Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
BAB 28


__ADS_3

Wanita itu mengambil ponselnya dalam tas dan menghubungi seseorang..


Tut...tut....Tut....


Suara panggilan tersambung


"Ya, hallo Han, " jawab Anita di seberang telepon. Ya, wanita yang di hubungi Hanna adalah Anita, teman Hanna.


"Apa kamu ada di cafe?" tanya Hanna.


"Ya, aku ada di Cafe. Ada apa?" Tanya Anita penasaran.


"Aku akan kesana, jangan pergi," Hanna pun memutus panggilan secara sepihak. Anita yang melihat itu, hanya mengerutkan kening, tanda ia bingung dengan temannya itu.


.


.


Setelah mengetahui Anita ada di Cafe, Hanna pun langsung pergi menuju Cafe Anita, dan pergi dari Perusahaan DG Group.


Setelah sampai, Hanna keluar dari mobil berjalan memasuki Cafe Anita dengan langkah anggunnya.


Tap


Tap


Tap


Suara deru langkah menuju ruangan Anita. Saat sampai di depan pintu ruangan Anita, Hanna langsung membuka nya.


Ckleek...


Di lihatnya Anita ada di ruangan itu, dan dengan cepat Hanna menghampiri dan memeluk temanya itu, "Bagaimana kabar mu, Anita?"

__ADS_1


"Tentu saja aku baik baik saja. Lalu bagaimana dengan mu? Sudah lama aku tidak melihat mu," jawab Anita membalas pelukan itu.


Ayi kita duduk dulu," Ajak Anita menuju Sofa.


Hanna langsung duduk, bersanding dengan Anita, "Kabar ku baik baik saja. Dan maaf, aku jarang menemui mu, karena aku sedang berusaha mendekati cowok yang aku suka," ucap Hanna tersenyum mengingat pria incaran nya.


Melihat itu, Anita penasaran dengan pria yang di suka Hanna, "Siapa? Apakah dia laki-laki yang di jodohkan dengan mu?"


"Em, bisa di bilang ya, dan bisa di bilang tidak," jelas Hanna membingungkan


Mendengar itu Anita benar benar bingung, apa maksud nya itu, bisa iya bisa tidak. Sungguh aneh. "Jawaban mu membuat ku bingung Hanna. Cepat katakan siapa dia! Jangan buat aku makin penasaran."


Melihat wajah penasaran Anita, Hanna tertawa kecil, "Baiklah, aku akan mengatakannya. Karena kamu adalah sahabat baik ku, aku akan memberitahumu."


"Tidak usah bertele-tele. cepat katakan, jangan bikin aku tambah penasaran."


"Oke -oke, jangan ngegas. Dia bekerja di perusahaan DG Group, depan Cafe mu ini. Dia memiliki jabatan tinggi di perusahaan itu, coba tebak siapa dia?"


Hanna tidak memperdulikan raut wajah Anita yang terus bertanya tanya, dia kembali berkata, "Kamu tau tidak! Dia itu sangat tampan, gagah. Ah, itu sungguh membuat ku gila menyukainya. Tapi sayang, dia dingin dan cuek banget," kesal Hanna saat mengingat pria incaran nya.


Anita yang mendengar penjelasan Hanna lagi tentang pria idaman nya kembali berpikir bahwa itu adalah Aditya. "Bukankah Ciri-ciri yang di maksud Hanna adalah Aditya? Dia tampan, gagah dan juga dingin," ucap Anita dalam hati.


"Kamu tahu tidak Nit, aku selalu mencoba mendekatinya, tapi sial nya dia selalu saja menghindar dan cuek terhadap ku. Aku sungguh kesal saat dia mengabaikan ku. Aku ingin dekat dengan nya tapi dia sangat susah sekali di dekati. Aku harus bagaimana coba agar dia melirik ku?" Hanna nampak frustasi mengingat usahanya yang susah meluluh kan hati pria itu.


"Aku tidak tahu," jawab Anita singkat sambil melihat betapa frustasi nya Hanna yang begitu menginginkan pria nya


"Ah, kamu menyebalkan. Kasih solusi kek, apa gitu. Jangan malah tidak tahu. Oh ya, apakah kamu tidak ingin menikah lagi?" tanya Hanna mengalihkan pembicaraan nya yang menurutnya membuat nya kesal.


"Belum ada yang cocok, Han."


"Memang nya kamu cari yang bagaimana sih?" tanya Hanna menatap Anita. "Aku saja sudah menemukannya dan sekarang lagi berusaha, yah walaupun masih dalam tahap mendekati. Tapi yang jelas aku sudah memiliki pandangan calon suami masa depan ku," ucap Hanna tersenyum sendiri, macam orang gila.


"Tapi___ Ah, andai saja pria itu cintai ku, pastinya aku sangat bahagia," sambungnya lagi membayangkan pria nya mengungkapkan perasaan terhadap nya.

__ADS_1


Hari itu, Hanna terus bercerita tentang pria nya. Sedangkan Anita hanya sebagai pendengar setianya, sesekali Anita menjawab apa yang di tanya Hanna pada dirinya.


Cukup lama Hanna berada di Cafe. Ia pun melihat jam di pergelangan tangannya, dan menunjukkan dirinya harus pulang. "Nit, aku pulang dulu ya? Aku ada janji dengan Mama untuk menemaninya berbelanja. Dan oh iya, ini pesan ku. Jika kamu mencintai seseorang, maka kejarlah, berusahalah seperti aku yang berusaha menggapai pujaan ku," ucap Hanna dan pergi meninggalkan Anita


Anita yang mendengar ucapan Hanna tampak berfikir. "Apakah aku salah? Apakah aku harus mengejar cintaku? Tapi aku takut orang yang di sukai Hanna adalah Aditya. Jika itu benar, apakah aku harus bersaing dengan teman ku? Ah, aku bisa gila jika seperti ini."


"Aku sudah menolaknya. Jika aku mengejarnya bukankah itu sangat memalukan? Aku harus bagaimana Tuhan?" gumam Anita mengusap rambut nya.


Karena merasa pusing dengan pikirannya sendiri, Anita pun melanjutkan pekerjaannya yang masih banyak.


🏵️


🏵️


Di lain tempat lain, Aditya sedang menghubungi seseorang, ya orang itu adalah Hanna.


"Apa kamu sudah berbicara dengan nya?" tanya Aditya.


"Ya, aku sudah berbicara dengan nya. Dan aku mengatakan Jika dia mencintai seseorang, aku meminta nya untuk mengejar dan jangan menyerah."


"Baiklah, aku tutup telpon nya dulu kalau begitu," ucap Aditya senang mendengar penjelasan Hanna.


"Em,"


Panggilan pun berakhir.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2