Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
BAB 55


__ADS_3

Siang hari


Seorang gadis sedang berdiri di depan meja Resepsionis kantor DG group.


"Bisakah saya bertemu dengan atasan mu?" ucap Jesika.


"Apakah anda sudah membuat janji nona?" tanya pihak Resepsionis.


"Sudah. Dan katanya saya langsung di minta datang keruangan nya." ucap Jesika berbohong.


"Baiklah Nona. Silahkan anda keruangan Presdir melalui lift itu." ucap pihak Resepsionis menunjuk lift.


"Baiklah, terima kasih." ucap Jesika senang.


Jesika berjalan dengan langkah anggun, banyak karyawan membicarakannya.


"Siapa wanita itu?" itulah pertanyaan semua karyawan di kantor.


Jesika dengan santai nya memasuki lift khusus Presdir, memencet tombol menuju ruangan di mana Aditya sekarang berada.


Setelah sampai, pintu Lift terbuka. Jesika keluar dan berjalan menuju ruangan Aditya.


Di meja sekertaris.


Jesika bertanya. "Bisa saya bertanya. Apakah Aditya ada di dalam?"


"Anda siapa Nona? " tanya Sarah. "Dan apakah anda sudah memiliki janji?" lanjutnya.


"Belum, aku hanya teman lama yang ingin menemui nya." ucap Jesika santai.


"Maaf Nona, jika anda tidak memiliki janji maka anda tidak bisa bertemu dengan Presdir." ucap Sarah.


"Brengsek, kenapa susah sekali sih harus bertemu dengan nya !" ucap Jesika dalam hati.


"Bisakah anda memberitahukan kepada nya, kalau saya ingin bertemu dengan nya." ucap Jesika.


"Baiklah Nona, saya akan menghubungi Presdir. Apakah beliau bisa menemui anda atau tidak." ucap Sarah.

__ADS_1


Sarah menghubungi nya Aditya


"Ada apa?" tanya Aditya.


"Maaf pak kalau saya mengganggu waktu anda." ucap Sarah


"Ya, katakan ada apa?" tanya Aditya.


"Ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan anda pak." ucap Sarah


"Siapa? Apakah Anita?" fikir Aditya dalam hati.


"Suruh dia masuk." perintah Aditya


"Baik pak." ucap Sarah.


Setelah panggilan itu selesai, Sarah mempersilahkan Jesika untuk masuk keruangan Aditya.


Ckleek...


Pintu di buka.


"Hai Dit." sapa Jesika


Mendengar suara yang bukan milik istrinya Aditya langsung mendongak kan kepala nya, dan di lihat ternyata Jesika wanita yang telah meninggalkan nya dulu.


"Kenapa kau ada di sini?" tanya Aditya.


"Aku hanya ingin menemui mu." ucap Jesika duduk di sofa.


"Pergilah, aku masih banyak pekerjaan." ucap Aditya kembali sibuk.


Jesika berdiri dan menghampiri Aditya, duduk di kursi depan Aditya.


"Dit bisakah sebentar saja aku berbicara dengan mu." ucap Jesika


"Tidak." tolak Aditya

__ADS_1


"Aku mohon Dit sebentar saja." ucap Jesika memohon.


"Baiklah, katakan apa yang ingin kau bicarakan pada ku?" ucap Aditya.


"Dit Maafkan aku. Aku tahu dulu aku salah. Tapi aku melakukan semua itu ada alasan nya. Dan waktu itu aku tidak bisa memberitahukan kepada mu. Aku melakukan itu supaya kamu tidak mengkhawatirkan ku." ucap Jesika sedih.


Aditya mendongak dan menatap Jesika.


"Apa maksud mu?" tanya Aditya.


"Bukalah dan bacalah." ucap Jesika menyerahkan sebuah map berwarna coklat di meja.


Aditya melihat dan setelah itu mengambil map yang di berikan oleh Jesika. Sesekali.aditya melihat ke arah wajah sedih Jesika. Aditya perlahan membuka nya dan membaca baris demi baris.


"Kamu..." ucap Aditya.


"Ya, itulah alasan ku meninggalkan mu waktu itu. Aku tidak ingin kamu khawatir karena penyakit ku. Selain itu aku juga tidak akan bisa mengandung, dan aku tahu! Kedua orang tua mu pasti nya juga tidak akan merestui hubungan kita jika mereka tahu aku tidak bisa memberikan cucu untuk nya." ucap Jesika menangis.


"Jadi ini alasan mu berselingkuh di belakang ku?" tanya Aditya.


"Ya. Aku tidak ingin membuat mu terbebani dengan penyakit ku saat itu. Jadi biarlah diriku yang tersiksa, asalkan kau membenci ku. Aku hanya tidak ingin menyusahkan mu nantinya." ucap Jesika menangis sesenggukan.


Aditya bimbang dengan perasaan nya, tidak di pungkiri di lubuk hatinya yang paling dalam dia masih menyimpan rasa kepada Jesika, 4 tahun menjalin hubungan, Aditya tidak semudah itu bisa melupakan nya.


Aditya berjalan mendekati Jesika dan duduk berjongkok di depan Jesika.


"Kenapa baru sekarang kau mengatakannya?" tanya Aditya.


"Maaf kan aku Aditya, maafkan aku." ucap Jesika menangis. " kau berobat sudah hampir 3 tahun, dan setelah aku di nyatakan sembuh aku kembali kesini untuk menemui mu lagi, Namun ternyata...." ucap Jesika menangis sesegukan.


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞💞

__ADS_1


Selamat membaca 🤗🤗🤗🤗


jangan lupa like and komen 🙏🙏🙏


__ADS_2