Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
BAB 26.


__ADS_3

Sesampainya di Apartement milik Aditya. Albert memencet kode pintu dan membukanya. Dilihatnya Aditya sedang bersandar di kursi dalam keadaan mabuk


"Ada apa dengan m" tanya Albert khawatir.


"Em.... Kenapa kau menolak ku." ucap Aditya meracau sambil menunjuk nunjuk wajah Albert.


"Kau sungguh merepotkan." ucap Albert mengangkat tubuh Aditya ke kamar.


Albert malam ini tidur di Apartement Aditya setelah mengabari Mama dan Papanya


Keesokan paginya


"Uh.. Kepalaku berat sekali." ucap Aditya memegang kepalanya.


"Kau sudah bangun?" tanya Albert membawa sup untuk Aditya.


"Kau disini?" tanya Aditya.


"Ya. Sejak tadi malam. Aku datang kemari karena nomor telepon mu tidak bisa di hubungi. Lagian kau menghilang begitu saja." ucap Albert duduk di ranjang.


"Makanlah supaya kepala mu tidak pusing lagi." ucap Albert


"Em." Aditya mengangguk dan mengambil mangkuk berisi sup dari tangan Albert.


"Jika masih tidak enak badan, lebih baik tidak usah kekantor." ucap Albert.


"Ya." ucap aditya singkat.


"Aku pergi dulu, jaga dirimu baik baik." ucap Albert meninggalkan Aditya.


Setelah Albert pergi, Aditya melanjutkan tidurnya lagi karena memang kepalanya masih terasa pusing.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Di lain tempat.

__ADS_1


Anita sekarang menjadi pendiam. Dia berfikir semoga keputusan yang di ambilnya


benar benar tepat.


Anita sekarang jarang berada di kafe, dia lebih sering datang ke perusahaan. Menyibukkan diri dengan cara menyelesaikan pekerjaan di kantornya. Mungkin memang dengan cara itu dia bisa menghibur dirinya.


Tok..Tok..Tok..


Pintu di ketuk.


"Masuk." ucap Anita dari dalam ruangan.


"Maaf Bu mengganggu. Ini berkas yang harus anda tanda tangani." ucap Reno sambil menyerahkan berkas .


"Baiklah. Jika ada pertemuan dengan klien kau hendel aja ya." ucap Anita


"Baik Bu." ucap Reno sopan.


"Kau memang selalu bisa di andalkan Reno."ucap Anita bangga kepada asistennya.


"Itu memang sudah menjadi tugas saya Bu. Kalau begitu saya permisi dulu." ucap reno pamit.


Hanya Reno Asisten Anita yang tahu akan wajah cantik Anita, karena Reno adalah tipe orang yang dapat di percaya.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Di lain tempat. Tepat nya di kediaman pak Adi/ Ayah Hanna.


"Sayang antarlah makanan ini ke Apartement Aditya, tadi Om Toni menghubungi Papa katanya Aditya ada disana." ucap pak Adi kepada Hanna.


"Pa, sudah aku bilang aku tidak ingin dekat dengan Aditya." ucap Hanna menolak.


"Kenapa? Apa kurangnya Aditya? Dia tampan, baik. Dan satu lagi dia juga seorang CEO perusahaan besar. Jadi tidak ada alasan kau menolak, semua nya sudah lengkap di diri Aditya." ucap papa


"Tapi aku akan tetap menolak. Aku tidak menyukai nya. Aku menyukai orang lain." ucap Hanna

__ADS_1


"Papa tahu itu hanya alasan mu saja." ucap Papa Adi


"Beneran Pa, Hanna tidak bohong. Hanna memang menyukai laki laki lain. " ucap Hanna.


"Benarkah? Baiklah Jika kau bisa membawa laki laki itu maka Papa akan percaya dengan ucapan mu." ucap Papa Adi santai.


Sedangkan Hanna mendengus sebal. Fikirnya bagaimana cara dia membawa untuk bertemu dengan Papa nya, sedangkan dirinya saja belom dekat sama sekali.


"Ah Papa." ucap Hanna kesal dan meninggalkan Papanya.


Papa Adi hanya menaikkan sebelah alisnya melihat putri nya sambil tertawa kecil.


"Kamu tidak akan bisa membohongi Papa putri kecil ku." gumam Papa Adi.


πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ


Siang hari, Aditya sudah berada di kantornya.


Setelah penolakan Anita kepadanya. Sifat Aditya lebih dingin dari sebelumnya.


Aditya terus menyibukkan dirinya di kantor dan pulang kerumah pada waktu malam hari.


.


.


Albert membuka pintu ruangan Aditya.


"Dit sudah waktunya makan siang." ucap Albert


"Duluan lah, aku sedang malas. " ucap Aditya dingin.


"Hei...Ayolah. Kalau kau tidak makan nanti kau akan sakit." ucap Albert "Mama dan Papa pasti akan khawatirkan mu." lanjutnya.


Melihat Aditya yang tidak menghiraukan ucapannya, Albert mendengus sebal.

__ADS_1


Aditya tidak menghiraukan ucapan Albert. Dia terus mengerjakan berkas berkas nya.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žselamat membaca


__ADS_2