
Sesampainya di kantor
Aditya masuk dan langsung menaiki lift menuju lantai dimana tempat ruang kerja nya berada.
Setelah sampai
Aditya berjalan menuju keruangan nya. masuk ke kamar pribadinya dan menuju kamar mandi untuk menyelesaikan urusannya.
Setelah selesai menidurkan Joni nya, Aditya keluar dari kamar pribadinya dengan rambut yang masih basah. Dan hendak mengerjakan pekerjaan nya lagi.
Saat Aditya baru saja duduk di kursi kebesarannya. Tiba tiba pintu di buka oleh seseorang yang tak lain adalah Albert yang selalu seenaknya jidat masuk tanpa permisi.
"Mau dari mana?" tanya Albert melihat rambut basah Aditya. Tidak biasanya anak ini mandi jam segini." batin Albert. "Mama tadi mencari mu. Dan Mama berpesan, nanti kamu tidak boleh pulang terlambat. Katanya akan ada tamu yang datang kerumah." ucap Albert kepada Aditya.
Sedangkan Aditya hanya mengernyitkan alisnya.
"Tamu? Siapa?" batin Aditya.
"Siapa?" tanya Aditya penasaran.
"Entah. Aku sendiri tidak tahu siapa tamu itu. Mama hanya berpesan seperti itu pada ku. " jawab Albert
Kau habis ngapain sampai mandi di jam segini, tidak seperti biasanya?" tanya Albert.
"Kau tidak perlu tahu. Ini urusan orang dewasa." ucap Aditya.
"Berengs*k." kesal Albert. "Kamu pikir aku ini anak TK yang tidak tahu apa apa." lanjutnya
"Kamu habis main panas?" tanya Albert. "Jadi benar kalian habis..........." tanya Albert selidik.
Bukannya jawaban yang di dapat tapi malah lemparan pena yang Albert dapat.
"Aduh... Tega sekali kau ini. Bagaimana jika tadi melukai wajah ku ini? Bisa bisa wajah tampan ku terluka dan diriku tidak akan pernah laku." ucap Albert
"........." Aditya memutar bola matanya malas mendengar ucapan Albert.
Pergi kau. Aku tidak ingin melihat mu." usir Aditya.
💞💞💞💞💞💞💞💞
__ADS_1
Malam hari
Di kediaman keluarga Antoni semua keluarga sudah berkumpul dan sedang menunggu tamunya
Suara deru mobil terdengar dari halaman rumah. Mereka semua langsung menyambut kedatang tamu mereka.
"Malam jeng. Maaf kalau kami membuat anda menunggu lama." ucap wanita paruh baya yang baru datang dengan anggota keluarganya.
"Ah... tidak apa apa jeng. Mari masuk." ucap Mama laras mempersilahkan semuanya masuk ke dalam rumah.
Aditya dan Albert hanya mengikuti mereka dari belakang
Mereka semua menuju meja makan untuk makan malam bersama.
setelah selesai.
Mereka semua duduk di ruang tamu untuk membahas pertemuan malam ini.
Albert dan Aditya duduk di kursi yang sama. mereka berdua kompak melirik seorang gadis cantik yang sedang duduk di samping Mamanya.
"Apa maksud pertemuan ini? Jika di lihat, sepertinya ini acara perjodohan. Namun siapa yang akan di jodohkan dengan gadis itu." batin Aditya dan Albert kompak.
"Bagaimana dengan perusahaan kamu sekarang ini Di?" tanya Papa Antoni kepada Om Adi.
"Semuanya baik baik saja. Apalagi setelah perusahaan kita bekerja sama, semuanya menjadi lebih baik." ucap Adi
Papa Antoni dan Adi adalah rekan bisnis. Selain rekan bisnis mereka juga teman sejak masa kuliah dulu.
"Kalau kamu Dit, bagaimana dengan perusahaan mu?." tanya Adi.
"Demua nya baik baik saja Om." ucap Aditya.
"Om sebenar nya salut dengan hasil kerja mu dan juga Albert. Om akui kalian sungguh luar biasa" ucap Adi "Om bangga pada kalian" lanjutnya
"Kalau kamu bagaimana Kabarnya Al? Lama Om tidak bertemu dengan mu.." tanya Om Adi
"Saya baik baik saja seperti yang Om lihat saat ini. Dan untuk keluarga Om sendiri, bagaimana dengan semua keluarga Om apakah semuanya sehat dan baik baik saja?" ucap Albert basa basi.
"Ya seperti yang kau lihat juga. Om dan semua keluarga baik baik saja. Hanya saja anak laki-laki Om yang satu itu, entah kenapa selalu saja membuat Om pusing dan naik darah." ucap Adi.
__ADS_1
Mereka semua mengenal putra Adi yang bernama Ardi, yang memang tidak ingin tinggal bersama orang tuanya dan malah pergi ke Paris mendirikan perusahaanya sendiri.
"Biarkan saja Di. Dia juga sudah dewasa, biarkan dia melakukan apa saja yang dia inginkan, asalkan itu baik untuk semua nya. Yang terpenting dia tidak aneh aneh." ucap Papa Antoni.
Oh iya Al, Dit. Papa mau menyampaikan sesuatu kepada mu. Ini mengenai kedatangan Om Adi. Kami semua sepakat ingin menjodohkan Putri Om Adi dengan salah satu putra Papa, yaitu Aditya." ucap Papa Antoni.
Sedangkan Aditya dan Albert yang mendengar sungguh sangat kaget dengan ucapan Papa nya. Memang benar apa yang mereka pikirkan sejak tadi, perjodohan itulah yang ada di otak mereka.
Aditya dan Albert langsung memandang Mamanya. Mama Laras yang di pandang oleh mereka hanya memberikan senyum manisnya
Aditya tidak tau apa maksud senyuman Mamanya itu.
"Maaf Pa, Om. Bukan nya Aditya tidak mau, tapi Aditya tidak mencintai ataupun memiliki perasan terhadap Putri Om, bahkan kami sama sekali tidak mengenal." ucap Aditya dengan hati hati sambil melirik Hanna yang sedang menunduk.
"Om tahu kalian belum saling mengenal bahkan mencintai. Tapi apa salahnya jika kalian mencoba terlebih dahulu. Bukankah cinta bisa tumbuh dengan berjalannya waktu?" ucap Adi
"Tapi maaf Om Adit tetap tidak bisa." tolak Aditya.
"Kenapa? Bukan kah kamu juga masih sendiri? Lagian jika kamu dan Putri Om menikah, hubungan kekerabatan keluarga kita akan semakim erat." ucap Om Adi. " Bukankah begitu Ton." tanya Om Adi kepada Papa Antoni dan di anggukinya.
"Begini saja. Biar kan mereka saling mengenal terlebih dahulu. Beri waktu untuk mereka saling dekat. Bagaimana?" tanya Mama Laras menyela pembicaraan mereka.
"Em... Benar kata Mama. Biar kan mereka saling mengenal terlebih dahulu." ucap Albert kepada semua orang.
Usulan Mama Laras akhirnya di setujui oleh mereka semua, kecuali Aditya. Aditya sungguh sangat kesal dengan penjodohkan ini.
Aditya menatap Hanna yang juga menatap nya. Tapi tatapan Aditya benar benar tidak menyukai gadis di depan nya ini.
"Dia tidak menyukai ku." batin Hanna
Albert yang mengetahui suasana hati Aditya yang sedang tidak baik hanya bisa menepuk punggung Aditya
Waktu yang semakin malam, akhirnya tamu mereka pulang......
💞💞💞💞💞💞💞💕💕💕💕💞
selamat membaca.
__ADS_1
Jangan lupa selalu dukung