa Adi.


"Tapi kenapa mendadak Om..Apakah mereka sudah bertunangan?" ucap Albert sedih.


"Mereka tidak bertunangan. Mereka akan langsung menikah." ucap Papa Albert


"Apakah tidak bisa di batalkan. Al mencintai Hanna om." ucap Albert lesu.


"Maaf Al..Andai kamu lebih dulu meminta Hanna dari om. mungkin om akan menikahkan kalian." ucap Papa Adi.


"Baiklah, Al permisi." ucap Albert pergi meinggalkan rumah Hanna dengan malas tidak bersemangat.

__ADS_1


Albert menyesal kenapa dulu dia tidak menerima Hanna menjadi kekasihnya saat hanna mengejar ngejarnya. Sungguh Albert sangat menyesal.


__ADS_2