
Melihat Anita yang sudah sadar dari lamunan nya, Mama Laras duduk di samping Anita sambil memegang tangan nya.
"Ada apa dengan mu? Apakah terjadi sesuatu?" tanya Mama Laras.
"Tidak ada apa apa Ma." ucap Anita.
Mama Laras tidak percaya begitu saya dengan Anita.
"Mama tahu, kamu pasti sedang memikirkan sesuatu. Jika kamu mau bercerita, Mama siap mendengarkan nya." ucap Mama Laras.
"Em.. baiklah aku akan bercerita Ma. Ma apakah Aditya memiliki saudara atau sepupu yang nama Jesika?" tanya Anita.
Deg...
Mama Laras yang mendengar nama Jesika hatinya berkecamuk.
"Jesika? Kenapa Anita bisa tahu nama wanita itu. Apakah yang di maksud Jesika itu mantan tunangan Aditya atau Jesika yang lainnya." batin Mama Laras berfikir.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu Anita?" tanya mama Laras.
"Sebenarnya aku beberapa kali melihat Aditya bersama dengan orang yang selalu dipanggil Jesika oleh Aditya. Makanya aku bertanya kepada Mama apakah Mama mengenalnya? Karena dari yang ku lihat, Aditya seperti nya sangat dekat dengan wanita itu." ucap Anita menyembunyikan kesedihan nya.
"Mama tidak mengenal nya dan Mama tidak memiliki saudara bernama jesika, mungkin itu sahabat Aditya saat kuliah dulu." ucap Mama Laras mencari alasan. "Memang nya kamu bertemu mereka dimana?" tanya nya.
"Waktu itu di kantor. Dan hari ini di rumah sakit." ucap Anita.
"Kalau memang itu yang mengganggu fikiran mu, mulai sekarang tidak usah di fikirkan lagi ya. Mama percaya Aditya hanya mencintai mu. Jadi percayalah kalau dia hanya mencintai mu. Mungkin yang kamu lihat hari ini, dia sedang diminta pertolongan oleh wanita itu untuk mengantar kan nya kerumah sakit. Jadi Mama mohon selalu berfikirlah positif." ucap Mama Laras. "Kamu harus ingat, sekarang ini kamu sedang mengandung. Jadi jangan banyak berfikir." lanjutnya.
__ADS_1
"Baik Ma. Dan terimakasih karena telah membuat hati ku tenang." ucap Anita memeluk Mama Laras dengan lembut.
"Baiklah ini sudah siang. Apakah kamu tidak menjemput Vino?" ucap Mama Laras.
"Ah iya, aku lupa Ma. Kalau begitu Anita pergi dulu. Pasti Vino sudah menunggu ku." ucap Anita pamit
"Pergilah." ucap Mama Laras.
Anita akhirnya pergi menuju sekolahan vinto. Namun saat sampai di sana, Anita tidak mendapati Alvino.
"Permisi pak. Apakah semua Murid sudah pulang?" tanya Anita kepada satpam.
"Sudah buk, sejak 10 menit yang lalu." ucap pak satpam.
"10 menit yang lalu. Terus sekarang Vino kemana?"ucap Anita dalam hati
"Tapi saya baru mau menjemput anak saya pak. Kira kira bapak tahu tidak dimana dia sekarang?" ucap Anita khawatir.
Lama berfikir.
"Seperti nya anak ibu itu sudah pulang dengan di jemput oleh suami anda, karena saat saya tanya laki laki itu bilang kalau dia ayah nya." ucap pak satpam.
"Aditya? Tapi kenapa dia tidak bilang kepada ku kalau dia menjemputnya." ucap Anita dalam hati.
"Aku akan menghubunginya." ucap Anita mengambil hp nya dan menghubungi Aditya.
Tut...tut...Tut...
__ADS_1
"Halo sayang." ucap Aditya menyapa di seberang televon.
"Sayang apakah kamu menjemput putra kita?" tanya Anita.
"Tidak! Sekarang ini aku sedang di kantor sayang, mana mungkin aku menjemputnya. Memang nya kenapa?" tanya Aditya.
"Ah tidak. Aku hanya ingin bertanya saja." ucap Anita setelah itu memutus sambungannya.
"Aditya tidak tahu, terus kemana putra ku." ucap Anita dalam hati
"Maaf pak, bisakah bapak membantu mencari putra ku. Karena saat saya menghubungi ayah nya, dia juga tidak tahu dan tidak menjemput Vino." ucap Anita.
"Jadi yang menjemput putra anda bukan suami anda begitu Bu?" tanya pak satpam.
"Iya pak, mungkin itu penculik. Saya mohon pak bantu saya mencari anak saya." ucap Anita.
"Baiklah Bu, ayo kita mencarinya." ucap pak satpam.
Anita, pak satpam dan supir Anita mencari kebe Vino di sekitar sekolahan. Lama mencari tiba tiba Anita mendengar suara yang tidak asing di pendengaran nya.
.
.
.
.
__ADS_1
selamat membaca 🤗🤗🤗
jangan lupa like and komen 🙏🙏🙏🙏🙏