Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
BAB 23


__ADS_3

Setelah keluarga Adi pulang. Aditya langsung pergi meninggalkan kedua orang tua nya dengan perasaan kacau.


"Ma, Pa. Albert ke atas dulu ya." ucap Albert kepada kedua orang tua nya.


"Ya istirahat lah." ucap Papa Antoni


Sedangkan Mama Laras dan Papa Antoni masih tetap berada di ruangan itu.


"Pa, apa keputusan kita ini sudah benar?" tanya Mama Laras.


"Ya, tidak ada cara lain." ucap Papa Antoni.


"Em, baiklah. Kalau itu menurut Papa yang terbaik untuk Aditya." ucap Mama Laras


πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ


Di kediaman Anita.


"Pagi kesayangan Mami." ucap Anita kepada Vino


"Pagi kami." ucap Vino bangun tidur.


"Gimana kaki mu apa masih sakit sayang?" tanya Anita dan di angguki oleh Vino.


"Baiklah, sekarang waktunya Vino untuk mandi. Setelah itu sarapan dan minum obat." ucap Anita. "Mami akan memandikan mu." lanjutnya


Setelah itu Anita menggendong Vino masuk kedalam kamar mandi dan memandikannya. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, mereka berdua keluar menuju ruang makan untuk sarapan pagi.


"Pagi cucu Nenek." ucap Nenek kepada Vino


"Pagi juga Nenek uyut." jawab Vino.

__ADS_1


Sedang kan Anita sibuk di dapur menyiapkan makanan untuk mereka semua.


Anita tidak memiliki pembantu, karna Anita ingin mengurus Putra dan Nenek nya dengan tangan nya sendiri. Sedang kan Nana pengasuh Vino hanya bekerja di saat Anita bekerja saja.


Anita menata semua makanan nya diatas meja. Anita mengambilkan makanan untuk Nenek dan Vino. Setelah selesai mengambilkan nya,


Anita menyuapi putra nya karena memang itu adalah rutinitas paginya menjadi seorang ibu.


Setelah sarapan selesai, kini mereka duduk santai di ruang tamu sambil menonton televisi.


"Pagi semua........." teriak Hanna


Anita yang tahu itu suara siapa, hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan Hanna seperti orang yang hidup di hutan.


"Oh keponakan Tante ganteng sekali sih." ucap Hanna berlari kecil ke Vino dan menciumi pipi dengan gemas .


"Tante kaki Vino sakit." ucap Vino takut kakinya tersentuh.


Anita yang tahu akan tatapan itu akhirnya menceritakan semua kejadian nya kepada Hanna


"Maafin Tante ya sayang. Tante tidak bisa menjenguk mu di rumah sakit. Maafin Tante karena tidak tahu mengenai ini kamu sakit." ucap Hanna sambil memeluk Vino.


"Sudah tidak apa apa lagian kita juga sudah pulang." ucap Anita. "Tumben beberapa hari ini kau tidak datang?" tanya nya.


"Ya kamu tahu sendiri aku ini super duper sibuk. Dan beberapa hari ini ayah meminta ku untuk membantunya di kantor." ucap Hanna.


"Kirain kau sudah melupakan kami." ucap Anita


"Mana mungkin aku melupakan kalian, apalagi keponakan Tante yang gantengnya gak ketulungan ini." ucap Hanna sambil mencubit pipi Vino.


"Aduh.. sakit Tante." ucap Vino cemberut karna pipinya di tarik tarik oleh Hanna.

__ADS_1


Ha.. Ha.. Ha.


Tawa Hanna melihat muka vino cemberut yang baginya sangatlah lucu.


"Oh iya, aku mau cerita sesuatu kepada mu." ucap Hanna


"Ceritalah aku akan dengarkan nya." ucap Anita.


"Kemaren aku di jodohin dengan anak temannya Papa." ucap Hanna


"Bukannya itu bagus. Dan kau tidak akan jomblo lagi." ucap Anita dan itu malah mendapat pukulan dari Hanna


"Kenapa memukul ku? Bukan kah seharusnya kau itu senang karena sebentar lagi jiwa jomblo mu pensiun" ucap Anita. "Apakah laki laki itu tampan? Dan apakah kau menyukainya?" tanya Anita dan di angguki oleh Hanna.


"Bukan kah itu bagus. Selama ini kan kau mencari laki laki yang sangat tampan untuk bisa kau gandeng saat keluar." ucap Anita sambil terkekeh.


"Ya..ya...ya..semua yang kau ucapkan tidak ada yang salah semua nya benar. Tapi masalahnya dia menolak ku." ucap Hanna lesu.


"Wah... Ternyata ada to laki laki yang menolak kecantikan teman ku ini." ledek Anita.


"Ih... udah deh jangan meledek." ucap Hanna cemberut dan Anita pun hanya terkekeh.


"Berusahalah." ucap Anita menyemangati dan di angguki Hanna.


Setelah mereka mengobrol cukup lama, Hanna pun akhirmya pamit pulang untuk kembali kekantor. Saat tadi dirinya meminta izin, Papanya hanya memberikan waktu sebentar untuk menemui Anita.



πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žselamat membaca πŸ€—.


jangan lupa like and komen nya ya

__ADS_1


__ADS_2